Bahan makanan pada restoran merupakan salah satu hal terpenting untuk terciptanya suatu hidangan yang terbaik yang akan membawa citra baik untuk restoran tersebut. Selain cita rasa, sebuah retoran juga harus memperhatikan nilai gizi dari setiap menu yang disajikan. Oleh karena itu, Bahan baku yang ada di restoran harus dikelola dan diperhatikan dengan baik. Berikut adalah beberapa cara untuk mengelola persediaan bahan baku:
- Melakukan pengecekan bahan baku secara berkalaHal ini penting untuk dilakukan untuk menghindari terjadinya kekurangan bahan baku makanan dan minuman. Ketika bahan baku sudah cukup banyak terpakai, petugas purchasing harus melakukan pemesanan bahan baku untuk hari berikutnya.
- Keadaan bahan baku makanan dan minumanSemua bahan baku yang tersedia di restoran harus selalu mendapatkan perhatian khusus. Baik dalam hal kesegarannya maupun keadaan fisiknya, agar kualitas bahan baku dapat selalu terjaga.
- Penyimpanan bahan baku makanan dan minumanPenyimpanan bahan baku baik bahan baku makanan maupun minuman harus diperhatikan, karena hal ini dapat mempengaruhi kualitas dan kesegaran bahan baku itu sendiri. Bahan makanan perishable dan non-perishable harus diletakkan terpisah, agar tidak terjadi kontaminasi. Perhatikan pula suhu dan kelembaban bahan baku restoran.Dalam menyimpan bahan baku, hal yang perlu diperhatikan adalah:
a. Suhu penyimpanan bahan baku
- Bahan baku seperti sayur dan buah harus di simpan pada suhu 1-4 °C.
- Bahan baku seperti minuman dingin di simpan pada suhu 10-15°C.
- Unggas, ikan, dan daging harus disimpan pada suhu -5°C jika akan segera digunakan, namun jika disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, harus disimpan pada suhu -18°C.
b. Tempat penyimpanan bahan baku
- Bahan baku perishable dan dairy products sebaiknya disimpan di dalam chiller/refrigerator dan juga freezer.
- Bahan baku non-perishable sebaiknya disimpan di dalam dry store (gudang kering).
- Menerapkan FIFO dan LIFOFirst in first out merupakan cara penanganan bahan baku restoran yang perlu diterapkan agar restoran terhindar dari kerugian akibat kerusakan pada bahan baku. FIFO berlaku bagi bahan baku seperti buah, sayuran, susu, dan daging. Bahan baku yang pertama datang harus dikeluarkan pertama agar bahan baku terhindar dari spoilage. Sedangkan Last in First out (LIFO), yaitu bahan yang terakhir masuk namun pertama keluar diterapkan pada bahan baku seperti beras dan tepung.
- Melakukan pengendalian dalam pemesanan bahan baku restoranHal ini bertujuan untuk menghindari pembelian bahan baku yang terlalu banyak atau terlalu sedikit yang menimbulkan kerugian bagi restoran.
Cara Input Bahan Makanan
1. Pilih menu bahan kemudian klik tambah yang berada di pojok kiri bawah.
Demikian penjelasan input bahan makanan pada aplikasi kasir restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi kasir, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar