Kamis, 09 Desember 2021

CETAK LAPORAN BARANG BEST SELLER PADA APLIKASI BENGKEL

 


Best seller dimaksudkan untuk mengatakan bahwa sebuah buku itu sedang laris, dicari banyak orang, telah dibaca banyak manusia, terbukti dari hasil penjualannya yang tinggi. Kalau di film disebut box office. Ada beberapa indikator yang dipakai untuk memasukkan sebuah buku kedalam kategori „best seller‟. Misalnya hasil penjualan dalam seminggu minimal berapa ribu eksemplar, dan jumlah penjualan ini sifatnya harus nasional. Best seller dapat dicapai jika idiologi sastra populer sama dengan idiologi pembaca. untuk itu diperlukan iklan, salah satu bentuk iklan dalam dunia penerbitan buku adalah sampul buku, dalam dunia penerbitan sampul atau sarung adalah bagian dari sarana Promosi.


Label Best seller 

Label best seller merupakan pencantuman tulisan atau pernyataan best seller pada kemasan produk untuk menunjukkan bahwa produk yang dimaksud berstatus sebagai produk terlaris. 

Dalam merencanakan penawaran atau produk, pemasar perlu memahami lima tingkatan produk, yaitu: 

1. Produk utama/inti (core benefit) yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk. 

2. Produk generik yaitu produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi). 

3. Produk harapan (expected product) yaitu produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli. 

4. Produk pelengkap (augmented product) yaitu berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, 
sehingga dapat memberikan kepuasan dan bisa dibedakan dengan produk pesaing. 

5. Produk potensial yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang.


Kualitas Produk

Kualitas dapat diartikan kemampuan dari produk untuk menjalankan fungsinya yang mencakup daya tahan, kehandalan atau kemajuan, kekuatan, kemudahan dalam pengemasan dan reparasi produk dan ciri-ciri lainnya. Produk didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya Mutu atau kualitas produk dipengaruhi oleh faktor yang akan menentukan bahwa mutu barang dapat memenuhi tujuannya, yaitu untuk meningkatkan volume penjualan. Kualitas produk, menjadi faktor penting yang berpengaruh dalam penciptaan kepuasan pelanggan. Kualitas produk menjadikan faktor penentu kepuasan konsumen setelah melakukan pembelian dan pemakaian terhadap suatu produk. Kualitas produk adalah suatu bentuk dengan nilai kepuasan yang kompleks. Dengan kualitas produk yang baik maka keinginan dan kebutuhan konsumen terhadap suatu produk akan terpenuhi. Jika mutu produk yang diterima lebih tinggi dari yang diharapkan, maka kualitas produk yang dipersepsikan akan memuaskan. Produk dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok menurut daya tahan dan wujudnya, yaitu : 

1) Barang Tidak Tahan Lama (Non-Durable Goods) 

Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Umur ekonomisnya maksimum satu tahun. 

2) Barang Tahan Lama (Drable Goods) 

Barang tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama atau berumur ekonomis lebih dari satu tahun. 

3) Jasa (Service) 

Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.


Berikut ini metode-metode yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen menurut Tjiptono, yaitu:
1. Sistem keluhan dan saran. Media yang dapat digunakan meliputi kotak saran, kartu komentar, menyediakan saluran telepon (customer hot lines). 

2. Survei kepuasan pelanggan, dengan menggunakan metode : 1) directly reported satisfaction. Pengukuran dilakukan secara langsung melalui pertanyaan seperti “ ungkapkan seberapa puas saudara terhadap … pada skala : sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, sangat puas ”, 2) derived Dissatisfaction. Pertanyaan menyangkut dua hal, yakni besarnya harapan pelanggan terhadap atribut tertentu, dan besarnya kinerja yang mereka rasakan, 3) problem analysis. Pelanggan dijadikan responden untuk mengungkapkan dua hal pokok, pertama, masalah-masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahaan; kedua, saran-saran untuk melakukan perbaikan, 4) importanceperformance analysis. Responden diminta untuk meranking berbagai elemen (atribut) berdasarkan derajat pentingnya setiap elemen tersebut. 

3. Ghost shopping. Metode ini dilaksanakan dengan cara mempekerjakan beberapa orang (ghost shopping) untuk berperan sebagai pelanggan/pembeli potensial produk perusahaan dan pesaing.

4. Lost customer analysis. Perusahaan berusaha menghubungi para pelanggan yang telah berhenti membeli atau yang telah beralih pemasok. 


Cara cetak laporan barang best seller

1. Pilih menu laporan kemudian klik penjualan, lalu pilih laporan 10 barang terlaris/jarang laku.


2. Selanjutya akan muncul beberapa kolom seperti gambar dibawah ini, yaitu kolom tanggal cetak, count jumlah jenis nama barang yang akan terseleksi , fast (untuk mengecek barang terlaris) atau slow (untuk mengecek barang yang jarang laku). Kolom terakhir yaitu periode anda dapat mengisi per 1 bulan atau 3 bulan, 6 bulan dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan. Klik preview untuk melihat data sebelum dicetak, fungsinya untuk memastikan bahwa data yang dibutuhkan sudah sesuai.



3. Inilah data laporan barang best seller apabila ditampilkan (preview), setelah sesuai maka klik icon berbentuk printer yang berada di bar atas layar anda. 



Demikian penjelasan cetak laporan barang best seller pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar