Minggu, 30 Januari 2022

INPUT DATA PEMASUKAN PADA APLIKASI APOTEK



Definisi Pemasukan/ Pendapatan 

Pendapatan adalah sejumlah penghasilan yang diperoleh masyarakat atas prestasi kerjanya dalam periode tertentu, baik harian, mingguan, bulanan maupun tahunan (Sukirno, 2006). Rahardja dan Manurung (2001) mengemukakan pendapatan adalah total penerimaan (uang dan bukan uang) seseorang atau suatu rumah tangga dalam periode tertentu. Berdasarkan kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendapatan merupakan penghasilan yang diterima oleh masyarakat berdasarkan kinerjanya, baik pendapatan uang maupun bukan uang selama periode tertentu, baik harian, mingguan, bulanan maupun tahunan.

Menurut Mankiw mengemukakan bahwa pendapatan perorangan (personalIncome) adalah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga dan usaha yang bukan perusahaan. Pendapatan perorangan juga mengurangi pajak pendapatan perusahaan dan kontribusi pada tunjangan sosial. Sebagai tambahan, pendapatan perorangan ikut menghitung pendapatan bunga yang diterima rumah tangga yang berasal dari kepemilikan atas utang negara dan juga pendapatan yang diterima rumah tangga dari program transfer pemerintah sebagai tunjangan sosial.

Tingkat Pendapatan Ariyani dan Purwantini (2006) menyebutkan bahwa tingkat pendapatan seseorang digolongkan menjadi 4 golongan yaitu: 

1) Golongan yang berpenghasilan rendah (low income group), yaitu pendapatan rata-rata Rp 150.000 

2) Golongan yang berpenghasilan sedang (moderate income group), yaitu pendapatan rata-rata antara Rp. 150.000 – Rp 450.000 per bulan. 

3) Golongan berpenghasilan menengah (middle income group), yaitu pendapatan rata-rata antara Rp 450.000 – 900.000 

4) Golongan yang berpenghasilan tinggi (high income group), yaitu rata-rata pendapatan perbulan lebih dari Rp. 900.000

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang antara lain: 

1) Lama usaha 

Lama usaha memegang peranan penting dalam usaha penjualan. Lama usaha berkaitan dengan banyak sedikitnya pengalaman yang diperoleh pedagang dalam berjualan. Semakin lama pedagang menjalani usahanya akan meningkatkan produktivitasnya sehingga dapat menambah efisiensi dan menekan biaya produksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan. Selain itu, semakin lama usaha seseorang dalam berdagang akan meningkatkan pengetahuan pedagang mengenai selera atau minat pembeli dan menambah relasi bisnis serta pelanggan sehingga dapat meningkatkan pendapatan. 

2) Lokasi berdagang 

Lokasi berdagang merupakan salah satu strategi dalam perdagangan. Lokasi berdagang yang saling berdekatan dengan pesaing, mendorong pedagang untuk melakukan strategi kompetisi. 

3) Jam kerja 

Jam kerja berkaitan dengan teori penawaran tenaga kerja, yaitu tentang kesediaan individu dalam bekerja dengan harapan akan memperoleh pendapatan atau tidak bekerja dengan konsekuensi tidak memperoleh penghasilan yang seharusnya diperoleh. Berdasarkan faktor-faktor di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan penjual pasar adalah kemampuan pedagang, kondisi pasar, modal usaha, kondisi organisasi, lama usaha, lokasi berdagang dan jam kerja. 

Pedagang Sudirmansyah (2011) menyebutkan bahwa pedagang adalah orang yang melakukan usaha jualan, usaha kerajinan maupun usaha pertukangan kecil. Pedagang dikategorikan menjadi: 

a. Pedagang grosir, yaitu pedagang yang beroperasi dalam rantai distribusi antara produsen dengan pedagang eceran. 

b. Pedagang eceran, yaitu pedagang yang menjual produk secara langsung kepada konsumen. Pedagang di pasar tradisional dibedakan menjadi dua yaitu: 

  • Pedagang kios, yaitu pedagang yang mempunyai dan menempati bangunan kios di pasar. 
  • Pedagang non kios, yaitu pedagang yang menempati tempat selain kios, seperti dalam los, luar los, dasaran dan palyon (Hentiani, 2011). 

 

Cara input data pemasukan 

1. Pilih menu back office kemudian pilih pemasukan selanjutnya klik tombol tambah yang berada dipojok sebelah kiri layar anda. 



2. Akan keluar detail identitas pemasukan pada apotek. Kemudian isilah kolom-kolom tersebut dengan cara ketik manual kecuali kolom kode sudah otomatis terisi, sedangkan kolom tanggal, jenis/kategori dan kas. Cara pengisiannya yaitu dengan klik icon segitiga terbalik pada masing-masing kolom. Lalu, pilihlah data yang dibutuhkan. 



3. Setelah semua kolom terisi, dan dipastikan telah sesuai. Maka, klik SIMPAN atau (F8).



4. Apabila data berhasil tersimpan, maka munculah kotak dialog yang berisi informasi seperti gambar dibawah ini. Klik OK. 



5. Inilah tampilan data pemasukan yang telah diinput. 



Demikian penjelasan input data pemasukan pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar