Karyawan merupakan aset perusahaan. Kehadiran karyawan begitu sangat penting hingga saat ini, tanpa adanya karyawan tidak akan terjadi kelancaran dan proses produksi suatu perusahaan. Menurut Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan pasal 1 ayat 2 menyebutkan bahwa karyawan adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebetuhan sendiri maupun masyarakat, baik didalam maupun diluar hubungan kerja. Dari defenisi tersebut maka yang dimaksud dengan tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan pada setiap bentuk usaha (perusahaan) atau perorangan dengan menerima upah termasuk tenaga kerja yang melukan pekerjaan diluar hubungan kerja. Karyawan merupakan kekayaan utama dalam suatu perusahaan, karena tanpa adanya keikutsertaan mereka, aktifitas perusahaan tidak akan terlaksana. Karyawan berperan aktif dalam menetapkan rencana, system, proses dan tujuan yang ingin dicapai.
Aspek-aspek Kinerja Aspek kinerja karyawan, antara lain :
- Pengetahuan atas pekerjaan merupakan kejelasan pengetahuan atas tanggung jawabpekerjaan yang menjadi tugas karyawan.
- Perencanaan dan organisasi adalah kemampuan membuat rencana pekerjaan meliputi
- Jadwal dan urutan pekerjaan, sehingga tercapai efisiensi dan efektivitas.
- Mutu pekerjaan. ketelitian dan ketepatan pekerjaan.
- Produktifitas yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan dibandingkan dengan waktu yang digunakan.
- Pengetahuan teknis merupakan dasar teknis dan kepra
- Ktisan sehingga pekerjaannya mendekati standar kerja.
- Judgement adalah kebijakan naluriah dan kemampuan menyimpulkan tugas sehingga tujuan organisasi tercapai.
- Komunikasi yaitu kemampuan berhubungan secara lisan dengan orang lain.
- Kerjasama yaitu kemampuan bekerja sama dengan orang lain dan sikap yang konstruktif dalam tim.
- Kehadiran dalam rapat merupakan kemampuan dan keikutsertaan (partisipasi) dalam rapat berupa pendapat atau ide.
- Kemampuan memperbaiki diri sendiri adalah kemampuan memperbaiki diri dengan studi lanjutan atau kursus-kursus.
Penilaian kinerja adalah sebuah gambaran atau deskripsi yang sistematis tentang kekuatan dan kelemahan yang terkait dari seseorang atau suatu kelompok. Secara teoritis tujuan penilaian dikategorikan sebagai suatu yang bersifat evaluation dan development yang bersifat evaluation harus menyelesaikan:
a. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar pemberian kompensasi.
b. Hasil penilaian digunakan sebagasi staffing decision.
c. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar mengevaluasi sistem seleksi
Metode penilaian kinerja beberapa ahli diantaranya, sebagai berikut:
• Rating (rating method), rating sistematis yang formal adalah membandingkan seorang karyawan dengan seluruh karyawan lainnya untuk tujuan menempatkan mereka dalam ranking nilai yang sederhana. Metode ini meelibatkan sejumlah perilaku yang terkait dengan pekerjaan secara longgar dirumuskan, dan penilai(rater) diminta untuk menjawab dimensi-dimensi perilaku itu pada beberapa skala nilai. Skala nilai yang diberikan dapat mencakup yang “sangat bagus”, atau “sangat diinginkan”, hingga “yang sangat jelek” atau “sangat tidak diinginkan”.
• Perbandingan antar karyawan, digunakan untuk memilah-milah bagian-bagian kinerja dan menganalisa komponen-komponennya menggunakan rating antara karyawan.
• Tingkatan (ranking method), kategori nilai ditetapkan terlebih dahulu dan didefinisikan dengan hati-hati. Disini rater dipaksa untuk mengurutkan mereka yang dinilai pada satu atau beberapa dimensi kinerja, kemudian hasilnya diranking dari yang paling baik atau paling tinggi hingga ke yang paling jelek atau paling rendah.
• Skala grafik, metode sistematis dari penilaian kinerja dengan penentuan skala untuk sejumlah keterbukaan dari faktor-faktor khusus.
• Daftar, dipergunakan untuk mengurangi beban pada penilai. Penilai tidak mengevaluasi kinerja kaeyawan tetapi melaporkkan.
• Deskripsi pilihan tertutup, digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan adanya kemungkinan bisa dari rater, dengan cara rater diminta untuk memilih salah satu dari tiap pasangan pernyataan yang dinilai.
• Skala rating perilaku (behavior anchored rating scales), mengukur sarana pencapaian sasaran dan bukannya hasil akhir (end result). Setiap nilai diakaitkan (anchored) dengan perilaku kerja yang spesifik.
• Esai, metode penilaian kinerja atasan menuliskan sebuah narasi yang menjelaskan prestasi kerja bawahannya.
Cara Input Data Karyawan
1. Pilih master kemudian klik karyawan atau user, lalu pilih tombol tambah pada pojok kiri bawah, layar monitor anda.
Demikian penjelasan input data karyawan pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar