Sabtu, 18 Desember 2021

INPUT DATA PENGELUARAN TOKO PADA APLIKASI BENGKEL

 


Bisnis ritel merupakan suatu bisnis menjual barang dan jasa pelayanan yang telah diberi nilai tambah untuk memenuhi kebutuhan pribadi, keluarga, atau pengguna akhir lainnya.

Macam-macam toko modern diantaranya adalah:

a) Supermarket Adalah toko modern yang menjual segala macam kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, dan barang kebutuhan konsumen seperti sabun mandi, pasta gigi, tisu dan lain-lain. Supermarket memiliki luas lantai penjualan 400 m2 hingga 5.000 m2 sehingga lebih luas dari 15 Ibid, h. 30-37. minimarket namun lebih kecil dari hypermarket. Contoh supermarket antara lain: Hero, Super Indo, Matahari, dan lain-lain. 

b) Minimarket Adalah toko modern berukuran lebih kecil dari supermarket yang menjual berbagai barang (makanan, minuman, perlengkapan sehari-hari) namun tidak selengkap dan sebesar supermarket. Minimarket mempunyai luas lantai penjualan di bawah 400 m2. Berbeda dengan toko klontong, minimarket menerapkan sistem pelayanan mandiri (swalayan), dimana pembeli dapat mengambil sendiri barang dari rak-rak dagangan daan membayarnya dikasir. Contoh minimarket berbentuk misalnya, Indomart, Alfamart, Alfamidi, Star mart dan lain-lain. 

c) Department store Adalah toko eceran modern yang bersekala besar yang pengelolaannya dipisah dan dibagi menjadi bagian-bagian atau departemen-departemen yang menjual macam barang yang berbeda-beda. bagian-bagian tersebut misalnya bagian pakaian wanita, pakaian anak-anak, dan lain-lain. Department store mempunyai luas lantai penjualan diatas 400 m2 sehingga hampir sama dengan supermarket. Contoh department store misalnya Matahari, Ramayana, Robinson dan lain-lain. 

d) Hypermarket Adalah jenis toko modern yang memiliki luas lantai penjualan lebih dari 5.000 m2 sehingga lebih luas dibandingkan supermarket. hypermarket mempunyai persyaratan luas lantai penjualan yang sama dengan perkulakam/grosir, namun perbedaannya jumlah dan jenis barang yang dijual di Hypermarket sangat besar (lebih dari 50.000 item) dan meliputi banyak jenis produk. Contoh Hypermarket antara lain adalah Hypermarket Giant, dan Carrefour. 

e) Perkulakan atau grosir Adalah sarana tempat usaha untuk melakukan pembelian berbagai macam barang dalam partai besar dari berbagai pihak dan menjual barang tersebut dalam partai besar sampai pada subdistributor dan satu pedagang eceran. Contoh perkulakan/grosir adalah Indo grosir, Goro, dan Makro. Perkulakan makro dari belanda saat ini sudah diambil alih oleh Lotte Mart dari korea selatan.

f) Speciality Store (toko produk khusus) Adalah toko modern yang menjual produk tertentu yang bersifat khusus. Contoh Speciality Stores yang ada di Indonesia misalnya toko buku Gramedia dan TriMedia, toko elektronik Electronic City dan Electronic Solution, toko bahan bangunan Depo Bangunan, toko musik Disctarra, toko obat/apotik Guardian, toko perlengkapan bayi cindy & Nikita, toko perlengkapan rumah tangga ACE Hardwere, dan lain-lain. 


Penggolongan biaya, dapat diuraikan sebagai berikut: 

1) Penggolongan biaya menurut objek pengeluaran Cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya, misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut “Biaya bahan bakar”. 

2) Penggolongan biaya menurut fungsi pokok perusahaan Perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok biaya, maka biaya dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok, yaitu: 

a) Biaya produksi Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengelolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. 

b) Biaya pemasaran Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk, seperti biaya iklan, biaya promosi, dan biaya angkutan. 

c) Biaya Administrasi dan Umum Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk, seperti biaya gaji karyawan Bagian Keuangan, Akuntansi, Personalia, dan Bagian Hubungan Masyarakat.


Cara input data pengeluaran toko

1.  Pilih menu back office, kemudian klik pengeluaran (icon yang diblok warna kuning). Selanjutnya klik tombol TAMBAH yang berada dipojok kiri bawah layar anda. 



2. Isilah kolom-kolom dibawah ini dengan cara ketik manual kecuali pada kolom kode biasanya secara otomatis akan muncul kode sehingga akan menjadi berurutan dengan kode sebelumnya. Untuk kolom tanggal, biaya dan kas, diisi dengan cara klik tombol pilihan yang terletak pada ujung sebelah kanan masing-masing kolom yang berbentuk icon segiriga terbalik. Sedangkan untuk kolom keterangan dan jumlah dapat diisi dengan ketik manual.


3. Setelah semua kolom terisi dan dapat dipastikan telah sesuai, maka klik tombol SIMPAN atau F8.



4. Maka akan muncul kotak dialog berisi pemberitahuan bahwa data telah berhasil disimpan, klik OK.



5. Inilah tampilan data pengeluaran toko yang telah terinput.



Demikian penjelasan input data pengeluaran toko pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar