Mulyadi (2000:84), mengemukakan pengertian biaya operasional sebagai
biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang
siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin, biaya peralatan,
biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya bagi karyawan yang bekerja
dalam bagian-bagian baik yang langsung maupun tidak langsung berhubungan
dengan proses produksi.
Jenis biaya dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Biaya Produksi Biaya produksi adalah biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi. Pengertian lainnya menjelaskan bahwa biaya produksi merupakan biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama satu periode. Biaya ini terdiri atas persediaan barang dalam proses awal, ditambah biaya pabrikasi (manufacturing cost), kemudian dikurangi dengan persediaan barang dalam proses akhir. Biaya produksi digolongkan menjadi biaya prduksi langsung dan biaya produksi tak langsung.
a. Biaya produksi langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya ini langsung diperhitungkan kedalam harga pokok produksi yang terdiri atas biaya-biaya berikut:
- Biaya bahan langsung, artinya semua bahan untuk membentuk suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari barang jadi dan dapat langsung diperhitungkan dalam harga pokok produksi, seperti kertas pada percetakan, benang pada tekstil, dan tanah liat pada batu bata.
- Biaya tenaga kerja langsung, artinya upah untuk para pekerja yang secara langsung membuat produk dan jasanya dapat langsung diperhitungkan kedalam harga pokok produk, seperti upah tukang.
b. Biaya produksi tak langsung adalah biaya selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerka langsung yang terjadi di pabrik. Biaya ini lazim disebut biaya overhead pabrik (BOP), dikelompokkan menjasi biaya-biaya berikut:
- Biaya bahan penolong, bahan yang diperlukan untuk pembuatan produk dan penggunaannya relatif kecil.
- Biaya tenaga kerja tak langsung, upah untuk tenaga kerja yang secara tidak langsung berhubungan dengan pembuatan produksi.
- Biaya produksi tak langsung, seperti biaya penyusutan mesin, asuransi, dan perlengkapan mesin.
2. Biaya Nonproduksi Biaya nonproduksi adalah biaya yang terjadi atau yang dikeluarkan untuk bahan pelengkap atau pembantu, seperti biaya administrasi umum dan biaya penjualan atau biaya pemasaran. Penjelasan lain menyebutkan biaya untuk bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi, tetapi tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dangan barang jadi yang dihasilkan. Beban administrasi, umum, dan penjualan adalah contoh biaya nonproduksi utama yang ditampilkan dalam laporan laba rugi. Beban administrasi, umum, dan penjualan terdiri terdiri atas biaya gabungan dari operasi perusahaan yang termasuk kedalam aspek berikut:
1) Penjualan: beban pokok penjualan yang termasuk gaji, biaya iklan, biaya manufaktur, sewa, semua biaya dan pajak secara langsung berhubungan dengan produksi dan penjualan produk.
2) Umum: beban usaha umum dan pajak yang secara langsung berhubungan dengan operasi umum perusahaan, tetapi tidak berkaitan dengan dua kategori lainnya.
3) Administrasi: gaji eksekutif dan pendukung lainnya serta semua pajak yang berkaitan dengan administrasi perusahaan secara keseluruhan. Sementara itu, apabila digunakan sebagai variabel dalam suatu penelitian, biaya operasional bisa berpengaruh terhadap profitabilitas sebuah perusahaan. Hal tersebut dikarenakan dalam suatu perusahaan, umumnya terdapat laporan laba rugi yang di dalamnya terdapat unsur-unsur biaya operasional yang memengaruhi laba rugi usaha suatu perusahaan. Apabila pendapatan usaha lebih besar daripada biaya operasional yang dikeluarkan, maka akan terjadi keuntungan pada perusahaan dan laba usaha. Dan, apabila pendapatan usaha lebih kecil dari biaya operasional yang dikeluarkan, maka akan terjadi rugi atau penurunan pada laba yang akan didapatkan.
Biaya produksi
Firdaus dan Wasilah (2009), mengelompokkan biaya produksi kedalam tiga bagian yaitu sebagai berikut:
1. Biaya Bahan Baku Langsung
Menurut Ahyari (1979:1) mengatakan bahwa bahan baku atau
bahan mentah merupakan bahan yang digunakan untuk keperluan
produksi. Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian
menyeluruh produk jadi. Di dalam memperoleh bahan baku, perusahaan
tidak hanya mengeluarkan biaya sejumlah harga beli saja, tetapi juga
mengeluarkan biaya-biaya pembelian, pergudangan, biaya transportrasi
dan biaya perolehan lainnya.
2. Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk pekerja
atau karyawan yang dapat ditelusuri secara fisik kedalam pembuatan
produk dan bisa pula ditelusuri dengan mudah tanpa memakan banyak
biaya (Simamora, 1999:37). Biaya tenaga kerja adalah pengeluaran
perusahaan yang digunakan untuk pembayaran (upah atau gaji) tenaga
manusia yang bekerja mengolah produk (Nafarin, 2004;100).
Biaya tenaga kerja ialah semua balas jasa yang diberikan oleh
perusahaan kepada semua karyawan. Sesuai dengan fungsi dimana
karyawan bekerja, biaya tenaga kerja dapat digolongkan kedalam biaya
tenaga kerja pabrik, biaya tenaga kerja pemasaran, biaya tenaga kerja
administrasi dan umum, serta fungsi keuangan. Biaya tenaga kerja
langsung adalah balas jasa yang diberikan kepada karyawan yang
manfaatnya dapat diidentifikasi atau diikuti jejaknya pada produk tertentu
yang dihasilkan oleh perusahaan (Syahyunan, 2004:4).
3. Biaya Bahan Penolong
Biaya bahan penolong adalah bahan pelengkap yang melekat pada
suatu produk. Bahan penolong tersebut biasaanya diguanakan sebagai
bahan pembantu dalam proses produksi produk, yang biasa disebut
dengan supples pabrik, yaitu bahan yang diperlukan dalam dalam
pembuatan suatu produk yang bersangkutan bahan penolong bahan
yang bersifat sebagai bahan pembantu untuk proses pembuatan barang
jadi, nilainya relatif kecil dibanding biaya produksi. Bahan penolong diolah
menjadi bagian produk selesai tetapi pemakaiannya tidak dapat diikuti
jejak atau manfaatnya pada produk selesai tertentu.
Cara edit biaya operasional
1. Pilih menu back office kemudian klik pengeluaran pilih data yang akan diedit, selanjutnya klik edit yang berada dibawah sebelah kiri layar anda.
2. Maka akan muncul detail data seperti gambar dibawah ini, pilih kolom yang akan diedit.
4. Apabila data berhasil disimpsn maka akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini, klik OK.
5. Inilah tampilan data biaya operasional yang berhasil diedit.
Demikian penjelasan edit biaya operasional pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar