Supir (dari bahasa prancis: chauffeur) adalah pengemudi profesional yang dibayar oleh majikan untuk mengemudi kendaraan. Supir dibagi dalam dua kelompok yaitu sopir pribadi yang menjalankan kendaraan pribadi dan yang kedua adalah sopir perusahaan yang bekerja untuk perusahaan angkutan penumpang umum seperti taksi, bus, ataupun angkutan barang.
Supir Angkutan Umum
Sopir angkutan umum membutuhkan persyaratan yang lebih kompleks karena menyangkut jumlah penumpang yang lebih banyak dan waktu mengemudi yang lebih panjang. Untuk itu persyaratan sopir adalah:
- Surat Izin Mengemudi Umum sesuai dengan golongan kendaraan yang digunakan.
- Waktu kerja dan istirahat
- Tata krama dalam memberikan pelayanan kepada penumpang
- Kesehatan yang prima.
Resiko Pekerjaan Supir
Sopir dalam menjalankan pekerjaannya mengahadapi berbagai risiko, antara lain:
- Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu risiko pekerjaan sopir yang paling besar
- Paparan terhadap polusi udara, karena mereka merupakan orang yang sepanjang menjalankan pekerjaannya selalu di jalan yang polusinya paling tinggi, diantaranya gas beracun karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrat arang seperti benzena, partikel lepas, timah hitam
Perhitungan Komisi
1. Ketahui periode perhitungan komisi
Periode pembayaran komisi biasanya dilakukan setiap bulan atau setiap dua minggu. Apabila komisi dibayar setiap dua minggu, periodenya mungkin saja dimulai pada tanggal 1 dan pembayaran komisi diterima pada tanggal 15 dibulan sama.
2. Hitung komisi berdasarkan penjualan selama satu periode
Jika perhitungan komisi berdasarkan harga beli produk yang terjual selama satu periode jumlahnya Rp. 50.000.000, maka komisi anda akan dihitung dari Rp. 50.000.000
3. Menghitung komisi yang akan diterima
Komisi dihitung dengan cara mengkalikan persentase komisi dengan dasar perhitungan komisi selama periode penjualan. Misalnya jika penjualan yang anda peroleh selama satu periode sebanyak Rp. 50.000.000 dan persentase komisi sebesar 5%, maka komisi yang anda terima yaitu Rp. 2.500.000.
4. Pertimbangkan persentase komisi variabel
Sebagian persentase komisi mungkin bisa saja berbeda berdasarkan produk atau layanan yang dijual. Jika persentase komisi berbeda dengan berdasarkan jenis produk, maka komisi yang diperolehpun berbeda pula.
Misalnya jika produk A terjual sekitar Rp. 25.000.000 dengan komisi 3% dan Produk B Juga terjual Rp. 25.000.000 dengan komisi 6%. Berarti pembayaran komisi untuk produk A sebesar Rp. 750.000 Sedangkan untuk produk B sebesar Rp. 1.500.000 dengan demikian total penerimaan komisi selama satu periode tersebut sebesar Rp. 2.250.000.
5. Perhitungkan komisi berjenjang
Apabila persentase komisi berubah sesuai jumlah produk yang berhasil di jual. Maka kalikan tiap-tiap persentase komisi dengan total penjualan pada periode tersebut lalu jumlahkan hasilnya.
Dalam kasus lain, persentase yang lebih besar mungkin akan diterapkan untuk seluruh penjulan apabila mencapai target tertentu. Misalanya persentase komisi akan naik dari 3% menjadi 5% apa bila berhasil menjual produk melebihi Rp. 50.000.000. persentase 5% ini akan digunakan untuk menghitung seluruh komisi yang anda terima apabila berhasil mencapai target ini.
Cara Cetak Laporan Komisi Supir
Demikian penjelasan cara cetak laporan komisi supir pada aplikasi hotel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi hotel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi hotel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar