Senin, 27 Desember 2021

EDIT DATA KAS BANK PADA APLIKASI APOTEK

 


Menurut Drs. Indriyo, pengertian kas adalah sebagai berikut: “Kas dapat diartikan sebagai uang beserta pos-pos lain yang dalam jangka waktu dekat dapat di uangkan sehingga dipakai sebagai alat untuk membayar kebutuhan finansialnya.” Di dalam neraca perusahaan, biasanya kas di catat dalam dua kategori: 

1. Cash, yang termasuk kedalam kategori ini adalah uang tunai dan valuta asing yang disimpang di dalam kas register, pretty kas, dan bank. Uang ini dapat segera digunakan untuk membayar kewajiban-kewajiban yang ada. 

2. Marketable securities. Jika perusahaan mempunyai kas yang berlebihan maka dapat di investasikan kedalam investasi jangka pendek. Manajer keuangan akan membeli surat-surat berharga yang beresiko rendah dengan likuiditas tinggi yang dapat di uangkan dengan cepat bila ada keperluan mendesak.


Pengendalian kas 

Perusahaan harus melakukan prosedur yang baik untuk mengendalikan kas, yaitu: 

a. Menyetorkan uang kas ke bank minimal satu kali sehari. Semua tagihan yang diterima oleh perusahaan harus disetorkan ke bank paling sedikit satu kali sehari, hal ini dapat mengecilkan kemungkinan terjadi kecurangan dalam penggunaan kas. 

b. Membentuk sistem kas kecil. Untuk pembayaran yang tidak terlalu besar jumlah uangnya dikeluarkan dengan uang kas kecil. Metode pencatatan kas kecil terdiri dari dua metode, yaitu sistem dana tetap (imprest fund system) dan sistem dana berubah/berfluktuasi (fluktuate fund system). 

c. Setiap pembayaran kepada pemasok dan penerimaan pembayaran sebaiknya di transfer lewat rekening bank. 

d. Digunakan CCTV untuk pengawasan terhadap kas. 

e. Menggunakan sistem voucher untuk setiap pembayaran,sehingga setiap pembayaran melibatkan lebih dari satu karyawan. 

f. Melakukan cek fisik uang kas secara mendadak. 

g. Melakukan rekonsiliasi bank.

Pengendalian Internal Kas Menurut Sari,Dkk (2017:64) Sistem pengendalian internal(control system)merupakan system dan prosedurnya yang telahditetapkan oleh pihak manajemen untuk menjaga harta yang ada di dalam perusahaan dari kelalaian atau bisa di sebut dengan kesalahan (eror),kecurangan(frauds)dalam bentuk apapun,sertakejahatan(irregularities). MenurutMulyadi (2016:129) Di dalam sistem pengendalian internal mempunyai sebuah sistem yang baik yaitu kas harus mempunyai syarat-syarat agar dapat melibatkan para pihak luar seperti bank supaya bisa terjun pada saat pencatatan ke dalam kas yangberupa ikut serta dalam melakukan pengawasan kas yang ada di dalam perusahaandan mempunyai 3 cara yakni : 

1. Semua penerimaan yang ada di dalam kas harus bisa di setor semuanya ke bank pada hari yang sama dengan bukti penerimaan kas dan bisa di setor pada waktu hari kerja yang selanjutnya. 

2. Semua tentang pengeluaran kas dapat di lakukan dengan cara menunjukkan cek atau bukti apapun agar mengetahui berapa nominal – nominal yang di keluarkan. 

3. Pengeluaran kas yang tidak dapat di lakukan dengan cara menunjukkan cek (karena jumlahnya kecil) dapat di lakukan pencatatan di dana kas kecil yang dapat di terapkan dengan cara imprest system.

Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas dengan Cek Pengeluaran dana yang jumlahnya relatif besar biasanya menggunakan sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek. Beberapa kebaikan dari sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek ditinjau dari pengendalian intern, yaitu:

1) Penggunaan nama terang pada pengeluaran kas dengan cek dapat menjamin bahwa cek yang dikeluarkan diterima oleh pihak yang namanya tercantum dalam formulir cek. 

2) Bank sebagai pihak ketiga dapat melakukan perekaman transaksi pengeluaran kas yang kemudian pihak bank secara berkala akan mengirimkan rekening koran kepada perusahaan. Rekening koran ini dapat digunakan perusahaan untuk mengecek ketelitian catatan transaksi pengeluaran kas. 

3) Pengeluaran kas dengan cek juga memberikan manfaat tambahan yaitu adanya cencelled check yang merupakan tanda terima kas dari pihak yang menerima pembayaran. Dengan menggunakan cek dalam pengeluaran kas check issuer secara otomatis menerima tanda terima kas dari pihak yang menerima pembayaran. 


Cara edit data kas

1. Pilih menu master, kemudian klik kas/bank. Selanjutnya pilihlah daftar data yang akan diedit, lalu klik tombol edit yang terletak dibawah sebelah kiri layar anda. 



2. Dalam hal ini, yang akan dieist adalah settingan untuk pembayaran piutang yang belum diceklist. 



3. Setelah setting untuk pembayaran piutang telah diceklist, klik SIMPAN atau F8.



4. Apabila data telah berhasil disimpan maka akan ada kotak dialog yang berisi informasi seperti gambar dibawah ini, klik OK.



Demikian penjelasan edit data kas bank pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar