Senin, 08 November 2021

CARA CETAK LAPORAN DEPOSIT PADA APLIKASI HOTEL

 


Deposit artinya penempatan dana sebagai jaminan di bank atau pihak lainnya. Dana deposit lazimnya berbentuk persentase yang harus dibayarkan sebelum transaksi dilakukan. Transaksi yang seringkali membutuhkan deposit adalah transfer uang, pembelian, pengiriman barang, pengerjaan proyek, lelang, dan aktivitas lainnya yang diatur dalam kontrak. Deposit kategori ini seringkali disebut sebagai deposit jaminan. Sebagai contoh, seorang ingin membeli barang dalam partai besar pada sebuah perusahaan supplier. Pembeli diharuskan membayar deposit sebesar separuh harga pembelian atau persentase lain yang disepakati. Baca juga: Mengenal Apa Itu Reksadana Dalam kasus ini, deposit adalah dianggap sebagai sebagai bentuk itikad baik. Uang jaminan ini biasanya tak bisa dikembalikan apabila pembeli melakukan pembatalan, atau dalam kasus lainnya hanya bisa dikembalian sebagian saja. 

Contoh-Contoh Deposit

1. Demand Deposit

Demand deposit adalah jenis deposit di mana kamu bisa mengambil dana kapan saja, bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Contoh umum dari demand deposit yaitu rekening tabungan serta rekening giro.

2. Saving Deposit

Merupakan salah satu jenis demand deposit pada bank atau lembaga keuangan lainnya. Kamu bisa menarik dana dari rekening tabungan tanpa batas. Saving deposit dikenai bunga, namun umumnya berjumlah kecil. Beberapa rekening tabungan memerlukan saldo minimum untuk menghindari biaya bunga tertinggi, sementara ada juga yang tidak mempunyai syarat saldo minimum.

3. Time Deposit

Time deposit adalah rekening bank berbunga yang dikenai tanggal jatuh tempo. Tingkat bunga yang diterapkan umumnya lebih tinggi dari rekening tabungan biasa. Semakin lama tanggal jatuh temponya, maka tingkat pembayaran bunga akan semakin tinggi. Salah satu contoh dari time deposit yaitu certificate of deposit.

Sederhananya, time deposit adalah rekening tabungan, di mana pemilik dari rekening tersebut tidak bisa bertransaksi dengan dana tersebut dalam kurun waktu tertentu. Jika jangka waktunya kurang dari satu tahun, maka disebut deposito berjangka pendek, sedangkan jika lebih dari satu tahun disebut deposito jangka panjang.

4. Term Deposit

Term deposit adalah jenis rekening deposito yang tersedia di lembaga keuangan, di mana dana yang ada akan dikunci dalam jangka waktu tertentu. Biasanya merupakan deposito jangka pendek dengan jangka waktu satu bulan hingga beberapa tahun.

Ketika investor menyerahkan dana di bank dalam bentuk term deposit, selanjutnya bank menggunakan uang itu untuk dipinjamkan ke konsumen atau bisnis lain. Sebagai imbalan kepada investor, pihak bank akan memberi kompensasi dalam bentuk bunga.

5. Refundable Deposit

Refundable deposit adalah jaminan yang bisa ditarik kembali oleh investor atau deposit yang bisa diperoleh kembali setelah jangka waktu tertentu. Contoh umum dari refundable deposit adalah uang jaminan dan deposit sewa.

6. Customer Deposit

Customer deposit adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan terlebih dahulu kepada pihak perusahaan untuk bisa memperoleh sebuah barang atau jasa.

Customer deposit biasanya digunakan karena salah satu dari tiga kondisi berikut, yaitu:

  • Kredit konsumen buruk, sehingga perusahaan tidak mempercayai konsumen tersebut dan pihak perusahaan akan meminta pembayaran di muka.
  • Biaya produksi yang tinggi. Ketika perusahaan menilai biaya produksi terlalu tinggi, maka perusahaan akan meminta deposit dari konsumen untuk menutup biaya produksi tersebut.
  • Produk Spesial. Ketika konsumen meminta produk khusus, misalnya dengan desain khusus yang tidak bisa dijual kepada konsumen lain, maka perusahaan akan meminta deposit untuk mencegah pembatalan pesanan.

7. Deposit dalam Jual Beli Aset Crypto

Deposit dalam crypto adalah sejumlah uang yang harus disetorkan investor untuk bisa melakukan pembelian aset crypto. Salah satu tujuan adanya deposit ini adalah untuk memudahkan pengguna yang ingin melakukan jual beli aset crypto. Di Pintu sendiri, deposit bisa dilakukan secara instan dan bebas biaya (kecuali biaya transfer jika memang ada).


Cara Cetak Laporan Deposit 

1. Pilih menu laporan transaksi, kemudian klik deposit pada bar bagian atas berwarna hijau. 



2. Input data tanggal yang dibutuhkan, begitu pula dengan jenis, ID pelanggan dan nomor faktur. 


3. Terdapat catatan penting khusus untuk ID pelanggan dan Nomor faktur dapat dikosongkan atau secara khusus dapat diisi dengan nomor pelanggan dan nomor faktur tertentu. Setelah data diinput semua, silahkan klik proses. Kemudian klik preview (tombol berwarna merah) untuk melihat tampilan data sebelum diprint. Terakhir klik print. 


Demikian penjelasan cara cetak laporan deposit pada aplikasi hotel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi hotel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi hotel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar