Supplier merupakan suatu perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Salah satu contohnya adalah perusahaan Hershey yang harus memperoleh coklat, gula, kertas kaca, dan berbagai bahan lain untuk memperoduksi gula – gulanya. Selain bahan – bahan tersebut perusahaan ini juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan,bahan bakar, listrik, komputer, dan faktor produksi lainya untuk dapat melaksanakan kegiatan perusahaanya. Untuk membuat keputusan dalam membeli hal – hal tersebut diperlukan pemilihan supplier yang berkualitas. Suatu perusahaan akan mencari supplier yang mutu dan efisiensinya dapat dipertahankan, karena perkembangan dalam “supplier” dapat memberikan pengaruh yang sangat penting terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaann.
Menurut Gary W Dickson (1966) dalam I Nyoman Pujawan dan Mahendrawathi (2010:155), mengemukakan dua puluh satu kriteria untuk pemilihan dan evaluasi supplier dapat dilihat pada tabel 2 Dengan banyak kriteria-kriteria yang ada 9 dalam pemilihan supplier, namun keputusan dalam penentuan kriteria yang akan digunakan dalam suatu perusahaan ditentukan oleh perusahaan itu sendiri. Perusahaan akan memilih beberapa kriteria yang ada, pemilihan kriteriabiasanya tergantung dari item-item bahan baku yang dipasok ke perusahaan.
Metode Untuk Menentukan Pemilihan Pemasok (Supplier) Menentukan pemilihan pemasok dapat menggunakan beberapa metode yaitu diantarannya:
1) Analytical Network Process (ANP) Analytical Network Process (ANP) adalah suatu motode pemecahan suatu masalah yang tidak terstruktur dan adanya ketergatungan hubungan antara dan adanya ketergantungan hubungan antar elemennya. Konsep ANP dikembangkan dari teori AHP yang didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara beberapa komponen, sehingga AHP merupakan bentuk khusus dalam ANP. Secara umum langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menggunakan ANP adalah sebagai berikut (Sentosa, 2008):
- Mendefinisikan masalah dan menentukan kriteria solusi yang diinginkan.
- Menentukan pembobotan komponen dari sudut pandang manajerial.
- Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi atau pengaruh setiap elemen atas setiap kriteria. Perbandingan dilakukan berdasarkan penilaian dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen.
- Setelah mengumpulkan semua data perbandingan berpasangan dan memasukkan nilai-nilai kebalikannya serta nilai satu di sepanjang diagonal utama, prioritas masing-masing kriteria dicari dan konsistensi diuji.
- Menentukan eigen vector dari matriks yang telah dibuat pada langkah ketiga.
- Mengulangi langkah 3, 4, dan 5 untuk semua kriteria.
- Membuat unweighted supermatriks dengan cara memasukkan semua eigen vector yang telah dihitung pada langkah 5 ke dalam sebuah supermatriks.
- Membuat weighted supermatriks dengan cara melakukan perkalian setiap isi unweighted supermatriks terhadap matriks perbandingan kriteria (cluster matrix).
- Membuat limiting supermatriks dengan cara memangkatkan supermatriks secara terus menerus hingga angka disetiap kolom dalam satu baris sama besar.
- Ambil nilai dari alternatif yang dibandingkan setelah dilakukan limiting supermatriks. Memeriksa konsistensi, rasio konsistensi tersebut harus 10 persen atau kurang. Jika nilainya lebih dari 10%, maka penilaian data keputusan harus diperbaiki.
2) Analytical Hieararchy Process (AHP) Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (I Nyoman Pujawan dan Mahendrawathi, 2010).
Adapun langkah-langkah metode analytical hieararchy process yaitu:
- Tentukan kriteria-kriteria pemilihan
- Tentukan bobot masing-masing kriteria
- Identifikasi alternatif (pemasok) yang akan dievaluasi
- Evaluasi masing-masing alternatif dengan kriteria diatas
- Hitung nilai berbobot masing-masing pemasok
- Urutkan pemasok berdasarkan nilai berbobor tersebut
3) Pemeringkatan Faktor (factor-rating metodh) Pada penelitian ini, metode yang digunakan dalam menentukan pemasok yang dapat dipertahankan perusahan atau pemilihan pemasok bagi perusahaan yaitu menggunakan Metode Pemeringkatan Faktor (factor-rating method). Metode Pemeringkatan Faktor (factor-rating metodh menurut Haizer dan Barry (2015) adalah sebuah metode yang sering digunakan kerena meliputi beragam faktor yang dapat diikutsertakan secara objektif, mulai dari pendidikan hingga keterampilan tenaga kerja. Metode ini merupakan teknik yang paling tepat dan akurat untuk memilih dan merangking pemasok yang benar.Berikut adalah langkah-langkah dalam menentukan pemilihan pemasok dengan menggunakan Metode Pemeringkatan Faktor (factor-rating metodh):
- Membuat daftar faktor yang berhubungan, yang disebut sebagai faktor penunjang keberhasilan (critical success factors – CSF).
- Memberikan sebuah bobot untuk setiap faktor untuk menggambarkan kepentingan relative tujua perusahaan.
- Membuat sebuah skala untuk setiap faktor (sebagai conton 1 hingga 10, atau 1 hingga 100 poin)
- Meminta penilaian manajemen untuk setiap faktor (kriteri-kriteria), dengan menggunakan skala pada langkah 3.
- Kalikan nilai dengan bobot untuk setiap faktor dan jumlahkan nilai total untuk setiap faktor (kriteriakriteria).
- Membuat rekomendasi berdasarkan nilai poin maksimal, yang juga mempertimbangkan hasil dari pendekatan wawancara.
Cara input data supplier
1. Pilih menu SUPPLIER yang berada di bar atas, kemudian klik TAMBAH pada pojok kiri bawah layar anda.
3. Apabila terdapat kolom yang tidak perlu diisi, maka kosongkan saja. Setelah semua data dipastikan telah sesuai, klik SIMPAN atau F8.
4. Kemudian kan muncul kotak dialog berisi informasi bahwa data telah tersimpan. Apabila akan menambah data lagi klik YES, namun jika tidak klik NO.
5. Inilah tampilan data supplier yang telah berhasil diinput.
Demikian penjelasan cara input data supplier pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar