Supplier barang bertugas untuk menyuplai bahan mentah kepada para produsen. Nantinya bahan mentah tersebut akan diolah menjadi produk siap jual. Contoh supplier barang adalah pemasok kertas untuk industri percetakan atau pemasok tebu untuk industri pembuatan gula pasir dan lain sebagainya.
Supplier barang terbagi lagi ke dalam dua jenis yakni supplier material fabrikasi dan non fabrikasi.
Untuk produk fabrikasi, material yang dipesan harus diolah terlebih dahulu oleh supplier sebelum dibawa ke tempat pemesan. Oleh pemesan, produk setengah jadi inilah yang akan diubah menjadi produk siap pakai. Contohnya adalah supplier serat wol atau nilon yang menyuplai bahan untuk pabrik kain.
Sedangkan supplier non fabrikasi adalah mereka yang bertugas memasok bahan mentah yang tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Misalnya supplier kayu yang menyediakan bahan mentah untuk membuat furnitur.
Supplier jasa berperan dalam memberikan pasokan kebutuhan berupa bahan mentah yang nantinya akan diolah menjadi produk siap jual berupa jasa. Contoh supplier produk jasa adalah penyedia software keuangan atau aplikasi kasir yang memudahkan konsumen untuk mengelola keuangan perusahaan.
Tips Memilih Supplier
1. Menentukan Kebutuhan
Sebelum memulai mencari supplier untuk toko, sebaiknya kelompokkan kebutuhan berdasarkan intensitas dan jenis barang yang dibutuhkan agar dapat menghemat waktu dan biaya dengan cara membuat skala prioritas Karena kebutuhan dari masing-masing toko tentunya berbeda. Tentukan juga produk atau jasa apa yang akan dipasarkan sehingga akan memudahkan Anda menemukan supplier.
2. Perhatikan Kualitas dan Kuantitasnya
Cara memilih supplier selanjutnya ialah memperhatikan kualitas. Kualitas menjadi salah satu faktor terbesar agar produk disukai oleh para pembeli. Para pembeli akan melakukan pembelian kembali hanya jika merasa puas dengan pembelian pertama. Maka dari itu kualitas sangatlah penting agar bisnis bisa bertahan lama.
Sebagai tips, Anda bisa meminta produk sampel supaya mengetahui seperti apa produk yang ditawarkan oleh supplier atau langsung datang dan melihat produk bahan baku / bahan jadi tersebut.
Selanjutnya setelah kualitas, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan kuantitas yang bisa di supply oleh supplier. Seringkali banyak supplier merasa mampu memenuhi kebutuhan pasokan toko Anda tetapi, karena beberapa hambatan atau ternyata alat yang sudah tidak memadai jadi menghambat pasokan barang.
3. Profesionalisme
Profesionalisme supplier dapat terlihat dari bagaimana mereka memberikan data dan informasi tentang produk yang ditawarkan. Di dunia digital saat ini, website adalah salah satu indikasi apakah supplier yang Anda pilih merupakan supplier yang profesional.
Dalam sebuah website biasanya terdapat gambaran produk yang ditawarkan dan juga informasi kontak untuk melakukan pemesanan.
4. Perhatikan Layanan Cepat Tanggap Supplier
Supplier dengan kesigapan serta cepat menanggapi pelanggan akan sangat penting ketika melakukan kerja sama. Pastinya akan menjadi sebuah permasalahan jika barang terlambat diterima. Proses produksi atau pesanan konsumen jadi mundur dan tidak tepat waktu.
Lakukan tes sederhana terkait layanan. Cobalah memesan dalam jumlah sedikit dan lihat bagaimana respon serta pelayanan supplier.
5. Track Record Supplier
Dalam memilih supplier terpercaya tidak perlu terburu-buru. Cek terlebih dahulu sumber informasi terkait supplier seperti di blog, forum jual beli, komunitas dan lainnya. Telusuri kredibilitasnya dengan melihat pembeli yang pernah bertransaksi dengan supplier tersebut.
Supplier terpercaya pasti memiliki komentar positif. Pastikan juga Anda memiliki kontak tetap yang bisa dihubungi.
6. Pilihlah harga yang bersahabat
Jika sudah menemukan supplier yang tepat dengan kualitas baik, tentukan dan sepakati harga. Pastikan Anda memiliki budget yang sesuai supaya dana bisa dialokasikan secara maksimal. Sejatinya, bisnis adalah persoalan untung dan rugi sehingga harus benar-benar menimbang dan memperhatikan kemampuan dana.
Bernegosiasilah dengan supplier untuk mendapatkan harga terbaik dan kesepakatan bersama. Biasanya Anda bisa bernegosiasi berdasarkan jumlah unit jadi, usahakan untuk memahami jumlah permintaan hingga harga di pasaran.
7. Pertimbangkan Kontinuitas dan Konsistensi
Bukan hanya track record saja, konsistensi serta kontinuitas supplier sangat penting dalam menjalankan bisnis Anda. terkadang supplier mengalami kendala dalam mengirim barang sehingga, bisnis jadi terhambat.
Jadi, perhitungkan faktor-faktor kemungkinan adanya kendala seperti jarak pengiriman, jadwal kerja, hingga peralatan kerja. Ini berguna untuk berjaga-jaga dalam mempersiapkan produk atau jasa dalam bisnis Anda. sehingga penting mencari supplier dengan konsistensi kemampuan suplai untuk bisnis.
8. Terdapat Kebijakan Pengembalian Produk
Ketika bekerja sama dengan pihak lain tentu ada beberapa aturan yang harus disepakati. Pelajari detail aturan dan kebijakan pengembalian yang berlaku. Jika terdapat barang cacat atau kerusakan ketika sampai, proses pengembalian jadi bisa diproses lebih baik. Dengan mempelajari prosedur pengembalian barang bisa membantu mencegah kerugian.
9. Memiliki Beberapa Supplier
Tips memilih supplier terakhir adalah memiliki lebih dari satu supplier. Hanya memiliki satu supplier adalah salah satu kesalahan dalam berbisnis. Selain berbahaya jika stok sedang tidak ada, dengan memiliki lebih dari satu supplier Anda dapat membandingkan harga dengan lebih baik. Selain itu, Anda juga bisa memiliki ide-ide lain untuk dijual jika Anda memiliki lebih dari satu supplier.
Demikian penjelasan mengenai tips memilih supplier untuk bisnis pemula. Fitur supplier ini juga terdapat pada aplikasi kasir atau yang disebut dengan supplier jasa. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi kasir, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar