Akuntansi Penerimaan Kas adalah suatu catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan penerimaan uang dari penjualan tunai atau dari piutang yang siap dan bebas digunakan untuk kegiatan umum perusahaan. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas adalah proses aliran kas yang terjadi di perusahaan. Aliran kas terdiri dari aliras kas masuk dan aliran kas keluar.
Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Dalam suatu perusahaan, penerimaan kas terbesar berasal dari dua sumber utama, yaitu penerimaan kas dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang. Penjualan tunai dilakukan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh pembeli. Setelah pembeli membayar dan perusahaan menerima kas, maka transaksi penjualan tunai tersebut dicatat oleh perusahaan. Sedangkan penerimaan kas dari piutang merupakan penerimaan kas atas penjualan kredit yang dilakukan perusahaan. Ketika debitur membayar, kas diterima perusahaan kemudian dicatat dengan mengurangkan akun piutang. Sistem penerimaan kas dari penjualan tunai dibagi menjadi tiga prosedur berikut ini:
a. Prosedur penerimaan kas dari overthe-counter sales
b. Prosedur penerimaan kas dari cashon-delivery sales (COD sales)
c. Prosedur penerimaan kas dari credit card sales
Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas Mulyadi (2016:425) mengemukakan bahwa terdapat dua sistem akuntansi pokok yang digunakan untuk melaksanakan pengeluaran kas, yaitu sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek dan sistem pengeluaran kas dengan uang tunai melalui sistem dana kas kecil. Pengeluaran kas dalam perusahaan dilakukan dengan menggunakan cek agar terhindar dari penyelewengan terhadap kas. Pengeluaran kas yang tidak dapat dilakukan dengan cek (biasanya karena jumlahnya relatif kecil), dilaksanakan melalui dana kas kecil yang diselenggarakan dengan salah satu di antara dua sistem yaitu fluctuating fund balance system dan imprest system.
Pengeluaran kas merupakan sistem yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pengeluaran kas, yang meliputi serangkaian proses kegiatan menerima, menyimpan, menyetor, membayar, menyerahkan dan mempertanggung jawabkan pengeluaran uang yang berada dalam pengelolaan suatu perusahaan. Sistem akuntansi pengeluaran kas terdiri dari dua sistem pokok, yaitu sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek dan sistem pengeluaran kas dengan uang tunai melalui sistem dana kas kecil.
Fungsi kas
Fungsi ini bertanggung jawab atas penerimaan cek dari fungsi sekretariat (jika penerimaan kas dari piutang dilaksanakan melalui pos) atau dari fungsi penagihan (jika penerimaan kas dari piutang dilaksanakan melalui penagih perusahaan). Fungsi kas bertanggung jawab untuk menyetorkan kas yang diterima dari berbagai fungsi tersebut segera ke bank dalam jumlah penuh.
Mutasi Dana Kas Kecil
Mutasi dana kas kecil adalah perubahan kas akibat adanya penerimaan dan pengeluaran dana. Laporan mutasi dana kas kecil adalah laporan yang disusun berdasarkan buku kas kecil. Laporan mutasi dana kas kecil memuat saldo awal, pengeluaran, pengisian kembali dan saldo akhir kas kecil. Dalam mengelola dana kas kecil, seorang pemegang dana kas kecil harus mengumpulkan dokumen-dokumen dan bukti transaksi guna pertanggungjawaban dana kas kecil. Bukti pemakaian dana kas kecil itu dapat berupa: bukti kas keluar, bukti nota, bukti pembayaran air, bukti pembayaran telepon dan lain-lain. Transaksi yang mengakibatkan terjadinya mutasi meliputi:
a) Pembentukan dana kas kecil yaitu transaksi yang dilakukan pertama kali dalam proses pengadaan dana kas kecil.
b) Penggunaan atau pemakaian/pengeluaran dana kas kecil adalah pembayaran yang dilakukan menggunakan dana kas kecil utuk pengeluaran-pengeluaran yang relatif kecil dan mendadak sesuai dengan kebutuhan jabatan pimpinan.
c) Pengisian kembali dana kas kecil yaitu diiisinya kembali dana kas kecil dalam suatu periode tertentu, misalnya setiap bulan, atau apabila dana kas kecil yang tersedia sudah menipis.
Cara input data mutasi kas
1. Pilih menu back office kemudian klik mutasi kas, lalu pilih tombol TAMBAH yang berada dipojok kiri bawah layar anda.
3. Apabila semua kolom telah disi, dan dipastikan telah sesuai maka klik SIMPAN. Adapun kolom yang tidak perlu diisi, silahkan kosongkan saja.
Demikian penjelasan cara input data mutasi kas pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar