Penjualan harus dikendalikan agar dapat dicapai hasil pengembalian sebaik-baiknya atas investasi. Laba bersih yang optimum akan dapat direalisir hanya bila terdapat hubungan ynag wajar di antara keempat factor ini:
(1) investasi dalam modal kerja dan fasilitas-fasilitas,
(2) volume penjualan,
(3) biaya operasi (operating expenses) dan
(4) laba kotor.
Penjualan Tunai
Penjualan tunai terjadi apabila penyerahan barang atau jasa segera diikuti dengan pembayaran dari pembelian. Keuntungan dari penjualan tunai adalah hasil dari penjualan tersebut langsung terealisir dalam bentuk kas yang dibutuhkan perusahaan untuk mempertahankan likuiditasnya.
Menurut Hermawan dan Masyhad (2006:165), pada transaksi perdagangan sering kali terjadi pengembalian barang (retur) dan pemberian potongan penjualan, dan tunai. Retur dan potongan penjualan dilakukan guna memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen sedangkan potongan tunai dilakukan guna mempercepat pembayaran konsumen.
Retur dan Potongan
Penjualan Retur dan potongan penjualan dilakukan oleh perusahaan guna meningkatkan pelayanan pada konsumen. Retur penjualan adalah pengembalian barang yang telah dijual karena tidak sesuai dengan pesanan konsumen. Jika terjadi retur (pengembalian barang) maka konsumen akan menerima uang kembalian atau mendapat potongan penjualan.
Persediaan Barang Dagang
Persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang. Persediaan terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan barang setengah jadi dan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku dan bahan setengah jadi disimpan sebelum digunakan atau dimasukkan ke dalam proses produksi, sedangkan persediaan barang jadi atau barang dagangan disimpan sebelum dijual atau dipasarkan. Dengan demikian setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha umumnya memiliki persediaan.
Menurut Ristono (2009:2) Inventory atau persediaan adalah suatu teknik untuk manajemen material yang berkaitan dengan persediaan. Manajemen material dalam Inventory dilakukan dengan beberapa input yang digunakan yaitu: permintaan yang terjadi (demand) dan biaya-biaya yang terkait dengan penyimpanan, serta biaya apabila terjadi kekurangan persediaan (shortage). Secara teknis, Inventory adalah suatu teknik yang berkaitan dengan penetapan terhadap besarnya persediaan bahan yang harus diadakan untuk menjamin kelancaran dalam kegiatan operasi produksi,serta menetapkan jadwal pengadaan dan jumlah pemesana barang yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Penetapan jadwal dan jumlah pemesanan yang harus dipesan merupakan pernyataan dasar yang harus terjawab dalam pengendalian persediaan. Menurut Jusup (2005:99) Persediaan barang dagangan adalah elemen yang sangat penting dalam penentuan harga pokok penjualan pada perusahaan dagang eceran, maupun perusahaan dagang partai besar.
Cara edit template nota
1. Pilih menu transaksi kemudian jual lalu penjualan toko, selanjutnya klik tambah yang berada dipojok kiri bawha layar anda.
2. Maka munculah tampilan seperti gambar dibawah ini. Langsung fokus ke kolom print yang berada dipojok kiri bawah layar anda.
3. Semula menggunakan cetakan faktur (template 1) diedit menjadi big, untuk urusan tertentu atau memang karena dibutuhkan cetakan nota dengan ukuran besar. Setelah selesai klik ESC pada keyboard anda. Maka secara otomatis template nota telah berhasil diedit.
4. Muncul kotak dialog berisi konfirmasi, klik YES.
Demikian penjelasan cara edit template nota pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:

.png)
.png)
.png)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar