Menurut
Shahroudi & Rouydel (2012) menyatakan pemilihan supplier adalah salah satu
kegiatan paling penting dari suatu perusahaan, karena pembelian bahan baku dan
komponen mewakili 40 sampai 80% dari total biaya produk dan berdampak
terhadap kinerja perusahaan. Pada perusahaan manufaktur bagian pengadaan juga
berperan untuk menyediakan sumber bahan baku dan komponen yang berkualitas.
Menurut Fernandez (1996) menyatakan bahwa mutu dari produk dan layanan
berhubungan langsung dengan mutu dari produk pemasok serta layanan yang
mereka berikan. Maka dari itu, untuk menghasilkan produk akhir yang memiliki
kualitas yang baik, maka pemilihan supplier menjadi hal yang penting untuk
dilakukan.
Beberapa kriteria dari
supplier yang menjadi bahan pertimbangan :
- Harga penawaran yaitu waktu penyerahan barang untuk penggantian
- Keandalan dalam ketepatan waktu
- Fleksibilitas penyerahan
- Frekwensi penyerahan
- Jumlah pengiriman minimum
- Mutu supplier
- Biaya angkutan
- Peyerahan pembayaran
- Kemampuan koordinasi informasi
- Koordinasi dalam desain kapasitas
- Pajak dan nilai tukar
- Kelangsungan hidup perusahaan
Berikut ini beberapa kriteria dari yang menjadi pertimbangan dalam
menentukan pemasok antara lain:
1. Harga penawaran, yaitu harga yang ditawarkan oleh pemasok dalam
melakukan transaksi dengan perusahaan.
2. Mutu pemasok, yaitu kualitas kondisi perusahaan pemasok
3. Keandalan dalam ketepatan, yaitu keandalan sebuah pemasok dalam
ketepatan baik ketepatan barang yang diproduksi maupun keandalan
dalam servis yang diberikan oleh perusahaan yang menjadi
distributornya.
4. Kemampuan koordinasi informasi, yaitu kemampuan perusahaan
pemasok dalam menangani komunikasi dengan perusahaan yang bekerja sama dalam pemberian informasi terkini sehingga baik pemasok atau
distributor tidak dirugikan.
5. Ketersediaan Produk, yaitu kondisi dimana fleksibilitas ketersediaan
tipe produk atau jumlah produk yang ada dalam antisipasi jika terjadi
perubahan dari permintaan pelanggannya.
Seleksi kriteria supplier merupakan usaha perusahaan dalam
lingkup kerjasama antara perusahaan pembeli dan supplier dengan cara
meninjau, mengevaluasi, dan memilih supplier untuk menjadi bagian
penting dari rantai supply. Usaha – usaha ini meliputi :
- Pentingnya memilih supplier yang menyediakan mutu produk yang sempurna. Merupakan suatu presepsi atas penilaian perusahaan yang kasat mata dan bersifat lebih subyektif terhadap produk yang disampaikan supplier dengan standart yang telah ditentukan bersama antara supllier dan perusahaan.
- Pentingnya ketersediaan produk Pentingnya ketersediaan produk yang fleksibilitas penyerahan diperlukan perusahaan terhadap supplier untuk mengantisipasi perubahan permintaan barang yang dapat terjadi sewaktu – waktu karena adanya perubahan permintaan pelanggan.
- Pentingnya konsistensi atau keandalan terhadap waktu penyerahan. Pentingnya konsistensi atau keandalan terhadap waktu penyerahan yaitu ketepatan waktu penyerahan barang oleh supplier kepada perusahaan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Makin besar standart deviasi ketidak tepatan atau kurangnya konsistensi, berarti makin kecil keandalan ketepatan waktu. Diperlukan persediaan pengamanan yang besar sehingga pada giliranya menambah biaya persediaan barang.
- Pentingnya biaya produksi Merupakan suatu kemampuan perusahaan dalam mengadakan efisiensi melalui biaya pengadaan dari supplier. Biaya yang dimaksud adalah biaya pemeliharaan, biaya penyimpanan, biaya transportasi, dan biaya lainya yang terkait dengan produk.
- Penentuan harga Penentuan harga yang tepat sebagai harga yang layak dan adil bagi kedua belah pihak, yaitu pembeli (perusahaan) dan penjual (supplier).
- Pelayanan setelah penjualan Merupakan suatu kerjasama berupa dorongan yang diberikan oleh perusahaan kepada supplier berupa isentif atau bonus. Pentingnya pelayanan setelah penjualan bagi setiap perusahaan merupakan prospek dan jaminan kelangsungan hidup serta perkembangan perusahaan.
Dalam supply chain ada beberapa pemain utama yang merupakan perusahaan
yang mempunyai kepentingan yang sama, yaitu :
1) Supplies
2) Manufactures
3) Distribution
4) Retail Outlet
5) Customers
Dalam supply chain ada beberapa pemain utama yang merupakan
perusahaan yang mempunyai kepentingan yang sama, yaitu :
1. Supplies
2. Manufactures
3. Distribution
4. Retail Outlet
5. Customers
Ada 3 macam hal yang harus dikelola dalam supply chain yaitu :
- Aliran barang dari hulu ke hilir contohnya bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik, setelah produksi selesai dikirim ke distributor, pengecer, kemudian ke pemakai akhir.
- Aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu dan
- Aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau sebaliknya.
konsep SCM adalah akselerasi
perubahan lingkungan bisnis disebabkan berkembangnya secara cepat
faktorfaktor penting, antara lain:
- Tuntutan konsumen yang semakin kritis.
- Infrastruktur telekomunikasi, informasi, transportasi, dan perbankan yang semakin canggih memungkinkan berkembangnya model baru dalam aliran material / produk.
- Daur hidup produk sangat pendek seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan pasar.
- Kesadaran konsumen akan pentingnya aspek sosial dan lingkungan dalam kehidupan, menuntut industri manufaktur memasukkan konsep-konsep ramah lingkungan mulai dari proses perancangan produk, proses produksi maupun proses distribusinya
- Perusahaan tidak akan ‘terbuang’ percuma, karena diminati konsumen.
- Menurunnya biaya. Pengintegrasian aliran produk dari perusahan kepada konsumen akhir berarti pula mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.
- Pemanfaatan asset semakin tinggi. Aset terutama faktor manusia akan semakin terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan. Tenaga manusia akan mampu memberdayakan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan SCM.
- Peningkatan laba. Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumen yang setia dan menjadi pengguna produk, pada gilirannya akan meningkatkan laba perusahaan.
- Perusahaan semakin besar. Perusahaan yang mendapat keuntungan dari segi proses distribusi produknya lambat laun akan menjadi besar, dan tumbuh lebih kuat
Cara cetak laporan data supplier
1. Pilihlah laporan kemudian klik laporan data supplier yang ditandai dengan garis bawah atau underline.
2. Munculah preview laporan data, klik icon print yang berada dibar bagian atas layar anda.
Demikian penjelasan cara cetak laporan data supplier pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

.png)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar