Selasa, 08 Februari 2022

INPUT BAYAR PIUTANG PADA APLIKASI RESTAURANT

 


Menurut Sugiri (2009: 43) menyatakan bahwa piutang adalah tagihan baik kepada individu-individu maupun kepada perusahaan lain yang akan diterima dalam bentuk kas. Sedangkan menurut Warren (2005: 356) istilah piutang (receivable) meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan, atau organisasi lainnya.

Menurut Sulistiawan (2006: 80), piutang usaha terjadi ketika perusahaan melakukan penjualan, namun belum menerima uang sebagai hasil penjualannya. 
Sedangkan menurut Kieso (2007: 348), dalam sebagian besar transaksi piutang, jumlah yang harus diakui adalah harga pertukaran (the exchange price) adalah jumlah terhutang dari debitur (seorang pelanggan atau peminjam) dan umumnya dibuktikan dengan beberapa dokumen bisnis, biasanya berupa faktur (invoice). Faktor yang bisa memperumit pengukuran harga pertukaran adalah ketersediaan diskon (diskon dagang dan diskon tunai). 


Jenis-jenis Piutang 

Pengklasifikasian piutang dilakukan untuk memudahkan pencatatan transaksi yang mempengaruhinya. 

1) Piutang Usaha (Account Receivable) Menurut Skousen dan Stice (2012:361) Piutang Usaha adalah Piutang yang dihubungkan dengan aktivitas operasi normal sebuah bisnis, yaitu penjualan kredit barang atau jasa untuk pelanggan. Piutang usaha adalah suatu jumlah pembelian kredit dari pelanggan, atau piutang timbul sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa yang di lakukan secara kredit. Pada umumnya Piutang biasanya di perkirakan akan tertagih dalam waktu 30 sampai 60 Hari. Secara Umum, jenis piutang ini merupakan piutang terbesar yang di miliki perusahaan. 

2) Wesel Tagih (notes receivable) Menurut Skousen dan Stice (2012:361) Piutang wesel adalah piutang yang di terbitkan oleh janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu. Wesel Tagih adalah surat formal yang diterbitkan sebagai bentuk pengukuran utang. Wesel tagih biasanya memiliki waktu tagih antara 60-90 hari atau lebih lama serta mewajibkan pihak yang berhutang untuk membayar bunga. Wesel tagih dan piutang usaha yang disebabkan kerena transaksi penjualan biasa di sebut dengan piutang dagang (trade account). 

3) Piutang lain-lain (other receivable) Skousen dan Stice (2001:361) Piutang lain-lain adalah piutang apapun yang muncul dari transaksi yang tidak secara langsung berhubungan dengan aktivitas operasi normal sebuah bisnis. Piutang lain-lain adalah mencakup selain piutang dagang. Contoh : piutang bunga, piutang gaji, uang muka karyawan, dan restitusi pajak. Secara umum bukan berasal dari kegiatan operasional perusahaan, oleh karena itu, piutang jenis ini di klasifikasikan dab di laporkan pada bagian yang secara terpisah di neraca. 


Faktor – faktor yang mempengaruhi piutang tak tertagih 

Piutang sebagai salah satu unsur aktiva , lancar dalam neraca yang memiliki perputaran yang cepat dan kurang dari satu tahun. Oleh karena itu banyak hal yang dapat mempengaruhi besarnya piutang tersebut. Menurut Riyanto (2001: 85) faktor – faktor yang mempengaruhi besar kecilnya dana yang di investasikan ke dalam piutang, yaitu : 

1) Volume Penjualan kredit Makin besar proporsi penjualan kredit dari keseluruhan penjualan, maka makin besar pula jumlah investasi dalam piutang. Dengan besar volume kredit setiap tahunnya, berarti bahwa perusahaan itu harus menyediakan investasi yang lebih besar lagi dalam piutang. 

2) Syarat penjualan kredit Syarat pembayaran penjualan kredit dapat bersifat ketat atau lunak. Apabila perusahaan menetapkan syarat pembayaran yang ketat, berarti bahwa persahaan tersebut lebih mengutamakan keselamatan kredit dari pada pertimbangan profitabilitas dan sebaiknya piutang yang bersifat lunak lebih mengutamakan profitabilitas. 

3) Ketentuan tentang pembatasan kredit Dengan penjualan secara kredit, perusahaan dapat menetapkan batas maksimal atau plfond biaya kredit yang akan di berikan kepada pelanggan. Makin tinggi plafond yang di berikan kepada pada pelanggan, makin besar pula dana yang di investasikan ke dalam piutang. 

4) Kebijakan dalam penagihan Perusahaan dapat menjalankan kebijakan dalam penagihan secara aktif mapn pasif. Perusahaan yang menjalankan kebijakan aktif dalam menagih piutang akan mempunyai pengeluaran dana yang lebih besar membiayai aktivitas ini, di bandingkan dengan halyang menjalankan kebijakannya secara pasif. 

5) Kebiasaan membayar dari pelanggan Ada sebagian pelanggan yang mempunyai kebiasaan untuk membayar dengan menggunakan kesempatan mendapatkan cash discount period, dan ada sebagian yang tidak menggunakan kesempatan tersebut. Kebiasaan para pelanggan untuk membayar dalam cash dicount periode atau sesudahnya akan mempunyai efek terhadap besarnya investasi dalam piutang. Sebelum perusahaan menyetujui permintaan atau penambahan kredit oleh pelanggan, perusahaan perlu mengadakan evaluasi terhadap pelanggan. Ini dilakukan untuk mencegah resiko kredit resiko kredit yaitu resiko tidak terbayarnya kredit yang telah di berikan. 


Cara input bayar piutang

1. Pilih menu PIUTANG (ditandai warna hijau). Piutang disini merupakan hutang yang dilakukan oleh pelanggan. Datanya ada dilajur sebelah kiri layar anda yang ditandai dengan blok warna biru. 



2. Isilah dua kolom yang berad dilajur sebelah kiri, yaitu kolom jumlah bayar dan keterangan. Seperti gambar dibawah ini. Pengisiannya diketik secara manual kemudian klik tombol OK.



3. Jika berhasil maka akan muncul informasi seperti gambar dibawah ini, klik OK.



4. Inilah nota pembayaran piutang. 



Demikian penjelasan cara input data hutang pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar