Menurut Efendi ( 2013 : 191 ) Pengertian Kas adalah segala sesuatu “
baik yang berbentuk uang / bukan “ yang dapat di gunakan sebagai alat
pembayaran atau alat pelunasan kewajiban. Beberapa yang termasuk
kas adalah rekening giro di bank “ cash in bank “ dan uang kas yang
ada di perusahaan “ cash on hand “ kas dalam perusahaan merupakan
harta yang paling lancar, sehingga dalam neraca di tempatkan paling
atasdalam kelompk paling atas.
jenis kas yaitu
sebagai berikut:
a. Kas pada perusahaan (cash on hand )
Cash on hand ialah kas keseluruhan yang berada di suatu perusahaan.
Cash
on hand ini terbagai menjadi 2 macam, yaitu :
- 1. Cash , kas disini yang di maksud dengan kas besar
- 2. Petty kas, yaitu kas kecil atau kas yang berada pada unit – unit perusahaan.
b. Kas pada bank ( Cash at Bank)
Jenis – Jenis Kas
9
Cash at Bank adalah semua saldo rekening giro bank yang dimiliki oleh
perusahaan dan dapat dipergunakan setiap saat sebagai alat pembayaran
dengan menggunakan cek ataupun penerimaan transfer uang.
Adapun yang tidak termsuk dapat di golongkan sebagai bagian dari kas adalah
sebagai berikut :
- a. Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu misalnya yaitu sinking fund dana untuk pembayaran obligasi dan redention fund yaitu dana untuk tebusan dan prefent.
- b. Persediaan perangko
- c. Cek mundur, tetap di catat sebagai piutang sampai tanggal dimana cek tersebut di uangkan
- d. Cek kosong dari pihak ketiga
- e. Rekening pada bank di luar negri yang di batasi penggunaan ( tidak dapat segera di pergunakan )
- f. Deposito berjangka ( time deposite) yaitu simpanan di bank yang pengambilanya terikat pada peraturan – peraturan serta jangka waktu tertentu, sehingga simpanan tersebut tidak dapat di ambil / di uangkan setiap saat sesuai dengan nilai nominalnya.
Arus kas masuk (cash inflow) dan arus kas keluar (cash outflow)
masing masing terbagi dua bagian, antara lain:
1. Arus Kas Masuk (cash inflow)
- a. Bersifat rutin. misalnya: penerimaan dari hasil penjualan secara tunai, penerimaan piutang yang telah dijadwalkan sesuai dengan penjualan kredit yang dilakukan. dan lain lain.
- b. Bersifat tidak rutin. misalnya: penerimaan uang sewa gedung, penerimaan modal saham. penerimaan utang atau kredit. penerimaan bunga, dan lain lain.
2. Arus kas keluar (cash autflow)
- a. Bersifat rutin, misalnya: pembelian bahan baku dan bahan pembantu, membayar upah dan gaji, membeli peralatan kantor habis pakai, dan lain lain.
- b. Bersifat tidak rutin, misalnya: pembelian aset, pembayaran angsuran utang, pembayaran dividen, dan lain lain.
penggunaan aktiva lancar menyebabkan
berkurangnya dana, hal ini disebabkan karena :
1. Pembayaran biaya atau ongkos Instansi meliputi pembayaran upah, gaji,
pembelian bahan baku atau barang dagangan, suplies kantor dan
pembayaran biaya-biaya lainnya. Pembayaran biaya operasi ini akan
mengakibatkan terjadinya penjualan atau penghasilan Instansi yang
bersangkutan.
2. Kerugian yang diderita Perusahaan karena adanya penjualan surat
berharga atau efek maupun kerugian insindentil lainnya. Adapun
kerugian yang rutin atau insidentil akhirnya akan mengakibatkan
berkurangnya dana Perusahaan.
3. Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan
tertentu dalam jangka panjang lainnya, misalnya dana pelunasan
obligasi, dan pensiun pegawai dan lain-lain
4. Pembayaran hutang-hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik,
hutang obligasi, ataupun hutang jangka panjang lainnya yang
mengakibatkan penarikan kembali untuk atau seterusnya saham
Perusahaan yang beredar, atau adanya hutang jangka panjang
diimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar.
5. Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap, investasi jangka
panjang atau aktiva lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya
aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang berakibat kurangnya
dana.
6. Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik Perusahaan
untuk kepentingan pribadi (prive) atau adanya pengambilan bagian
keuntungan oleh pemilik Perusahaan perorangan atau persekutuan atau
adanya pembayaran deviden dalam perseroan terbatas.
Cara edit data mutasi kas
1. Pilih menu back office kemudian klik mutasi kas, lalu klik tombol edit yang berada dibawah sebelah kiri layar anda.
2. Maka keluar data seperti gambar dibawah ini. Data yang akan diedit adalah kolom jumlah semula Rp. 500.000,00 menjadi Rp. 550.000,00. Terakhir klik SIMPAN.
3. Maka akan muncul kotak dialog yang berisi informasi bahwa data telah tersimpan, klik OK.
4. Inilah tampilan data mutasi yang telah berhasil diedit.
Demikian penjelasan edit data mutasi kas pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.
Related post:

.png)
.png)
.png)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar