Sabtu, 18 Desember 2021

INPUT DATA BARANG PADA APLIKASI BENGKEL

 


Metode Pencatatan Persediaan Metode pencatatan dibagi menjadi dua yaitu metode periodik dan metode buku. 

1.Metode Phisik ( Periodik ) Kieso (2011 : 405) mengatakan mengenai metode persediaan secara periodik sebagai berikut menurut sistem periodik (periodic inventory system), kuantitas persediaan ditangan ditentukan, seperti yang tersirat oleh namanya, secara periodik. Semua pembelian persediaan selama periode akuntansi dicatat dengan mendebet akun Pembelian. Total akun Pembelian pada akhir periode akuntansi ditambahkan kebiaya persediaan di tangan pada awal periode untuk menentukan total biaya yang tersedia untuk dijual selama periode berjalan. Kemudian total biaya barang yang tersedia untuk dijual dikurangi dengan persediaan akhir untuk menentukan Harga Pokok penjualan. Perhatikan bahwa dalam sistem persediaan periodik, Harga pokok penjualan adalah jumlah residu yang tergantung pada hasil perhitungan persediaan akhir secara fisik. Perhitungan fisik persediaan (physical inventory count) yang diharuskan oleh sistem persediaan periodik dilakukan sekali satu tahun pada setiap akhir tahun. 

2. Metode Perpectual (buku) Kieso (2011: 404) menyatakan Menurut sistem persediaan perpectual (perpectual inventory system), catatan yang berkelanjutan menyangkut perubahan persediaan dicerminkan dalam akun persediaan. Yaitu, semua pembelian dan penjualan (pengeluaran) barang dicatat langsung ke akun Persediaan pada saat terjadi. Karakteristik akuntansi dari sistem perpectual adalah : 

a.Pembelian barang dagang untuk dijual atau pembelian bahan baku untuk produksi didebet ke Persediaan dan bukan ke Pembelian 

b.Biaya transportasi masuk, retur pembelian dan pengurangan harga, serta diskon pembelian dicatat dalam Persediaan bukan dalam akun terpisah. 

c.Harga pokok penjualan diakui untuk setiap penjualan dengan mendebet akun Harga Pokok Penjualan, dan mengkredit Persediaan. 

d.Persediaan merupakan akun pengendali yang didukung oleh buku besar pembantu yang berisi catatan persediaan individual. Buku besar pembantu memperlihatkan kuantitas dan biaya dari setiap jenis persediaan .


Produk

Pada hakekatnya seseorang membeli produk bukan hanya sekedar ia ingin memiliki produk. Para konsumen membeli barang atau jasa karena barang atau jasa tersebut dipergunakan sebagai alat untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan. Menurut (Kotler & Amstrong, 2001 : 11) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bias ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Produk dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan. Menurut American Society for Quality Control ( dalam Lupiyoadi, 2001), kualitas adalah keseluruhan ciri-ciri dan karakteristik-karakteristik dari suatu barang atau jasa, dalam hal kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan atau bersifat laten. 

Garvin (dalam Tjiptono, 2005), indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas produk, yaitu: 

1) Kinerja, yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti (core product) yang dibeli. 

2) Fitur yang meliputi karakterisik sekunder yang melengkapi fungsi dasar produk. 

3) Reliabilitas yaitu kemungkinan kecil mengalami kerusakan atau gagal produk.

4) Kesesuaian dengan spesifikasi yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya. 

5) Daya tahan yaitu berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. 

6) Serviceabilty yang meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, kemudahan direparasi, serta penanganan keluhan secara memuaskan. 

7) Keindahan yaitu daya tarik produk terhadap panca indera. 

8) Kualitas yang dipersepsikan yaitu citra dan reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya. 


Cara input data barang 

1. Pilih menu master kemudian klik barang, selanjutnya klik tombol tambah yang berada dibawah pojok kiri layar anda. 


 
2. Maka akan muncul kolom-kolom seperti gambar dibawah ini. Untuk kolom supplier, kategori, golongan, serta harga partai dapat diisi dengan klik icon berbentuk segitiga terbalik yang terletak pada ujung kolom. Lalu, pilihlah data yang dibutuhkan. Sedangkan untuk kolom-kolom lainnya dapat diisi dengan cara ketik manual. 


3. Apabila terdapat kolom yang tidak dibutuhkan maka kosongkan saja, terakhir klik SIMPAN atau F8 pada pojok kiri bawah layar anda. 



4. Inilah data barang yang berhasil diinput (data diblok warna biru muda).



Demikian penjelasan input data barang pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar