Struktur modal juga dipengaruhi oleh beberapa faktor utama,antara lain:
a) Persesuaian atau suitabilty
b) Pengawasan atau control
c) Laba / Earning Per Share d) Tingkat risiko /Riskness
Untuk lebih jelasnya keempat hal diatas diuraikan sebagai berikut:
a) Persesuaian atau Suitability Merupakan persesuaian antara cara pemenuhan dana dengan jangka waktu kebutuhannya. Bila yang kebutuhannya perusahaan-perusahaan berjangka pendek bila dibelanjai dengan utang, obligasi atau dengan mengeluarkan modal sendiri kurang sesuai. Sebaliknya cara pemenuhan dana disesuaikan denganjangka waktu kebutuhannya, artinya bila kebutuhan dana berjangka pendek maka sebaiknya dipenuhi sumber dana jangka pendek dan bila kebutuhan dana jangka panjang sebaiknya dipenuhi sember dana jangka panjang.
b) Pengawasan atau Control Pengendalian atau pengawasan perusahaan ada ditangan para pemegang saham. Manajemen perusahaan mengemban tugas untuk menjalankan hasil keputusan pemegang saham. Biasanya sebuah perusahaan dimiliki oleh beberapa pemegang saham sehingga bila 16 diperlukan tambahan dana perlu dipertimbangkan apakah tugas pengawasan dari pemilik lama tidak akan terkurangi. Oleh sebab itu dengan pertimbangan tersebut, biasanya pemilik lama lebih menginginkan mengeluarkan obligasi dengan menambah saham.
c) Laba /Earning Per Share Memilih sumber dana apakah dari saham atau utang, secara finansial harusnya bisa menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham lebih besar.
d) Tingkat Risiko/Riskness Utang merupakan sumber dana yang mempunyai resiko tinggi sebab bunganya tetap harus dibayarkan baik pada saat perusahaan mendapatkan laba maupun dalam kondisi merugi. Oleh karena itu semakin besar penggunaan dana dari utang mengindikasikan perusahaan mempunyai tingkat risiko yang besar.
Laba
Menurut ahli, laba adalah sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain, dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi. Sedangkan menurut Lumbantoruan dan Magdalena (2011:236) bahwa “laba atau profit, adalah selisish antara pendapatan dan biaya”. Laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan menjadi salah satu faktor yang dilihat oleh investor dipasar modal untuk menentukan pilihannya dalam menanamkan investasi sahamnya.
Tujuan Perhitungan laba
Perhitungan laba pada umumnya mempunyai 2 (dua) tujuan, yaitu:
1) Tujuan internal Yaitu berhubungan dengan manajemen untuk mengarahan pada kegiatan yang lebih menguntungkan dan mengevaluasi usaha yang telah dicapai.
2) Tujuan eksternal Yaitu untuk memberikan pertanggungjawaban kepada para pemegang saham untuk keperluan pajak atau tujuan lainnya, misalnya untuk permohonan kredit. Dikaitkan dengan penulisan skripsi ini perhitungan laba dilakukan untuk tujuan external.Karena dengan adanya informasi laba yang diberikan oleh pihak keuangan atau manajemen perusahaan menjadi bahan informasi bagi investor sehingga mampu menganalisa keputusan- keputusan dalam hal kebijakan pengambilan keputusan untuk berinvestasi.
Ada beberapa macam laba yaitu:
1) Laba kotor atau Gross Profit, yaitu selisish antara pendapatan harga pokok penjualan. Tingkat laba kotor yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai posisi kuat dalam persaingan harga.Dalam keadaan resesi, perusahaan mempunyai “pengaman” yang kuat.Sebaliknya, tingkat fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi penurunan permintaan atas peningkatan persaingan.Tetapi tinggi rendahnya tingkat laba kotor ini harus juga dinilai dengan pertimbangan kebijakan harga yang dianut perusahaan dalam rangka meningkatkan pangsa pasar.
2) Laba operasi atau Operation Frofit, adalah selisih antara laba kotor dengan biaya-biaya operasi yang terdiri atas biaya penjualan, serta biaya umum dan administrasi. Tingkat laba operasi merupakan perbandingan antara laba operasi dan penjuaan bersih. Dalam laba operasi,belum dihitung biaya bunga dan pajak, karena biaya bunga ditentukan oleh besarnya utang utang perusahaan (bukan keputusan operasional melainkan financial), sehingga besarnya pajak ditentukan oleh golongan pajak perusahaan (yang berbeda-beda menurut besarnya labayang dicapai). Tingkat laba operasi merupakan ukuran yang tepat untuk menilai efesiensi manajemen.Perusahaan yang laba operasinya tinggi dapat nilai sebagai perusahaan yang kuat dan menguntungkan.
3) Laba bersih atau net profit,adalah operasi setelah ditambah dengan pendapatan lain-lain serta dikurangibiaya yang lain-lain. Pendapatn lain-lain adalah pendapatan normal perusahaan.Laba bersih, setelah dikurang dengan pajak penghasilan disebut laba bersih setalah pajak (net profit aftertax).tingkat laba bersih kurang menggambarkan prestasi manajemen dibandingkan dengan tingkat laba operasi, karena sudah memasukkan unsur-unsur luar kekuasaan manajemen, seperti bunga dan pajak.
4) Laba ditahan atau retained earning,merupakan laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham. Laba yang tidak dibagikan ini di invesasikan kembali ke perusahaan sebagai sumber dana internal. Laba ditahan dalam penyajiannya di neraca menambah total laba yang disetor karena yang ditahan ini milik pemegang saham yang berupa keuntungan tidak dibagikan,maka ini juga akan menambah ekuitas pemilik saham neraca.
5) Laba per saham adalah laba per saham yang diperoleh setelah pajak tidak dibagikan dengan jumlah saham yang beredar.dengan demikian earning per share akan meningkat apabila perolehan laba pajak (EAT) meningkat, dengan asusmsi jumlah saham tetap.
Cara cetak laporan grafik laba
1. Pilih menu laporan kemudian klik grafik selanjutnya pilih grafik laba.
2. Maka akan muncul data grafik seperti gambar dibawah ini. Garis vertikal menunjukan total penjualan dalam bentuk rupiah, yang menunjukan laba penjualan. Sedangkan garis horisontal menunjukan periode waktu dalam grafik ini yaitu bentuk bulan dari bulan pertama atau januari sampai desember yang ditunjukan dengan angka. Untuk mengatur kebutuhan data, bisa dipilih dahulu tahun dengan cara klik icon berbentuk segitiga terbalik pada ujung kolom tahun lalu plihlah tahunnya. Terakhir klik SIMPAN yang berada dipojok kiri bawah pada layar anda.
3. Selanjutnys pilihlah lokasi penyimpanan data, pada contoh dibawah ini. Data akan disimpan di desktop kemudian kasih nama file, lalu SAVE.
Demikian penjelasan cetak laporan grafik laba pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar