Kamis, 09 Desember 2021

INPUT DATA NOMOR POLISI PADA APLIKASI BENGKEL

 


Plat nomor adalah salah satu jenis identifikasi kendaraan bermotor bermotor. Plat nomor juga disebut plat registrasi kendaraan, atau di Amerika Serikat dikenal sebagai plat izin (license plate). Bentuknya berupa potongan plat logam atau plastik yang dipasang pada kendaraan bermotor sebagai identifikasi resmi. Biasanya plat nomor jumlahnya sepasang, untuk dipasang di depan dan belakang kendaraan. Namun ada jurisdiksi tertentu atau jenis kendaraan tertentu yang hanya membutuhkan satu plat nomor, biasanya untuk dipasang di bagian belakang. 

Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau sering disebut plat nomor merupakan tanda regident Ranmor yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian Ranmor berupa pelat atau berbahan lain dengan spesifikasi tertentu yang diterbitkan Polri dan berisikan kode wilayah, nomor registrasi, serta masa berlaku dan dipasang pada kendaraan bermotor (Perkap, 2012). Secara teknis, spesifikasi TNKB berupa plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris. Baris pertama menunjukkan kode wilayah huruf, nomor polisi angka, dan kode/seri akhir wilayah (huruf). Baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku. Bahan baku TNKB adalah aluminium dengan ketebalan 1 mm. Ukuran TNKB untuk kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3 adalah 250×105 mm, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda 4 atau lebih adalah 395×135 mm. Terdapat cetakan garis lurus pembatas lebar 5 mm di antara ruang nomor polisi dengan ruang angka masa berlaku (yang lama), sedangkan yang baru terdapat garis putih di sekitar TNKB dan tidak ada batas pemisah antara nomor polisi dan masa berlaku dari tahun 2011 (Perkap, 2012). 

Citra digital adalah citra Continue yang diubah ke dalam bentuk diskrit, baik koordinat ruang maupun nilai intensitas cahayanya. Dengan kata lain, citra digital dibuat dengan cara mencuplik suatu citra kontinyu dengan jarak seragam. Suatu titik terkecil pada citra digital sering disebut sebagai picture element atau pixel. Citra dapat berupa citra vektor ataupun citra bitmap. 

a. Resizing 

Resizing merupakan proses mengubah ukuran citra, baik memperbesar ataupun memperkecil resolusi citra (Pratt, 2007). Resizing juga dapat digunakan untuk menormalisasi ukuran semua citra sehingga memiliki ukuran yang sama. 

b. Grayscaling 

Grayscaling merupakan proses mengubah citra warna (RGB) menjadi citra keabuan. Grayscaling digunakan untuk menyederhanakan model citra RGB yang memiliki 3 layer matriks, yaitu layer matriks red, green, dan blue menjadi 1 layer matriks keabuan. Grayscaling dilakukan dengan cara mengalikan masing-masing nilai red, green, dan blue dengan konstanta yang jumlahnya 1.

c. Deteksi tepi Canny 

Deteksi tepi adalah operasi yang dijalankan untuk mendeteksi garis tepi (edges) yang membatasi dua wilayah citra yang homogen yang memiliki tingkat kecerahan yang berbeda. Metode deteksi tepi yang memiliki jangkauan deteksi yang lebih luas. Metode ini mampu mendeteksi tepi sebanyak mungkin, menentukan tepi sedekat mungkin dengan tepi asli, dan tidak melakukan deteksi tepi secara berulang sehingga mengurangi kesalahan pada saat mengidentifikasi (Suciati et al. 2013).

d. Binarization (Thresholding) 

Thresholding merupakan teknik binerisasi yang digunakan untuk mengubah citra keabuan menjadi citra biner. Thresholding dapat digunakan dalam proses segmentasi citra untuk mengidentifikasi dan memisahkan objek yang diinginkan dari background berdasarkan distribusi tingkat keabuan atau tekstur citra (Liao, 2001). Proses thresholding menggunakan nilai batas (threshold) untuk mengubah nilai piksel pada grayscale image menjadi hitam atau putih. 

e. Gaussian Blur Blurring (pengaburan),atau smoothing

merupakan pemerataan nilai piksel-piksel tetangga yang menghilangkan detail halus dari suatu citra. Pada penelitian ini, teknik blurring yang digunakan adalah Gaussian Blur. Gaussian Blur merupakan teknik pengaburan suatu citra menggunakan fungsi Gaussian, yang digunakan untuk mengurangi noise pada citra dan mengurangi detail (Nayakwadi & Pokale, 2014). 


Cara input data nomor polisi

1. Pilih master kemudian klik nomor polisi. 



2. Klik TAMBAH yang terletak pada pojok kiri bawah layar anda.


3. Selanjutnya isilah data identitas biaya dengan cara ketik manual kecuali pda kolom nama dan alamat pelanggan. Pengisiannya yaitu dengan cara klik tombol [...] lalu akan muncul daftar pelanggan dan pilihlah sesuai dengan kebutuhan.



5. Setelah semua kolom terpenuhi dan dipastikan telah sesuai pengisiannya, maka klik SIMPAN atau F8.


6. Apabila data berhasil disimpan maka akan muncul pemberitahuan seperti gamabr dibawah ini, lalu klik OK.



Demikian penjelasan input data nomor polisi pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar