Menurut Ariyan (2011) menu adalah suatu susunan beberapa macam hidangan yang disajikan pada waktu tertentu. Menu dapat terdiri dari satu macam hidangan yang lengkap atau tidak lengkap, juga dapat berupa hidangan untuk makan atau sarapan pagi, untuk makan siang atau makan malam saja ataupun hidangan makan untuk satu hari penuh dengan atau tanpa makan selingan. Tugas dari sebuah pemasaran sebenarnya bukanlah mencari pelanggan yang tepat untuk suatu produk, melainkan menemukan produk yang tepat untuk pelanggan, menurut Kotler dan Keller dalam Bob Sabran (2009:20). Sehingga diharapkan dengan penyajian menu makanan dan minuman yang bervariasi akan dapat memenuhi keinginan para konsumen yang masing-masing memiliki perbedaan dalam hal selera dan kesukaan bentuk atau rasa. Menurut Elvianarossa (2016:38) makanan merupakan kebutuhan yang sangat pokok dan tidak dapat diganti dengan kebutuhan lain karena setiap manusia membutuhkan asupan makan setiap hari. Dalam kondisi apapun, 10 manusia akan selalu berusaha untuk mendapatkan makanan. Bukan hanya sebagai naluriah, tetapi juga dapat melanjutkan kehidupannya.Oleh karena itu, sepanjang masih ada kehidupan, maka kebutuhan pada makanan harus ada dan dapat disediakan dengan memadai.
Philip Kotler (2002:347) juga mengatakan bahwa kelengkapan produk adalah tersedianya semua jenis produk yang ditawarkan untuk dimiliki, dipakai, atau dikonsumsi oleh konsumen yang dihasilkan oleh suatu produsen. Tugas dari sebuah pemasaran sebenarnya bukanlah mencari pelanggan yang tepat untuk suatu produk, melainkan menemukan produk yang tepat untuk pelanggan, menurut Kotler & Keller (dalam Bob Sabran, 2009:20), sehingga diharapkan dengan penyajian menu makanan dan minuman yang bervariasi akan dapat memenuhi keinginan para konsumen yang masing-masing memiliki perbedaan dalam hal selera dan kesukaan bentuk atau rasa.
Tujuan perencanaan menu adalah sebagai pedoman dalam kegiatan pengolahan makanan, mengatur variasi dan kombinasi hidangan, menyesuaikan dengan biaya yang tersedia, menghemat penggunaan waktu dan tenaga serta menu yang direncanakan dengan baik dapat digunakan sebagai alat penyuluhan (Widartika, 2018). Dalam fasilitas pelayanan kesehatan perencanaan menu merupakan kegiatan penyusunan menu yang akan diolah untuk memenuhi selera konsumen dan memenuhi kebutuhan zat gizi yang memenuhi prinsip gizi seimbang. Tujuan perencaan menu pada fasilitas pelayanan kesehatan tersedianya siklus menu sesuai klasifikasi pelayanan yang ada. Perencanaan menu pada institusi yang bersifat komersial maupun no komersial sangat penting untuk dapat memperoleh konsumen yang diinginkan.Perencanaan menu merupakan serangkaian yang terdiri dari mengumpulkan jenis hidangan, membuat daftar kelompok bahan makanan yang terdiri dari lauk hewani, nabati, sayuran, buah serta makanan selingan. Perencanaan menu dalam satu siklus terdiri dari kegiatan menyusun pola menu, pedoman menu, master menu, memasukan hidangan dalam master menu sampai dengan evaluasi menu. Indikator variasi menu menurut Philip Kotler (2010:347) ada 3 yaitu :
1. Rasa : Tanggapan indra terhadap rangsangan saraf, seperti manis, pahit dan asam.
2. Aroma : Reaksi dari makanan yang akan mempengaruhi konsumen.
3. Bentuk : Cara pemotongan bahan makanan yang bervariasi.
Selain kualitas menu makanan yang bervariasi, kualitas jasa pelayanan pun menjadi salh satu indikasi pelanggan untuk melakukan repeat order. Berikut ada lima dimensi kualitas jasa yaitu:
1. Terpercaya (reliabiliy): kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan.
2. Cepat tanggap (responsiveness): respon atau kesigapan karyawan dalam membantu konsumen dalam melayani konsumen, kecepatan karyawan dalam menangani transaksi dan menangani keluhan yang diajukan konsumen.
3. Terjamin (assurance): meliputi kemampuan karyawan atas pengetahuan terhadap roduk/jasa secara tepat, kualitas keamah tamaan, perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan, keterampilan dlam memberikan keamanan didalam memanfaatkan jasa yang ditawarkan dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan konsumen terhadap perusahhaan.
4. Empati (empathy): perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada konsumen seperti kemudahan untuk menhubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengn konsumen, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan konsumennya.
Cara edit menu makanan
1. Pilih menu kemudian klik tombol edit yang berada dibawah sebelah kiri layar anda.
2. Setelah itu, akan muncul data identitas menu makanan, kemudian pilih kolom yang akan diedit. Dalam hal ini yang diedit adalah harga makanan.
3. Harga makanan yang awalnya 30.000 diedit menjadi 35.000. Kemudian klik SIMPAN atau F8.
4. Muancul kotak dialog yang berisi informasi bahwa data telah tersimpan, selanjutnya apabila akan menambah data lagi klik YES. Namun jika telah selesai mengedit klik NO.
Demikian penjelasan cara edit menu makanan pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar