Harga menjadi sesuatu yang sangat penting, artinya bila harga suatu barang terlalu mahal dapat mengakibatkan barang menjadi kurang laku, dan sebaliknya bila menjual terlalu murah, keuntungan yang didapat menjadi berkurang. Penetapan harga yang dilakukan penjual atau pedagang akan mempengaruhi pendpatan atau penjualan yang akan diperoleh atau bahkan kerugian yang akan diperoleh jika keputusan dalam menetapkan harga jual tidak dipertimbangkan dengan tepat sasaran.
Dalam menetapkan harga jual dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti:
1. Penetapan harga jual oleh pasar yang artinya penjual tidak dapat mengontrol harga yang dilempar dipasaran. Harga ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan dalam keadaan seperti ini penjual tidak dapat menetapkan harga jual yang diinginkan.
2. Penetapan harga jual yang dilakukan oleh pemerintah, artinya pemerintah berwenang menetapkan harga barang dan jasa terutama menyangkut masyarakat umum. Perusahaan tidak dapat menetapkan harga jual barang sesuai kehendaknya.
3. Penetapan harga jual yang dicontoh oleh penjual oleh perusahaan, maksudnya harga ditetapkan sendiri oleh perusahaan. Penjual menetapkan harga dan pembeli boleh memilih, membeli atau tidak. Harga ditetapkan oleh keputusan atau kebijaksanaan dalam perusahaan.
Mulyadi (2014), klasifikasi biaya berdasarkan perilaku biaya dibagi menjadi empat, yaitu:
1. Biaya variabel Biaya yang jumlahnya berubah-ubah, namun perubahannya sebanding dengan perubahan volume produksi/penjualan. Contoh: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.
2. Biaya tetap Biaya yang tidak berubah jumlahnya walaupun jumlah yang diproduksi/dijual berubah dalam kapasitas normal. Contoh: biaya pembelian mesin.
3. Biaya semi variabel Biaya yang jumlahnya ada yang berubah-ubah sesuai dengan perubahan kuantitas dan ada tarif tetapnya. Contoh: biaya telfon, biaya listrik, kedua biaya tersebut terdiri dari biaya langganan yang pasti harus dibayar dan biaya pemakaian.
4. Biaya bertingkat 8 Biaya yang dikeluarkan sifatnya tetap harus dikeluarkan dalam suatu rentang produksi. Contoh: biaya pembelian mesin pertama, jika produksi terlalu banyak mesin pertama yang dibeli tidak memenuhi kapasitas, maka perusahaan membeli mesin kedua.
Cara setting pembulatan otomatis saat transaksi penjualan
1. Pilih menu back office, klik lainnya lalu pembulatan otomatis.
2. Akan muncul data seperti gambar dibawah ini, yaitu pembulatan otomatis saat transaksi penjualan. Dengan pilihan YA atau TIDAK. Disini kita pilih YA, fungsinya yaitu saat penjualan barang saat ada bilangan seratus akan dibulatkan keatas. Selanjutnya baris kedua yaitu tampilkan margin saat penjualan yaitu saat penjualan tampilkan margin harga jual. Caranya yaitu klik kolom segi empat sampai muncul tanda centang. Yang disetting disini yaitu klik YA dan klik ceklist tampilkan margin saat penjualan. Terakhir klik SIMPAN yang terletak pada pojok kiri bawah.
3. Setelah setting berhasil maka akan mendapatkan pemberitahuan seperti gambar dibawah ini, kemudian klik OK.
Demikian penjelasan setting pembulatan otomatis saat transaksi penjualan pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar