Hal yang sangat erat hubungannya dengan penyediaan bahan baku ini adalah mengenai besar kecilnya penyediaan bahan baku itu sendiri. Besar kecilnya penyidaan bahan baku persediaan bahan baku relatif bagi setiap perusahaan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku yang dimiliki perusahaan adalah sebagai berikut:
- Volume yang dibutuhkan untuk melindungi jalannya perusahaan terhadap gangguan kehabisan persediaan bahan baku yang mana akan dapat menghambat atau mengganggu jalannya proses produksi.
- Volume dari produksi yang direncanakan, dimana volume produksi yang direncanakan itu sendiri sangat tergantung pada volume penjualan yang telah direncanakan oleh perusahaan.
- Besarnya pembelian bahan baku setiap kali pembelian untuk mendapatkan biaya pembelian yang minimal.
- Estimasi tentang fluktuasi dari harga bahan baku yang bersangkutan dimasa yang akan datang.
- Peraturan pemerintah yang menyangkut persediaan.
- Harga dari pembelian bahan baku.
- Biaya penyimpanan dan resiko menyimpan digudang.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besar kecilnya persediaan :
- Besarnya biaya minimal.
- Jumlah produk yang akan diproduk oleh perusahaan.
- Adanya resiko kerusakan barang digudang.
- Perkiraan tentang harga bahan dari waktu ke waktu.
- Efisiensi dari fasilitas transpor
- Efisiensi dan teknik penanganan persediaan.
Persediaan dibagi atas 5 (lima) jenis, yaitu:
- Persediaan bahan baku (raw material stock), yaitu barang-barang yang dibeli dari pemasok (supplier) dan akan digunakan atau diolah menjadi produk jadi yang akan dihasilkan oleh perusahaan.
- Persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses (work ini process/progress stock), yaitu bahan baku yang sudah diolah atau dirakit menjadi komponen namun masih membutuhkan langkah-langkah selanjutnya agar produk dapat selesai dan menjadi produk akhir.
- Persediaan bagian produk atau parts yang dibeli (component stock), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen (parts) yang diterima dari perusahaan lain, yang dapat secara langsung dirakit dengan parts lain, tanpa proses produksi sebelumnya.
- Persediaan barang jadi (finished goods), yaitu barang yang telah diproses dan siap untuk disimpan di gudang, kemudian dijual atau didistribusikan ke lokasi pemasaran.
- Persediaan bahan-bahan pembantu atau barang-barang perlengkapan (supplies stock), yaiu barang-barang yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan produksi, namun tidak menjadi bagian produk akhir yang dihasilkan perusahaan.
Pokok penting bagi manajemen dalam mengembangkan kebijakan persediaan adalah dapat meminimumkan total biaya yang berhubungan dengan proses produksi dari suatu perusahaan. Dua dasar keputusan persediaan yang harus dilakukan yaitu: banyaknya pesanan dalam satu waktu, dan banyaknya pesanan saat ini.
Fungsi-fungsi persediaan, yaitu :
- Fungsi Indenpendensi : Persediaan memiliki fungsi agar perusahaan dapat melakukan proses produksi meski supplier tidak dapat menyanggupi jumlah dan waktu pemesanan barang yang dilakukan perusahaan dengan cepat.
- Fungsi Ekonomis : Persediaan memiliki fungsi agar perusahaan dapat menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
- Fungsi Antisipasi : Persediaan memiliki fungsi agar perusahaan dapat melakukan antisipasi pada perubahahan permintaan konsumen.
Cara Cetak Laporan Stok Limit
1. Pilih menu laporan kemudian klik stok, pilih laporan stok limit selanjutnya klik tambah yang berada di pojok kiri bawah layar anda.
3. Inilah tampilan preview, apabila data yang dibutuhkan telah sesuai maka klik icon print yang berada di bar atas.
Demikian penjelasan cetak laporan stok limit pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar