Selasa, 15 Februari 2022

INPUT MENU MAKANAN PADA APLIKASI RESTAURANT

 


Menurut Walker (2011:432-433) restaurant memiliki tiga tingkatan produk, yaitu : 

Core Product Merupakan fungsi utama dari suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen. 

Formal Product Merupakan wujud nyata dari suatu produk dimana meliputi aspek fisik dari restoran itu sendiri. Dalam suatu level tertentu, hal ini juga meliputi pelayanan yang diberikan kepada konsumen.

Augmented Product Merupakan produk tambahan yang telah ditingkatkan sehingga melampaui harapan konsumen.

Variasi menu makanan indonesia umumnya menurut John H.I dan Maria J.T (2011) indikator tentang variasi makanan sebagai berikut: 

1. Jenis pilihan menu makanan dan minuman 

2. Rasa makanan dan minuman 

3. Ukuran porsi makanan dan minuman.

Menurut Ariyan (2011) menu adalah suatu susunan beberapa macam hidangan yang disajikan pada waktu tertentu. Menu dapat terdiri dari satu macam hidangan yang lengkap atau tidak lengkap, juga dapat berupa hidangan untuk makan atau sarapan pagi, untuk makan siang atau makan malam saja ataupun hidangan makan untuk satu hari penuh dengan atau tanpa makan selingan.

Menurut Elvianarossa (2016:38) makanan merupakan kebutuhan yang sangat pokok dan tidak dapat diganti dengan kebutuhan lain karena setiap manusia membutuhkan asupan makan setiap hari. Dalam kondisi apapun, 10 manusia akan selalu berusaha untuk mendapatkan makanan. Bukan hanya sebagai naluriah, tetapi juga dapat melanjutkan kehidupannya.Oleh karena itu, sepanjang masih ada kehidupan, maka kebutuhan pada makanan harus ada dan dapat disediakan dengan memadai. 

Bahan pangan atau disebut juga bahan pokok makanan adalah bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melengkapi sebuah masakan. Bahan makanan berasal dari 2 jenis, yaitu bahan makanan yang bersumber dari hewan dan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Bahan makanan yang berasal dari hewan disebut dengan bahan pangan hewani, sedangkan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan disebut bahan pangan nabati ( Cahana, 2006 : 3 ).  

Standard ukuran dan porsi makanan tentunya setiap restaurant akan memiliki ukuran tertentu. Ada restaurant yang mengguakan metode prasmanan atau ada pula all you can eat. Sehingga porsi ditentukan oleh masing-masing pelanggan itu sendiri. Jika disediakan dengan bentuk persaji tentunya akan memudahkan para pelanggan namun kekurangannya ada pada porsi bisa dianggap kurang atau bahkan kebanyakan tergantung pada masing-masing pelanggan. 

Perencanaan menu pada institusi harus memperhatikan 2 faktor utama, yaitu faktor dari pihak manajemen dan faktor dari pihak kosumen. Berikut ini penjelasan dari faktor-faktor yang akan mempengaruhi sebuah perencanaan menu (Widartika, 2018). 

1. Faktor Konsumen 

a. Kecukupan atau kebutuhan gizi Kecukupan atau kebutuhan gizi merupakan aspek utama dalam pemenuhan status gizi guna meningkatkan derajat kesehatan yang optimal.Kebutuhan gizi yang sangat dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin dan aktivitas fisik.Kecukupan atau kebutuhan konsumen diterjemahkan dalam standar makanan.Standar makanan ini yang menjadi dasar dalam penyusunan menu pada institusi.Standar makanan merupakan rujukan dalam menetapkan standar porsi dan pola menu. 

b. Food habbit dan preferences Bila menuakan ditawarkan kepada konsumen, maka banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, prioritas apa saja sampai seseorang memilih makanan yang ditawarkan. Setiap orang akan memilih makanan yang ditawarkan. Setiap orang akan memilih makanan yang dia suka dan dia suka memilih yang ia makan. Kesukaan sangat tergantung pada selera dan penerimaan individu terhadap makanan.Hal ini dapat dipengaruhi oleh pantangan adat istiadat, agama, budaya, wilayah ataupun terapi yang sedang dijalankan. 

c. Karakteristik atau keadaan bahan makanan tertentu Dalam menyusun menu perlu juga diperhatikan faktor karakteristik bahan makanan itu sendiri. Aspek yang berhubungan dengan karakteristik bahan makanan adalah warna, konsistensi dan tekstur makanan, rasa, aroma, cara, persiapan, ukuran dan bentuk potongan makanan, sanitasi bahan makanan dan hidangan, suhu hidangan, besar porsi dan cara penyajian. 

2. Faktor Manajemen 

a. Tujuan Institusi Faktor pertama yang menjadi dasar perencanaan menu di institusi adalah tujuannya, yaitu komersial atau nonkomersial.Menu direncanakan untuk restoran tertentu berbeda dengan menu rumah sakit.Menu merupakan refleksi dari tujuan organisasi.Hal itu terlihat dari hidangan yang ditawarkan, besar porsi, macam menu (selektif atau standar). 

b. Dana atau Anggaran Pada institusi nonkomersial dana yang dialokasikan biasanya terbatas. Bahkan sangat terbatas.Untuk ini perlu strategi dalam perencanaan menunya agar kecukupan gizi konsumen terpenuhi.Hal ini terlihat dari pola menu, macam bahan makanan yang digunakan dan jumlah tenaga, jenis variasi menu dan lain-lain.Sedangkan untuk komersial, dalam menetapkan harga jual makanan harus benar-benar diperhitungkan, biaya bahan makanan, biaya tenaga dan biaya overhead, sehingga keuntungan yang wajar dapat tercapai.Dalam penentuan biaya makan institusi, faktor utama yang perlu diperhatikan ialah kesesuaian kebutuhan atau kecukupan gizi, hidangan, variasi menu dengan anggaran yang didapat. 

c. Ketersediaan Bahan Makanan di Pasar Ketersediaan bahan makanan mentah dipasar akan berpengaruh pada macam bahan makanan yang digunakan, serta macam hidangan yang dipilih dan variasi menu. Pada saat musim bahan makanan tertentu, pada menu yang telah disusun dapat pula disubtitusi dengan bahan makanan tersebut.Subtitusi dilakukan pada bahan makanan yang frekuensi penggunannya dalam 1 siklus lebih sering. 

d. Fasilitas Fisik dan Peralatan Macam menu yang disusun dapat mempengaruhi desain fisik dan peralatan yang dibutuhkan. Namun dilain pihak macam peralatan yang dimiliki dapat menjadi dasar dalam menentukan item menu atau macam hidangan yang akan diproduksi. Contohnya bila dalam item menu yang direncanakan terdapat Chicken nuggets, maka perlu peralatan food processor.Menu yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan macam dan jumlah peralatan yang tersedia. 

e. Keterampilan Tenaga Keterampilan macam dan jumlah tenaga serta waktu yang tersedia akan berpengaruh pada macam hidangan/item menu serta jumlah item menu yang direncanakan. 

f. Tipe Produksi dan Sistem Pelayanan Tipe produksi dan cara pelayanan yang tepat untuk tipe system penyelenggaraan makanan tertentu, akan berdampak pada macam hidangan yang direncanakan. Pada rumah sakit, dimana distribusi makanan dilakukan dengan cara sentralisasi, tidak dapat dipilih hidangan seperti omelet, es krim dan lain-lain.  


Cara input menu makanan 

1. Pilih menu , kemudian klik tombol tambah yang berada dipojok kiri layar anda. 



2. Maka muncul sederet kolom-kolom seoerti gambar dibawah ini. Isilah dengan cara ketik manual, kecuali pada kolom masakan, jenis dan dapur. Cara pengisiannya yaitu dengan klik icon berbentuk segitiga terbalik pada masing-masing kolom. Kemudian pilihlah data yang dibutuhkan. 



3. Setelah semua kolom disi klik SIMPAN atau F8. Namun apabila ada kolom yang tidak diperlukan maka kosongkan saja. 



4. Inilah tampilan data yang telah berhasil diinput.



Demikian penjelasan cara input menu makanan pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar