Rabu, 05 Januari 2022

INPUT DATA PENGELUARAN PADA APLIKASI APOTEK

 


Biaya operasional adalah biaya yang berupa pengeluaran uang untuk melaksanakan kegiatan pokok. Di samping itu, biaya operasional juga bisa didefinisikan sebagai seluruh pengorbanan yang dikeluarkan pengusaha untuk mendanai kegiatan operasional usaha demi mencapai tujuan yang ditargetkan.

Menurut Mowen dan Handsen (2000:36) mendefenisikan “Biaya adalah nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau dimasa yang akan datang bagi organisasi atau perusahaan “.

Jenis jenis biaya total dibedakan kepada tiga jenis biaya: 
a. Biaya tetap total (TFC) : yang meliputi pembelanjaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi yang tetap jumlahnya. 
b. Biaya perubah total (TVC) : meliputi semua pembelanjaan yang digunakan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat berubah jumlahnya. 
c. Biaya total (TC) : meliputi semua pembelanjaan keatas faktor-faktor produksi yang digunakan, yang meliputi faktor produksi yang tetap jumlahnya dan yang dapat berubah. Dalam persamaan : TC = TFC + TVC
 


Biaya Produksi

Usaha produksi yang dilangsungkan dalam suatu usaha pada umumnya terdapat 3 komponen dasar biaya produksi, yaitu biaya bahan baku (Material Cost), biaya tenaga kerja langsung (Labour Cost), dan biaya overhead pabrik (Factory Overhead Cost). Biaya produksi di golongkan menjadi biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung. 

a. Biaya produksi langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya ini langsung di perhitungkan kedalam harga produksi yang terdiri atas biaya-biaya berikut: 
1) Biaya bahan langsung, artinya semua bahan baku untuk membentuk suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari barang jadi dan dapat langsung di perhitungkan dalam harga pokok produksi, seperti kertas pada percetakan, benang pada tekstil, kedelai pada tempe.
2) Biaya tenaga kerja langsung, artinya upah untuk para pekerja yang secara langsung untuk membuat produk dan jasa dapat langsung diperhitungkan kedalam harga pokok produk, seperti upah tukang. 

b. Biaya produksi tidak langsung adalah biaya selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi di pabrik. Biaya ini lazim disebut dengan biaya overhead pabrik (BOP), dikelompokan menjadi biaya-biaya berikut: 
1) Biaya bahan penolong, bahan yang diperlukan untuk pembuatan produk dan penggunaanya relatif kecil. 
2) Biaya tenaga kerja tidak langsung, upah untuk tenaga kerja yang secara tak langsung berhubungan dengan pembuatan produk. 
3) Biaya produksi tak langsung lainya, seperti biaya penyusutan mesin, asuransi dan perlengkapan mesin.

Tujuan barang dan jasa diproduksi yaitu: 
a. Memenuhi Kebutuhan manusia manusia memiliki beragam kebutuhan terhadap barang dan jasa. Itu semua harus dipenuhi dengan kegiatan produksi. Apalagi jumlah manusia terus bertambah. 
b. Mencari keuntungan/laba dengan memproduksi barang dan jasa, produsen (orang yang memproduksi) berharap bisa menjualnya dengan memperoleh laba sebanyak-banyak. 
c. Menjaga kelangsungan hidup perusahaan Produksi barang dan jasa, produsen akan memperoleh pendapatan dan laba dari penjualan produknya. Pendapatan dan laba tersebut dapat digunakan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan termasuk kehidupan para karyawan. 
d. Meningkatkan mutu dan jumlah produksi Produsen selalu berusaha memuaskan keinginan konsumen. Dengan berproduksi, produsen punya kesempatan melakukan uji coba/eksperimen untuk meningkatkan mutu sekaligus jumlah produksinya agar lebih baik dari produksi sebelumnya.
 

Cara input data pengeluaran

1. Pilih menu back office kemudian klik pengeluaran selanjutnya pilih tombol tambah yang berada dipojok kiri bawah yaran anda. 



2. Kemudian isilah kolom-kolom dibawah ini dengan cara ketik manual, kecuali kolom tanggal, biaya dan kas diisi dengan cara klik icon segitiga terbalik pada ujung masing-masing kolom.



3. Setelah semua kolom terisi semua dan dipastikan telah sesuai, maka klik SIMPAN atau F8. 



4. Selanjutnya akan muncul kotak dialog yang berisi informasi bahwa data telah tersimpan, seperti gambar dibawah ini. Klik OK. 



5. Inilah tampilan data pengeluaran yang telah berhasil diinput. 



Demikian penjelasan input data pengeluaran pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar