Kamis, 02 Desember 2021

INPUT DATA PASIEN PADA APLIKASI APOTEK



 

Identifikasi adalah penempatan atau penentu identitas seseorang atau benda pada suatu saat tertentu. Sedangkan identifikasi yang dimaksud adalah pengecekan ulang data pasien sebelum melaksanakan kegiatan asuhan keperawatan pada pasien untuk kepentingan masa perawatan. Proses identifikasi ini setidaknya memerlukan dua cara untuk mengidentifikasi pasien, seperti nama, nomor identifikasi, tanggal lahir atau gelang berkode. 

Jika diperlukan tidakan lebih lanjut, maka dokter yang praktik di apotek. Akan memberikan surat rujukan rumah sakit. Biasanya Rumah sakit lebih mengembangkan suatu pendekatan untuk memperbaiki/meningkatkan ketelitiam identifikasi pasien, salah satu alat yang digunakan adalah gelang identitas pasien. Gelang identitas adalah suatu alat berupa gelang identifikasi yang dipasangkan kepada pasien secara individual yang digunakan sebagai identitas pasien selama dirawat di rumah sakit.Ada beberapa tindakan atau prosedur yang membutuhkan identifikasi pasien, yaitu pemberian obat-obatan, prosedur pemeriksaan radiologi, intervensi pembedahan dan prosedur invasif lainnya seperti transfuse darah, pengambilan sampel, transfer pasien dan konfirmasi kematian.

Gelang identifikasi dibedakan dalam beberapa warna dengan tujuan yang berbeda-beda, yaitu : 

1) Pink : pasien dengan jenis kelamin perempuan 

2) Biru : pasien dengan jenis kelamin laki-laki 

3) Merah : semua pasien yang memiliki alergi obat 

4) Kuning : semua pasien dengan risiko jatuh 

Ada 3 hal yang wajib ada pada gelang pengenal pasien (biru dan pink) untuk mengidentifikasi pasien, yaitu : nama lengkap pasien, tanggal lahir dan nomor rekam medis. Sedangkan untuk gelang alergi (merah) Ada 4 hal yang wajib dicantumkan, yaitu: nama lengkap, umur, nomor rekam medis dan jenis alergi pasien. 


Tujuan Identifikasi Pasien 

Rumah sakit terus mengembangkan pendekatan untuk memperbaiki atau meningkatkan ketelitian identifikasi pasien. Kebijakan dan prosedur secara kolaboratif dikembangkan untuk memperbaiki proses identifikasi, khususnya proses yang digunakan untuk mengidentifikasi pasien ketika pemberian obat, darah atau produk darah, pengambilan darah dan specimen lain untuk pemeriksaan klinis atau memberikan pengobatan atau tindakan lain. Berdasarkan standar akreditasi rumah sakit tahun 2012 maksud dan tujuan identifiksi pasien yaitu menggunakan cara yang dapat dipercaya dalam mengidentifikasi pasien sebagai indivisu yang mendapatkan pelayanan atau pengobatan dan untuk menciocokkan pelayanan dan pengobatan terhadap individu tersebut.


Strategi dalam Identifikasi Pasien 

Kegagalan yang sering terjadi pada saat melakukan identifikasi pasien secara benar akan mengarah kepada tindakan dalam pemberian obat, pelaksanaan prosedur, pemeriksaan klinis pada orang yang salah. Dalam rangka meminimalkan resiko tersebut WHO Collaborating Center for Patient Safety Solutions menerbitkan 9 solusi keselamatan Pasien Rumah Sakit (World Health Organization et al., 2007), di mana pada solusi yang kedua adalah identifikasi pasien. Strategi yang ditawarkan dalam identifikasi pasien tersebut adalah : 

1) Pastikan bahwa organisasi kesehatan memiliki system identifikasi pasien 

  • Menekankan bahwa tanggungjawab utama perawat sebelum melakukan perawatan, pengobatan, pengambilan specimen atau pemeriksaan klinis harus memastikan identitas pasien secara benar, 
  • Mendorong penggunaan setidaknya 2 identitas (nama dan tanggal lahir). 
  • Standarisasi pendekatan untuk identifikasi pasien antara fasilitas yang berbeda dalam sistem perawatan kesehatan 
  • Menyediakan protokol yang jelas untuk mengidentifikasi pasien dan untuk membedakan identitas pasien dengan nama yang sama. 
  • Mendorong pasien untuk berpartisipasi dalam semua tahapan proses perawatan di rumah sakit. 
  • Mendorong pemberian label pada wadah yang digunakan untuk pengambilan darah dan specimen lainnya. 
  • Menyediakan protocol yang jelas untuk menjaga identitas sampel pasien saat pra-analitis, analitis dan proses pascaanalitis 
  • Menyediakan protocol yang jelas untuk mempertanyakan hasil laboratorium atau temuan tes lain ketika mereka tidak konsisten dengan riwayat klinis pasien. 
  • Menyediakan pemeriksaan berulang dan review dalam rangka untuk mencegah multiplikasi otomatis dari kesalahan entri pada komputer. 

2) Memasukkan ke dalam program pelatihan atau orientasi tenaga kesehatan tentang prosedur pemeriksaan/verifikasi identitas pasien. 

3) Mendidik pasien tentang pentingnya dan relevansi identifikasi pasien yang benar dengan cara yang positif yang juga menghormati kekhawatiran untuk privasi. 


Cara Input Data Pasien

1. Pilih transaksi, klik konsultasi kemudian klik tombol tambah. 


2. Double klik pada ujung kolom kode pasien, tombolnya berbentuk [...]. 


3. Maka akan keluar form yang berisi kolom-kolom untuk mengisi identitas. Karena yang akan diinput adalah pasien maka klik pada lingkaran pasien. Cara pengisiannya yaitu diketik manual pada kolom kode pasien, nama, alamat, telepon, pekerjaan, nama keluarga penanggung dan keterangan. 


4. Sementara untuk kolom yang pengisiannya dengan cara klik pada ujung kolom (tombol berbentuk segitiga terbalik atau [...]) lalu pilihlah data yang sesuai. Adapun kolom-kolom tersebut yaitu jenis kelamin, tanggal lahir, agama, group diskon barang, kelas, ruang, tanggal masuk dan keluar. Khusus untuk tanggal lahir, klik angka yang dibutuhkan kemudian untuk tahun bisa langsung klik tombol << untuk tahun sebelum 2021. Sehingga anda tidak perlu lama-lama mengisi form tahun lahir pasien karena harus mencari tahun yang sudah cukup jauh dari 2021. 


5. Inilah data pasien yang telah diinput, jida datanya teah dipastikan sesuai dan tepat klik SIMPAN.


6. Maka akan muncul information box, bahwa data telah berhasil disimpan. 


Demikian penjelasan input data pasien pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar