Selasa, 05 Juli 2022

CETAK LAPORAN HISTORI PEGHAPUSAN TRANSAKSI PADA SOFTWARE RESTAURANT



Setiap kegiatan yang dilakukan diakhiri dengan pembuatan laporan. Laporan adalah catatan yang memberikan informasi tentang kegiatan tertentu dan hasilnya yang disampaikan ke pihak yang berwenang atau berkaitan dengan kegiatan tersebut (syahlan : 256). 

Menurut Mursyidi (2010:18), bawah tahapan dalam proses akuntansi mencakup hal-hal sebagai beriku: 

1. Pencatatan (recording) transaksi-transaksi keuangan. Pada tahap ini setiap transaksi keuangan dicatat secara kronologis dan sistematis dalam periode tertentu didalam sebuah atau beberapa buku yang disebut jurnal. Tiap catatan itu harus ditunjang oleh dokumen sumbernya (nota, faktur, kwitansi, bukti memorial, dan lain-lain). Pencatatan dalam akuntansi ada dua tahap, yaitu pencatatan transaksi dalam buku jurnal (journal entry) dan pencatatan ayat jurnal ke buku besar (posting to legder). 

2. Pengelompokkan (classification). Pada tahap ini menunjukkan aktivitas transaksi-transaksi yang sudah dicatat itu dikelompokan menurut kelompok akun yang ada, yaitu kelompok akun (assets), akun kewajiban (liabilities), akun ekuitas (equities), akun pendapatan (revenue) dan akun beban (expenses). 

3. Pengikhtisaran (summarizing). Pada tahap ini dilakukan aktivitas penyusunan nilai untuk setiap akun yang disajikan dalam bentuk saldo masing-masing sisi debit dan kredit, bahkan hanya berupa saldo saja. Berarti bahwa secara berkala semua transaksi yang sudah dicatat, dikelompokkan, disajikan secara rigat dala mdaftar tersendiri, yang disebut neraca saldo (trial balance). 

4. Pelaporan (reporting). Pada tahap ini dilakukan aktivitas penyusunan ringkasan dari hasil peringkasan. Laporan disusun secara sistematis untuk dapat dipahami dan dapat diperbandingkan serta disajikan secara lengkap (full disclosure). Laporan keuangan terdiri atas laporan laba rugi (income statement), laporan perubahaan ekuitas (equity statement), laporan neraca (balance sheet), laporan arus kas (cash flos statement), dan catatan atas laporan keuangan. 

5. Penafsiran (analizing). Tahap ini merupakan lanjutan dari proses akuntansi secara teknis, yaitu membaca laporan keuangan melalui alat dan formula tertentu sehingga dapat diketahui kinerja dan posisi keuangan dan perubahannya untuk suatu organissasi. 


Manfaat Prosedur Tertulis 

Prosedur tertulis sangat bermanfaat bagi tingkat manajerial maupun non manajerial dalam melaksanakan fungsi manajemen pada setiap bagian/divisi. 

Manfaat prosedur tertulis adalah: 

1. Planning-controlling 

  • a. Mempermudah dalam pencapaian tujuan. 
  • b. Merencanakan secara seksama mengenai besarnya beban kerja yang optimal bagi masing-masing pegawai. 
  • c. Menghindari pemborosan atau memudahkan penghematan biaya. 
  • d. Mempermudah pengawasan yang berkaitan dengan hal-hal yang seharusnya dilakukan dan yang sudah dilakukan, menilai apakah pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan prosedur atau tidak. Apabila pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan prosedur maka perlu diketahui penyebabnya. Hal ini dilakukan sebagai bahan masukan dalam tindakan koreksi terhadap pelaksanaan atau revisi terhadap prosedur. Dengan adanya prosedur yang telah dibakukan maka dapat disampaikan proses umpan balik yang konstruktif.

2. Organizing 

  • a. Mendapatkan instruksi kerja yang dapat dimengerti oleh bawahan mengenai: 

 Bagaimana tanggung jawab setiap prosedur pada masing-masing bagian/divisi, terutama pada saat pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan bagian-bagian lain. Misalnya, bagian/divisi yang terlibat dalam inventarisasi barang-barang kantor suatu perusahaan adalah bagian sarana dan prasarana serta bagian keuangan. 

 Bagaimana proses penyelesaian suatu pekerjaan. 

  • b. Dihubungkan dengan alat-alat yang mendukung pekerjaan kantor serta dokumen kantor yang diperlukan. 
  • c. Mengakibatkan arus pekerjaan kantor menjadi lebih baik dan lebih lancar serta menciptakan konsistensi kerja. 

3. Staffing-leading 

  • a. Membantu atasan dalam memberikan training atau dasar-dasar instruksi kerja bagi pegawai baru dan pegawai lama. Prosedur mempermudah orientasi bagi pegawai baru. Sedangkan bagi pegawai lama, training juga diperlukan apabila pegawai akan terbiasa dengan prosedur-prosedur yang baku dalam suatu pekerjaan rutin di kantor yang berisi tentang cara kerja dan kaitanya dengan tugas lain. 
  • b. Atasan perlu mengadakan counselling bagi bawahan yang bekerja tidak sesuai dengan prosedur. Penyebab ketidaksesuaian harus diketahui dan atasan dapat memberikan pengarahan yang dapat memotivasi pegawai agar mau memberikan kontribusi yang maksimal bagi kantor. 
  • c. Mempermudah pemberian penilaian terhadap bawahan. 

4. Coordination 

  • a. Menciptakan koordinasi yang harmonis bagi tiap departemen dan antardepartemen. 
  • b. Menetapkan dan membedakan antara prosedur-prosedur rutin dan prosedur-prosedur independen.


Metode Penulisan Prosedur Penulisan prosedur perlu diketahui guna mencari cara yang efektif dan efesiensi bagi setiap kantor dalam membuat pedoman kerja. Banyak cara atau metode yang dapat digunakan untuk menulis prosedur. Cara/prosedur yang dimaksud adalah: 

1. Deskriptif Deskriptif adalah cara yang paling sederhana sehingga prosedur yang dituliskan juga merupakan prosedur yang sederhana dan tidak memerlukan simbol-simbol khusus. Kontrak kerja sama dengan supplier umumnya menggunakan prosedur deskriptif. 

2. Chart Jika perusahaan semakin berkembang, maka struktur organisasi perusahaan dan prosedur kerja akan semakin rumit dan kompleks. Dengan demikian, struktur organisasi perusahaan dan prosedur kerja akan lebih sulit dimengerti oleh para pelaksana jika semua prosedurnya dibuat dalam bentuk tertulis. Prosedur dalam bentuk gambar/simbol sibuat dengan tujuan agar terlihat lebih sederhana bagi pelaksana prosedur kerja sehingga lebih mudah untuk dipahami dan diterapkan ke dalam pekerjaan. 


Cara cetak laporan histori penghapusan transaksi

1. Pilih menu laporan kemudian klik histori penghapusan transaksi yang berada di lajur sebelah kiri layar anda dan ditandai dengan garis bawah atau underline



2. Selanjutnya pilih tanggal cetak serta periode tansaksi yang dibutuhkan. Dengan cara klik pada masing-masing ujung kolom sebelah kiri. 



3. Setelah tanggal cetak dan periode diisi dan dipastikan telah sesuai, maka klik tombol preview yang berada di sebelah kiri bawah layar anda yang ditandai dengan warna biru. Tombol preview bertujuan untuk memastikan bahwa data yang akan dicetak telah sesuai sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan. Namun apabila anda yakin dan ingin langsung cetak laporan, klik tombol print yang posisinya bersebelahan dengan tombol preview. 



4. Inilah tampilan data laporan sebelum dicetak, setelah selesai dipastikan. Klik icon printer yang berada dibar atas layar anda. 



Demikian penjelasan cara cetak laporan histori penghapusan transaksi pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar