Barang atau komoditas dalam pengertian ekonomi adalah suatu objek fisik yang dapat dilihat dan disimpan atau jasa yang memiliki nilai. Nilai suatu barang akan ditentukan karena barang itu mempunyai kemampuan untuk dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan baik secara individu atau bisnis. Contoh barang adalah pakaian, makanan, minuman, komputer, dan telepon pintar.
Manfaat barang disebut juga sebagai nilai guna. Dilansir dari buku Kamus Ekonomi (2012) karya Nurul Oktima, nilai guna didefinisikan sebagai kepuasaan dan kenikmatan yang diperoleh seseorang dalam mengonsumsi barang. Apabila kepuasaan semakin tinggi, maka nilai guna atau utility dari barang tersebut akan bertambah tinggi pula. Nilai guna barang ada enam jenis, berikut penjelasannya: Kegunaan dasar (element utility) Sebuah barang akan mengalami peningkatan manfaat setelah diolah dari bahan dasar menjadi barang jadi. Contohnya kain sebagai bahan dasar untuk membuat pakaian. Kegunaan bentuk (form utillity) Sebuah barang akan akan lebih bermanfaat jika diubah dari bentuk asalnya. Contohnya kayu yang diubah menjadi perabotan rumah tangga.
Barang akan lebih bermanfaat bagi manusia apabila berada pada tempat yang tepat. Contohnya pakaian tebal digunakan di tempat yang bersuhu dingin. Kegunaan kepemilikan (ownership utility) Sebuah barang akan lebih bermanfaat setelah dimiliki oleh orang yang membutuhkan. Contohnya buku yang ada di toko akan menjadi lebih bermanfaat setelah dibeli oleh konsumen. Kegunaan waktu (time utility) Barang akan lebih bermanfaat bagi manusia apabila digunakan pada waktu yang tepat. Contohnya jas hujan atau payung digunakan pada saat hujan. Kegunaan pelayanan (service utility) Sebuah barang akan lebih bermanfaat jika ada jasa pelayanan. Contohnya televisi atau radio akan bermanfaat apabila ada siarannya.
Daftar barang-barang fasilitas hotel yang boleh diambil:
1. Peralatan Mandi Sekali Pakai Peralatan mandi sekali pakai boleh digunakan, diambil, dan dibawa pulang oleh tamu. Misalnya, sabun, sikat gigi, odol, kondisioner, sampo, dan lain sebagainya. Jikapun tidak dibawa pulang, peralatan mandi sekali pakai, kalau sudah digunakan, biasanya akan dibuang oleh petugas hotel ketika habis masa menginap tamu tersebut.
2. Losion Tubuh (Body Lotion) Seperti halnya peralatan mandi sekali pakai, losion tubuh atau body lotion juga boleh dibawa pulang oleh tamu. Selepas check out, jika petugas hotel menemukan losion tubuh yang sudah terpakai akan diganti dengan yang baru untuk pengunjung berikutnya.
3. Teh atau Kopi Saset Ketika menginap di hotel, biasanya sudah tersedia teh dan kopi saset di meja kamar. Pengunjung yang malas menyeduh kopi atau teh tersebut dapat membawanya pulang dan diminum di rumah.
4. Alat Tulis Untuk tamu yang mengikuti rapat atau seminar, manajemen hotel umumnya menyediakan alat tulis berupa pulpen atau pensil, serta buku catatan kecil di meja kamar. Selain sebagai fasilitas yang boleh diambil pengunjung, biasanya alat tulis itu juga memuat nama hotel sebagai sarana promosi penginapan tersebut.
5. Sandal Ukurannya yang ringan dan tipis menjadikan sandal hotel mudah dimasukkan ke tas pengunjung. Karenanya, sandal hotel merupakan barang yang sering dibawa pulang oleh tamu yang menginap. Selain nyaman digunakan, sandal hotel juga cocok sebagai sandal untuk digunakan di rumah. Ia dibolehkan untuk dibawa pulang dan diberikan pihak hotel kepada pengunjungnya.
Barang-barang fasilitas hotel yang tidak boleh dibawa pulang:
1. Furnitur Pengunjung tidak datang ke hotel untuk berbelanja, jadi tinggalkan furnitur hotel di tempatnya. Sudah banyak orang pernah ketahuan telah mengambil lampu, sandaran duduk, tirai, dan barang-barang hotel lainnya yang dilarang dibawa pulang oleh tamu. Jika manajemen hotel menemukan tamu yang membawanya pulang, maka ia harus menanggung konsekuensi dari perbuatan itu.
2. Seprai, Selimut, dan Bantal Seprai dan selimut yang empuk, serta bantal yang nyaman digunakan kadang kala membuat tamu nekat membawanya pulang. Padahal, ketiga barang itu merupakan inventaris hotel, karena fasiltas tidur harus selalu siap untuk pengunjung berikutnya.
3. Handuk, Jubah Mandi, dan Gantungan Baju Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Wellness Heaven di 1.157 hotel pada akhir 2019, handuk, jubah mandi, dan gantungan baju merupakan tiga barang yang paling banyak diambil oleh tamu untuk dibawa pulang. Jubah mandi yang lembut, handuk yang bersih dan wangi, serta gantungan baju yang unik sering kali menggoda untuk membawanya pulang. Apalagi bentuknya yang mudah dilipat atau gampang dimasukkan ke dalam koper menjadikan ketiganya mudah raib dan merugikan manajemen hotel.
4. Peralatan Makan dan Minum Gelas, piring, sendok, dan garpu juga termasuk barang yang kerap kali hilang di hotel, meskipun sebenarnya fasilitas itu tidak boleh dibawa pulang oleh tamu. Para pengunjung biasanya tertarik dengan bentuk atau motifnya yang unik. Hasil survei Wellness Heaven menunjukkan 12,7 persen dari pengunjung membawa barang-barang itu pulang secara diam-diam.
5. Barang Elektronik Barang elektronik yang disediakan hotel merupakan fasilitas sewa yang dapat dinikmati selama menginap saja. Oleh sebab itu, pengunjung dilarang mengemas jam kamar hotel, alat pembuat kopi, pengering rambut, setrika, microwave, remote dan televisi, pada saat pulang. Biasanya, alat elektronik hotel ialah barang mahal dan menjadi inventaris. Orang yang mengambil barang-barang itu dapat menanggung konsekuensi serius.
6. Pajangan Kamar Pajangan kamar juga merupakan barang-barang yang tidak boleh dibawa pulang oleh pengunjung. Barang-barang itu seperti lukisan seni di dinding, lampu meja, vas bunga, hingga akuarium. Orang yang membawa pajangan kamar akan dicari manajemen hotel dan diminta mengembalikan barang itu. Kalau perlu, tamu pun harus membayar denda atau mengganti dengan biaya ekstra senilai harga pajangan kamar yang diambil.
7. Asbak dan Keset Asbak dan keset hotel seringkali berbentuk unik dan menarik. Tidak heran, banyak asbak yang hilang dan dibawa pengunjung. Pada prinsipnya, barang yang tidak boleh dibawa pulang adalah barang tak habis pakai, sekecil apa pun itu, kendati hanya berupa asbak ataupun keset, keduanya bukan fasilitas yang diberikan hotel cuma-cuma kepada pengunjung.
8. Perlengkapan Ibadah Perlengkapan ibadah tidak luput dari tangan nakal pengunjung. Bahkan, kitab suci, sebagaimana dilansir Telegraph, adalah barang paling banyak hilang urutan kesepuluh dari daftar barang-barang yang sering diambil oleh tamu di hotel-hotel. Pengunjung harus sadar bahwa perlengkapan ibadah di hotel tidak boleh dibawa pulang. Sajadah, mukena, sarung, tasbih, Alquran, Alkitab, atau lainnya adalah perlengkapan ibadah yang disiapkan pihak hotel untuk para tamu, pada saat menginap saja.
Cara Input Data Pemakaian Barang
1. Pilih back office kemudian klik bagian pemakaian barang, lalu TAMBAH.
2. Akan muncul kontak transaksi pemakaian barang, tekan tombol ENTER nama barang untuk memilih daftar nama barang yang dibutuhkan. Klik dua kali pada nama barang tersebut.
3. Setelah itu, klik tombol SIMPAN atau klik F8.
4. Inilah tampilan data yang telah terinput.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar