Bahan baku atau yang lebih dikenal dengan sebutan raw material merupakan bahan mentah yang akan diolah menjadi barang jadi sebagai hasil utama dari perusahaan yang bersangkutan.
Jenis-jenis Bahan Baku Klasifikasi bahan baku berdasarkan harga dibagi menjadi tiga bagian yaitu: (Rangkuti, 1998)
1. Bahan Baku Berharga Tinggi (High Value Items) Bahan baku yang biasanya berjumlah 10% dari jumlah jenis persediaan, namun jumlah nilainya mewakili sekitar 70% dari seluruh nilai persediaan, oleh karena itu memerlukan tingkat pengawasan yang sangat tinggi.
2. Bahan Baku Berharga Menengah (Medium Value Items) Bahan baku yang biasanya berjumlah 20% dari jumlah jenis persediaan, dan jumlah nilainya juga sekitar 20% dari jumlah nilai persediaan, sehingga memerlukan tingkat pengawasan yang cukup.
3. Bahan Baku Berharga Rendah (Low Value Items) Jenis bahan baku ini biasanya berjumlah 70% dari seluruh jenis persediaan, tetapi memiliki nilai atau harga sekitar 10% dari seluruh nilai atau harga persediaan, sehingga tidak memerlukan pengawasan yang tinggi.
Jenis Persediaan Dilihat dari jenisnya ada 4 macam persediaan secara umum, yaitu:
1. Persediaan bahan baku (raw material) adalah persediaan barang yang dibeli dari pemasok (supplier) dan akan digunakan atau diolah menjadi produk jadi yang akan dihasilkan oleh perusahaan
2. Persediaan bahan setengah jadi (work in process) adalah persediaan bahan baku yang sudah diolah atau dirakit menjadi komponen namun masih membutuhkan langkahlangkah lanjutan agar menjadi produk jadi.
3. Persediaan barang jadi (finished goods) adalah persediaan barang jadi yang telah selesai diproses, siap untuk disimpan di gudang barang jadi, dijual atau didistribusikan ke lokasi lokasi pemasaran.
4. Persediaan bahan bahan pembantu (supplies) adalah persediaan barang barang yang dibutuhkan untuk menunjang produksi, namun tidak akan menjadi bagian dari produk akhir yang dihasilkan perusahaan.
Dilihat dari tujuannya ada 3 macam persediaan, yaitu (Ristono, 2009) :
1. Persediaan pengamanan (safety stock) Persediaan pengamanan atau sering pula disebut sebagai safety stock adalah persediaan yang dilakukan untuk mengantisipasi unsur ketidakpastian permintaan dan persediaan. Apabila persediaan pengamanan tidak mampu mengantisipasi tersebut, maka akan terjadi kekurangan persediaan (stockout).
Faktor- faktor yang menentukan besarnya safety stock
1. Penggunaan bahan baku rata-rata
2. Faktor lama atau lead time (procurement time)
Persediaan antisipasi Persediaan antisipasi disebut sebagai stabilization stock merupakan persediaan yang dilakukan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang sudah dapat diperlukan sebelumnya.
3. Persediaan dalam pengiriman (transit stock) Persediaan dalam pengiriman disebut work-in process stock adalah persediaan yang masih dalam pengiriman, yaitu : 1. Eksternal transit stock adalah persediaan yang masih berada dalam transportasi. 2. Internal transit stock adalah persediaan yang masih menunggu untuk proses atau menunggu sebelum dipindahkan
Biaya dalam Persediaan Menurut Rangkuti (2004), umumnya untuk pengambilan keputusan penentuan besarnya jumlah persediaan, biaya-biaya variabel berikut ini harus dipertimbangkan, diantaranya :
1. Biaya penyimpanan (holding cost atau carrying cost), terdiri atas biayabiaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila kuantitas bahan yang dipesan semakin banyak atau rata-rata persediaan semakin tinggi . Biaya penyimpanan merupakan variable apabila bervariasi dengan tingkat persedian. Apabila biaya fasilitas penyimpanan (gudang) tidak variabel, tetapi tetap, maka tidk dimasukkan dalam biaya penyimpana per unit.
2. Biaya pemesanan atau pembelian (ordering costs atau procurement costs). Pada umumnya, biaya per pesanan (di luar biaya bahan dan potongan kuantitas) tidak naik apabila kuantitas pesanan bertambah besar. Tetapi, apabila semakin banyak komponen yang dipesan setiap kali pesan, jumlah pesanan per periode turun, maka biaya pemesanan total akan turun. Ini berarti, biaya pemesanan total per periode (tahunan) sama dengan jumlah pesanan yang dilakukan setiap periode dilakukan biaya yang harus dikeluarkan setiap kali pesan.
1. Pilih Menu yang ditandai dengan warna hijau kemudian klik tombol Bill Of Material (BOM) yang berada dipojok sebelah kiri bawah pada layar anda yang ditandai dengan warna biru muda.
Demikian penjelasan cara input bill of material pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar