Pangan atau makanan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber
hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan bagi
konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan
bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan/atau
pembuatan makanan dan minuman (Kementerian Kesehatan RI, 2014). Makanan
mengandung berbagai komponen, baik yang dapat dicerna maupun tidak.
Komponen makanan yang dapat dicerna dan dapat diserap serta bermanfaat
bagi tubuh disebut zat gizi. Di samping zat gizi, makanan juga mengandung zat
nongizi, seperti serat makanan dan pigmen (Alsuhendra, 2013:2).
Fungsi makanan
Fungsi makanan yang berkaitan dengan tubuh. Makanan menjadi sumber
energi untuk melakukan kegiatan / aktivitas. Selain itu, makanan berperan dalam
pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Zat-zat tersebut diperlukan
untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan pengganti sel yang rusak.
15
Makanan juga berperan dalam membangun struktur sel atau jaringan dalam
tubuh. Misalnya protein bertujuan mengatur keseimbangan air di dalam sel,
bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan
membentuk antibodi sebagai penangkal organisme yang bersifat infeksi dan
bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. (Dewi, 2012:6)
Sikap merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi
merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap merupakan kesiapan
untuk bereaksi terhadap objek dilingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan
27
terhadap objek. Menurut Notoatmodjo (2003) dalam hal sikap, dapat dibagi
dalam berbagai tingkatan, antara lain :
a. Menerima (Receiving)
Menerima diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus
yang di berikan (objek). Misalnya sikap orang terhadap gizi dapat dilihat dari
kesediaan dan perhatian orang itu terhadap ceramah-ceramah tentang gizi.
b. Merespon (Responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan, dan menyelesaikan
tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. Karena dengan suatu
usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan,
terlepas dari pekerjaan itu benar atau salah, adalah berarti bahwa orang
menerima ide tersebut.
c. Menghargai (Valving)
Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah
adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.
d. Bertanggung jawab (Responsible)
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah di pilihnya dengan segala
resiko merupakan sikap yang paling tinggi.
Menurut Azwar (2005) faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap
yaitu:
a. Pengalaman pribadi
Jika berbagai pangan yang berbeda tersedia dalam jumlah yang cukup,
biasanya orang memiliki pangan yang telah dikenal dan yang disukai. Hal
tersebut disebabkan oleh :
- Banyaknya informasi yang dimiliki seseorang
tentang kebutuhan tubuh akan gizi selama beberapa masa dalam perjalanan
hidupnya,
- Kemampuan seseorang untuk menerapkan pengetahuan gizi ke
dalam memilih makanan jajanan dan pengembangan cara pemanfaatan pangan
yang sesuai. Pengalaman pribadi adalah apa yang telah ada yang sedang kita
alami akan ikut membentuk dan mempengaruhi penghayatan anak dalam
memilih makanan jajanan.
b. Pengaruh orang lain yang dianggap penting
Di antara orang yang biasanya dianggap penting oleh individu adalah
orang tua, orang yang status sosialnya lebih tinggi, teman sebaya, teman dekat,
dan guru. Pada umumnya anak cenderung untuk memiliki sikap searah dengan
sikap orang yang dianggap penting.
c. Pengaruh kebudayaan
Kebudayaan masyarakat mempunyai kekuatan yang berpengaruh dalam
memilih makanan jajanan yang akan dikonsumsi. Aspek sosial Budaya pangan adalah fungsi pangan dalam masyarakat yang berkembang sesuai dengan
keadaan lingkungan, agama, adat, kebiasaan, dan pendidikan masyarakat
tersebut (Baliwati, 2004).
d. Media Massa
Dalam pemberitaan surat kabar maupun radio atau media komunikasi
lainnya, berita yang seharusnya faktual disampaikan secara obyekstif cenderung
dipengaruhi oleh sikap penulisnya, akibatnya berpengaruh terhadap sikap
konsumennya.
e. Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama
Konsep moral dan ajaran dari lembaga pendidikan dan lembaga agama
sangat menentukan sistem kepercayaan tidaklah mengherankan jika kalau pada
gilirannya konsep tersebut mempengaruhi sikap.
f. Faktor Emosional
Kadang kala, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari
emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan
bentuk mekanisme pertahanan ego (Azwar, 2005).
Cara edit data bahan makanan
1. Klik tombol MENU (ditandai warna hijau) kemudian klik tombol EDIT (ditandai warna biru muda)yang berada di bawah layar anda.
2. Selanjutnya akan muncul identitas data bahan makanan, pilih kolom yang akan diedit.
3. Kolom yang akan diedit yaitu harga, ketik manual seperti gambar dibawah ini. Dari harga 80.000 menjadi 85.000, lalu klik SIMPAN atau F8.
4. Kemudian akan muncul kotak dialog berisi informasi bahwa data telah tersimpan. Apabila akan menambah data lagi klik YES, namun jika sudah selesai maka klik NO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar