Kartu kredit merupakan salah satu transaksi non-tunai yang dananya berasal dari perbankan.Jenis alat transaksi ini berkembang cukup pesat.Di Indonesia kartu kredit mulai berkembang sejak dekade 90-an. Kartu kredit umumnya dimiliki oleh kalangan menengah ke atas. Selain menawarkan keuntungan yang tinggi, segmen penggunanya merupakan kalangan atas dimana eksposur risiko gagal bayar dianggap relatif kecil. Hal ini menarik minat banyak bank untuk masuk dalam industri kartu kredit tersebut.
Menurut Bank Indonesia (dalam Jalil, 2007:11), kartu kredit adalah alat pembayaran dengan menggunakan kartu yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan dan atau untuk melakukan penarikan tunai dimana kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh penerbit atau acquirer, dan pemegang kartu berkewajiban melakukan pelunasan kewajiban pembayaran tersebut pada waktu yang disepakati baik secara sekaligus ataupun secara angsuran.
Kartu kredit juga dapat digunakan untuk melakukan penarikan uang tunai baik langsung melalui teller pada kantor bank yang bersangkutan maupun Automated Teller Machine (ATM) dimana ada tertera logo atau nama kartu yang dimiliki, baik di dalam maupun di luar negeri (Siamat, 2005:635). Saat ini, kartu kredit yang digunakan adalah Visa, Master Card, Amex Card, International Dinners, BCA Card, Procard, Exim Smart, Duta Card, Kassa Card dan beberapa kartu lain yang diterbitkan oleh bank - bank penerbit (Siamat, 2005:634).
Beberapa aturan BI menyangkut Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) (Fokus BI):
- Usia pemegang kartu kredit 21 tahun atau 18 tahun bagi yang sudah menikah dan untuk kartu tambahan minimal usia 17 tahun.
- Berpenghasilan Rp 3 juta/bulan.
- Nasabah berpenghasilan kurang dari Rp 10 juta/bulan, maksimal memiliki 2 kartu. Sedangkan yang di atas Rp 10 juta, tergantung penilaian bank.
- Plafon pinjaman maksimal 3 kali gaji.
- Suku bunga maksimal 3 persen/bulan.
- Bunga dan biaya keterlambatan tidak boleh dibungakan lagi (bunga berbunga).
Fungsi Kartu Kredit
Kartu kredit muncul karena fungsi-fungsinya yang sangat meningkatkan alokasi sumber daya uang (Manurung, 2004:273) dan (Siamat, 2005:638), yaitu:
a. Sumber kredit Kartu kredit dapat digunakan sebagai instrumen untuk memperoleh kredit yang dilakukan dengan cara; pertama, mekanisme pembayaran dilakukan secara bulanan atas setiap transaksi (charge card); kedua, kartu kredit dapat memberikan keleluasaan kepada pemegangnya untuk membayar bulanan sejumlah minimum tertentu dari total transaksi yang dilakukan (credit card); ketiga, jumlah pembayaran yang harus dilakukan setiap bulan lebih pasti. Umumnya kredit yang diberikan jangka waktunya sangat pendek, nilainya relatif dibatasi dan untuk tujuan konsumsi.
b. Sumber uang tunai Kartu kredit dapat digunakan untuk menarik uang tunai, baik melalui counter ATM atau menggunakan kartu sebagai jaminan atas cek yang ditarik (check guarantee card). Dengan menunjukkan kartu, misalnya Visa atau Master Card, di negara mana saja pada bank yang memiliki kerja sama dengan pengelola kartu tersebut, pemegang kartu dapat menarik uang tunai. Namun, keterbatasannya adalah jumlah uang tunai yang dapat ditarik relatif kecil.
c. Penjaminan cek Di beberapa negara maju, kartu kredit dapat digunakan untuk menjamin penarikan cek. Dengan kartu kredit, penerima cek yakin atas cek yang dikeluarkan pemegang kartu. Dalam perkembangannya, check guarantee card dapat digunakan untuk menarik uang tunai dari kantor-kantor cabang bank juga sebagai cash card untuk memperoleh uang tunai melalui ATM. Check guarantee card yang dapat digunakan untuk menarik dana sering disebut check encashment card. Fungsi ini sangat menolong mereka yang dalam menjalankan kegiatan usahanya harus melakukan perjalanan ke banyak tempat berbeda.
Cara input data credit card
1. Pilih menu back office kemudian klik lainnya selanjutnya pilih debit/credit card.
3. Ketik manual pada kolom debit/credit card seperti gambar dibawah ini, lalu isilah kolom kas dengan cara klik icon [...] maka keluar data kas dan pilihlah dengan cara double click.
5. Inilah data credit card yang berhasil diinput.
Demikian penjelasan cara input data credit card pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar