Rabu, 22 Desember 2021

EDIT DATA KAS PADA APLIKASI BENGKEL



Kas didefinisikan sebagai alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Untuk lebih jelasnya berikut diuraikan beberapa definisi kas dan setara kas.


Menurut Harahap (2013) dalam analisis kritis atas laporan Keuangan pengertian kas adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat sebagai berikut: 

1) Setiap saat dapat ditukar menjadi kas; 

2) Tanggal jatuh temponya sangat dekat; dan 

3) Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat harga.

Klasifikasi Arus Kas Laporan 

arus kas mengandung dua macam aliran arus kas yaitu arus kas masuk (Cash-Inflow) dan arus kas keluar (Cash-Outflow). Menurut Menurut Harahap (2013), dalam Analisis Kritis atas Laporan Keuangan penentuan dan penggolongan Arus Kas dalam penyajiannya Laporan Arus Kas ini memisahkan transaksi arus kas dalam tiga kategori yaitu: 

1) Kas yang berasal dari/digunakan untuk kegiatan operasional; 

2) Kas yang berasal dari/digunakan untuk kegiatan investasi; dan 

3) Kas yang berasal dari/digunakan untuk kegiatan Keuangan/Pembiayaan.


Menurut Darminto (2012), langkah-langkah yang diperlukan dalam menyusun laporan arus kas dengan metode langsung maupun dengan metode tidak langsung adalah: 

1) Menghitung perubahan saldo rekening kas dan setara kas dengan membandingkan antara saldo awal dan saldo akhir (neraca). Hasil langkah ini menyajikan kenaikan atau penurunan bersih kas dan setara kas selama periode berjalan; 

2) Menghitung perubahan bersih setiap rekening neraca selain rekening kas dan setara kas beserta kategori perubahannya; 

3) Menentukan arus kas yang dipisahkan ke dalam tiga klasifikasi, aktivitas investasi dan pendanaan bukan kas dan pengaruh perubahan kurs valuta asing yang menggunakan informasi dari neraca komparatif, laporan laba rugi periode berjalan dan informasi tambahan; dan 

4) Menyusun laporan arus kas atas dasar hasil langkah-langkah sebelumnya. 


Analisis Laporan Arus Kas 

Menurut Darsono dan Ashari (2015) salah satu analisis kinerja keuangan dengan menggunakan laporan arus kas adalah analisis rasio laporan arus kas yang menggunakan komponen dalam laporan arus kas dan komponen neraca serta laporan laba rugi sebagai alat analisis rasio yang terdiri dari delapan rasio yaitu: 

a. Rasio Arus Kas Operasi (AKO) Rasio arus kas operasi menghitung kemampuan arus kas operasi dalam membayar kewajiban lancar. Rasio ini diperoleh dengan membagi arus kas operasi dengan kewajiban lancar. 

b. Rasio Cakupan Arus Dana (CAD) Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas guna membayar komitmen-komitmennya (bunga, pajak, dan dividen preferen).Rasio ini diperoleh dengan laba sebelum pajak dan bunga (EBIT) dibagi bunga, penyesuaian pajak, dan dividen preferen. 

c. Rasio Cakupan Kas Terhadap Bunga (CKB) Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atas hutang yang telah ada.Rasio ini diperoleh dengan arus kas dari operasi ditambah pembayaran bunga, dan pembayaran pajak dibagi pembayaran bunga. 

d. Rasio Cakupan Kas Terhadap Hutang Lancar (CKHL) Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang lancar berdasarkan arus kas operasi bersih.Rasio ini diperoleh dengan arus kas operasi ditambah dividen kas dibagi dengan hutang lancar. 

e. Rasio Pengeluaran Modal (PM) Rasio ini digunakan untuk mengukur modal tersedia untuk investasi dan pembayaran hutang yang ada.Rasio ini diperoleh dengan arus kas dari operasi dibagi dengan pengeluaran modal. 

f. Rasio Total Hutang (TH) Rasio ini menunjukkan jangka waktu pembayaran hutang oleh perusahaan dengan asumsi semua arus kas operasi digunakan untuk membayar hutang.Rasio ini diperoleh dari arus kas operasi dibagi dengan total hutang. Dengan mengetahui rasio ini, kita bisa menganalisis dalam jangka waktu berapa lama perusahaan akan mampu membayar hutang dengan menggunakan arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasional perusahaan. 

g. Rasio Arus Kas bersih Bebas (AKBB) Rasio ini diperoleh dari (laba bersih + beban bunga diakui dan dikapitalisasi + depresiasi dan amortisasi + biaya sewa dan leasing operasi – dividen yang diumumkan – pengeluaran modal) dibagi (biaya bunga dikapitalisasi dan diakui + biaya sewa dan leasing operasi + proporsi hutang jangka panjang + proporsi sekarang dari kewajiban leasing yang dikapitalisasi).Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kas dimasa mendatang. 

h. Rasio Kecukupan Arus Kas (KAK) Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menyediakan kas untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka 2 tahun mendatang. Rasio ini diperoleh dengan (laba sebelum pajak dan pembayaran bunga minus pembayaran pajak minus pengeluaran modal) dibagi rata-rata hutang yang jatuh tempo setiap tahun selama lima tahun).


Cara edit data kas

1. Pilih menu mater kemudian klik kas, setelah itu klik edit yang terletak dibawah sebelah kiri layar anda. 



2. Selanjutnya akan muncul data kas seperti gambar dibawah ini. 


3. Data yang akan diedit yaitu setting untuk penjualan toko, klik ceklist. Yerakhir SIMPAN yang berada dibawah sebelah kiri layar anda. Selanjutnya akan muncul kotak dialog berisi informasi bahwa data telah berhasil disimpan, klik OK. 



Demikian penjelasan edit data kas pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar