Selasa, 05 Juli 2022

CETAK REPORT BY BILL PADA SOFTWARE RESTAURANT


Bill of material atau yang biasa dikenal BOM merupakan daftar dari semua
material, parts, dan subassemblies, serta kuantitas dari masing – masing yang
dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk atau parents assembly. Tiga jenis
BOM yang digunakan dalam dunia perindustrian, yaitu :
1. Phantom Bill
Merupakan jenis bill yang digunakan untuk material yang tidak untuk
disimpan atau untuk material yang hanya lewat saja.
2. Modular Bill
Digunakan untuk material yang hanya menyusun produk dengan
sejumlah option yang berbeda.
3. Pseudo Bill
Digunakan untuk menyusun daftar kebutuhan material yang bukan untuk
disusun menjadi produk melainkan untuk dikelompokkan berdasarkan
kriteria tertentu.

Jenis bill juga dapat dibagi berdasarkan tingkatan level yang disampaikannya,
yaitu single level BOM dan multilevel BOM. Jenis bill lainnya adalah planning bill,
yang merupakan jenis bill yang digunakan untuk keperluan peramalan dan
perencanaan. Planning bill terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
1. Planning bill dengan item yang dijadwalkan merupakan komponen atau
sub assembly untuk pembuatan produk akhir.
2. Planning bill dengan item yang dijadwalkan memiliki produk akhir sebagai
komponen – komponennya, dimana item- item yang dijadwalkan secara
fisik lebih besar dari pada produk akhir.

Manfaat dari BOM diantaranya adalah sebagai alat pengendali produksi yang
menspesifikasikan bahan – bahan kandungan yang penting dari suatu produk, pesanan
yang harus digabungkan dan seberapa banyak yang dibutuhkan untuk membuat satu
batch, bill of material juga digunakan untuk peramalan barang yang keluar masuk dari
inventori maupun transaksi produksi dan dan bias menghasilkan pesanan – pesanan
produksi dari pesanan pelanggan, serta menjamin bahwa jumlah bahan yang tepat
telah dikirim ke tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat.

Menurut Undang-Undang Bank Indonesia No.23/1999, sistem pembayaran adalah suatu sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme, yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

Komponen Sistem Pembayaran Adapun komponen-komponen yang membentuk sistem pembayaran adalah sebagai berikut: 
  1. Kebijakan Komponen kebijakan dalam sistem pembayaran memberikan dasar pengembangan sistem pembayaran di suatu negara. Kebijakan sistem pembayaran biasanya tercermin dalam berbagai peraturan dan ketentuan.
  2. Pada umumnya, kebijakan yang berkaitan dengan sistem pembayaran ditetapkan oleh bank sentral. Bank Indonesia menetapkan kebijakan sistem pembayaran dalam menjalankan tugasnya yang mengacu pada empat prinsip: keamanan, efisiensi, kesetaraan akses dan perlindungan konsumen. 
  3. Hukum Komponen hukum menjamin adanya aspek legalitas dalam penyelenggaraan sistem pembayaran. Hukum ini meliputi UndangUndang dan peraturan-peraturan yang mengatur aturan main berbagai pihak yang terlibat, misalnya antarbank, antarbank dan nasabah, antarbank dan bank sentral dan lain-lain. 
  4. Kelembagaan Kelembagaan merupakan eluruh lembaga (entitas) yang terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam sistem pembayaran. 
  5. Instrumen Pembayaran Instrumen pembayaran merupakan suatu media yang digunakan dalam melakukan pembayaran. Saat ini instrumen pembayaran diklasifikasikan menjadi dua, yaitu pembayaran tunai dan non tunai. 
  6. Mekanisme Operasional Mekanisme operasional merupakan mekanisme yang diperlukan dalam melakukan perpindahan dana dari satu pihak ke pihak lain. Contohnya seperti sistem atau mekanisme operasional antara lain kliring, sistem transfer antarbank, dan settlement. 
  7. Infrastruktur Infrastruktur meliputi berbagai komponen teknis untuk memproses dan melakukan transfer dana seperti message format, jaringan komunikasi, sistem back-up, disaster recovery plan, dan lainlain

Jenis-Jenis Sistem Pembayaran 

Berdasarkan perkembangannya sistem pembayan dibagi menjadi dua jenis yaitu : 

a. Sistem Pembayaran Tunai Pembayaran tunai merupakan pembayaran yang umum dilakukan di Indonesia. Pembayaran tunai lebih banyak menggunakan uang kartal baik uang kertas maupun logam sebagai alat pembayaran. Dalam masyarakat modern seperti saat ini, pemakaian alat pembayaran tunai seperti uang kartal memang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan penggunaan uang giral karena munculnya inefisiensi dalam penggunaan uang kartal.

b. Sistem Pembayaran Non Tunai 
  • 1) Instrumen Berbasis Warkat/Kertas Instrumen-instrumen berbasis warkat ini, pada umumnya sudah lama dipakai dalam praktik perbankan. Beberapa instrument yang masuk dalam kategori ini adalah cek, bilyet giro, nota debit, nota kredit dan wesel. Dalam transaksi non tunai menggunakan instrumen warkat yang paling sering digunakan adalah cek dan bilyet giro. Perkembangan instrumen pembayaran elektronik secara perlahan-lahan mengurangi penggunaan instrumen, dan digantikan oleh sistem transfer secara elektronik yang diatur menggunakan SKNBI atau BI-RTGS. 
  • 2) Instrumen Berbasis Kartu Dan Berbasis Elektronik Masyarakat Indonesia telah banyak mengenal berbagai kartu pembayaran, baik yang bersifat kredit seperti kartu kredit dan privat-label card (contohnya: kartu pasar swalayan) serta yang bersifat debit, seperti debit card dan ATM yang telah banyak dikenal masyarakat Indonesia. Selain itu, dalam perkembangannya terdapat pula jenis kartu yang dananya telah tersimpan dalam chip elektronik pada kartu terebut yang dikenal dengan smart chip atau chip card (contohnya: kartu telpon prabayar). 48 Kartu pintar merupakan bentuk popular dari sistem pembayaran elektronik. Sistem pembayaran elektronik adalah sistem pembayaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti Integrated Circuit (IC), cryptography, dan jaringan komunikasi. Pembayaran elektronik yang banyak dikenal pada saat ini adalah internet banking, phone banking, kartu debit/ATM, kartu kredit, dan e-money. Seluruh pembayaran elektronik tersebut, kecuali kartu kredit selalu terkait langsung dengan rekening nasabah bank yang digunakannya.


Cara cetak laporan bill

1. Pilih menu laporan kemudian klik report by bill pada lajur sebelah kiri yang ditandai dengan garis bawah atau underline



2. Selanjutnya pilih salah satu periode apakah range tanggal atau harian. 



3. Contoh disini adalah harian, keudian isilah kolom periode yang merupakan tanggal serta waktu yang berisi rentang durasi. Setelah semua data terisi dengan benar dan sesuai, klik PROSES.



4. Kemudian klik tombol preview yang berada dipojok kiri bawah layar anda tepat disebelah tombol print.



5. Pilihah mode cetak dengan cara mengisi kolom tersebut secara manual. Lalu, klik OK.


6. Terakhir teliti terlebih dahulu data laporan sebelum proses cetak. Setelah sesuai, klik icon print yang berada dibar bagian atas layar anda.



Demikian penjelasan cara cetak report by bill pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar