
Printer merupakan perangkat keras yang digunakan untuk mencetak teks,
gambar/grafik dengan media kertas
[1]. Printer yang paling banyak digunakan
untuk pengguna rumahan adalah printer inkjet, dikarenakan printer jenis ini
harganya relatif lebih murah dari yang lainnya
[2]. Printer ini mencetak dengan
menyemprotkan tinta dari cartridge ke media cetak seperti kertas HVS, foto, dan
lainnya.
Ada kalanya printer tidak digunakan karena berbagai keadaan, seperti waktu
libur, dan tidak ada tugas
[3]. Printer yang tidak digunakan untuk mencetak dalam
kurun waktu yang lama menyebabkan masalah pada pencetakan. Printer akan
mengalami pencetakan yang kurang sempurna seperti garis putus dan warna tinta
yang tidak keluar. Ini terjadi karena tinta printer menjadi membeku yang
terjadi pada cartridge karena tinta mengering dan tinta infus yang tersumbat di
selang printer sehingga printer tidak dapat melakukan pencetakan sesuai warna
yang dibutuhkan.
Cartridge adalah wadah atau tempat penampungan tinta di dalam printer yang
mengeluarkan tinta untuk melakukan pencetakan pada kertas. Oleh karena itu
pengguna perlu melakukan maintenance untuk memperbaikinya. Maintenance
merupakan suatu tindakan perawatan yang dilakukan untuk menjaga suatu
peralatan dengan tujuan untuk memperpanjang umur suatu peralatan dan juga agar
kondisi peralatan berjalan optimal dan siap untuk digunakan. Untuk
memperbaiki masalah pada tinta printer yang beku tersebut, pengguna perlu
membuka cartridge untuk membersihkan tinta dan juga menggunakan aplikasi
maintenance pada komputer menggunakan fitur deep cleaning agar tinta yang
beku dapat keluar. Fitur deep cleaning biasanya digunakan pada printer infus
untuk membersihkan kotoran yang menyebabkan saluran tinta tersumbat.
Untuk menjaga printer agar usianya tahan lama, printer seharusnya digunakan
2
secara rutin setiap hari. Setidaknya minimal 2-3 kali dalam seminggu untuk
menjaga kualitas pencetakan.
Jenis-jenis printer:
1. Printer Dot Matrix
Printer Dot Matrix merupakan printer yang menggunakan pita sebagai alat percetakan. Karena menggunakan pita untuk menampilkan output ke kertas, hasil percetakan printer dengan dot matrix agak kasar dan kurang bagus. Dengan menggunakan printer ini, cetakan dapat langsung dirangkap dengan karbon. Sebab sistem pencetakannya masih menggunakan sistem ketukan. Berhubung menggunakan pita sebagai sumber warnanya, maka warna yang dapat dihasilkan pun tidak bervariasi. Hanya hitam, biru, dan merah saja. Dan jarang sekali yang dapat menggunakan ketiga warna ini secara sekaligus.
Resolusi cetaknya masih sangat rendah, karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan.
Kecepatan kinerja printer jenis ini diukur dengan jumlah karakter yang bisa dicetak per detik dengan satuan cps (character per second). Beberapa printer jenis ini berkecepatan 500 cps.
Untuk menghubungkan dengan CPU masih menggunakan port pararel.
Meskipun saat ini teknologi printer sudah semakin canggih, namun printer dot matrix masih
diproduksi. Sebab printer dot matrix dapat digunakan untuk mencetak dokumen tembusan, Yang biasanya digunakan untuk membuat kwitansi, bon, dan dokumen keuangan lainnya.
* Kelebihan :
- Dapat mencetak rangkap sekaligus.
- Dapat mencetak ukuran kertas yang lebar.
- Biaya printer dan tinta (Pita) murah.
* Kelemahan :
- Dpi dan ppm rendah
- Geraknya sangat lamban
- Suaranya berisik ketika bekerja
- Warna yang dihasilkan tidak bervariasi.
JENIS-JENIS PRINTER
Ada berbagai macam jenis printer. Pencetak modem merupakan alat
canggih. Perkakasan elektronik yang terdapat dalam
sebuah pencetak sama dengan perkakasan elektronik yang terdapat
dalam komputer itu sendiri. Berikut merupakan jenis-jenis dari printer, antara lain:
1. Jenis Printer Dot matrikYaitu printer yang metode pencetakannya menggunakan pita.
Cetakan yang dihasilkan terlihat seperti titik-titik yang saling
mengubungkan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil cetakan
kurang halus dan juga kurang bagus. menurut sejarahnya jenis printer
dot metrix ini pada awalnya menggunakan 9 Pin yang artinya dalam
satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari titik, kemudian
semakin Merupakan berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan
begitu hasil cetakan akan lebih halus. produsen printer jenis dot metrix
yang cukup terkenal adalah Epson, dengan produknya Epson LX.
Fungsi Kwitansi
Kwitansi tentu saja memiliki fungsi baik untuk penjual maupun pembeli. Berikut ini beberapa fungsi kwitansi :
- Berfungsi untuk tanda bukti bagi pembeli bahwa ia telah menyerahkan uang kepada penjual.
- Berfungsi untuk tanda bukti bagi penjual bahwa ia telah menerima uang dari pembeli, sehingga jika nantinya ada yang mengakui telah membeli barang tetapi tidak menunjukkan kuitansi, berarti pembelian tersebut tidak pernah terjadi.
- berfungsi untuk alat bukti surat yang bisa dihadirkan di persidangan jika nantinya ada gugatan atau masalah.
Cara setting printer nota
1. Pilih menu setting kemudian klik printer nota yang berada dilajur sebelah kiri yang ditandai dengan garis bawah atau underline berwarna putih.
2. Maka akan muncul kolom seperti dibawah ini. Cara pengisiannya yaitu dengan klik pada masing-masing ujung kolom yang berbentuk segitiga terbalik.
3. Setelah diisi dan dipastikan telah sesuai selanjutnya klik OK.
Demikian penjelasan cara setting printer nota pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar