Senin, 18 Juli 2022

EDIT DATA MUTASI KAS PADA APLIKASI BENGKEL





Menurut Efendi ( 2013 : 191 ) Pengertian Kas adalah segala sesuatu “ baik yang berbentuk uang / bukan “ yang dapat di gunakan sebagai alat pembayaran atau alat pelunasan kewajiban. Beberapa yang termasuk kas adalah rekening giro di bank “ cash in bank “ dan uang kas yang ada di perusahaan “ cash on hand “ kas dalam perusahaan merupakan harta yang paling lancar, sehingga dalam neraca di tempatkan paling atasdalam kelompk paling atas.

jenis kas yaitu sebagai berikut: 
a. Kas pada perusahaan (cash on hand ) Cash on hand ialah kas keseluruhan yang berada di suatu perusahaan. 
Cash on hand ini terbagai menjadi 2 macam, yaitu : 
  • 1. Cash , kas disini yang di maksud dengan kas besar 
  • 2. Petty kas, yaitu kas kecil atau kas yang berada pada unit – unit perusahaan. 

b. Kas pada bank ( Cash at Bank) 
Jenis – Jenis Kas 9 Cash at Bank adalah semua saldo rekening giro bank yang dimiliki oleh perusahaan dan dapat dipergunakan setiap saat sebagai alat pembayaran dengan menggunakan cek ataupun penerimaan transfer uang. Adapun yang tidak termsuk dapat di golongkan sebagai bagian dari kas adalah sebagai berikut : 
  • a. Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu misalnya yaitu sinking fund dana untuk pembayaran obligasi dan redention fund yaitu dana untuk tebusan dan prefent. 
  • b. Persediaan perangko 
  • c. Cek mundur, tetap di catat sebagai piutang sampai tanggal dimana cek tersebut di uangkan 
  • d. Cek kosong dari pihak ketiga 
  • e. Rekening pada bank di luar negri yang di batasi penggunaan ( tidak dapat segera di pergunakan ) 
  • f. Deposito berjangka ( time deposite) yaitu simpanan di bank yang pengambilanya terikat pada peraturan – peraturan serta jangka waktu tertentu, sehingga simpanan tersebut tidak dapat di ambil / di uangkan setiap saat sesuai dengan nilai nominalnya.

Arus kas masuk (cash inflow) dan arus kas keluar (cash outflow) masing masing terbagi dua bagian, antara lain: 

1. Arus Kas Masuk (cash inflow) 
  • a. Bersifat rutin. misalnya: penerimaan dari hasil penjualan secara tunai, penerimaan piutang yang telah dijadwalkan sesuai dengan penjualan kredit yang dilakukan. dan lain lain. 
  • b. Bersifat tidak rutin. misalnya: penerimaan uang sewa gedung, penerimaan modal saham. penerimaan utang atau kredit. penerimaan bunga, dan lain lain. 

2. Arus kas keluar (cash autflow) 
  • a. Bersifat rutin, misalnya: pembelian bahan baku dan bahan pembantu, membayar upah dan gaji, membeli peralatan kantor habis pakai, dan lain lain.
  • b. Bersifat tidak rutin, misalnya: pembelian aset, pembayaran angsuran utang, pembayaran dividen, dan lain lain.

penggunaan aktiva lancar menyebabkan berkurangnya dana, hal ini disebabkan karena : 
1. Pembayaran biaya atau ongkos Instansi meliputi pembayaran upah, gaji, pembelian bahan baku atau barang dagangan, suplies kantor dan pembayaran biaya-biaya lainnya. Pembayaran biaya operasi ini akan mengakibatkan terjadinya penjualan atau penghasilan Instansi yang bersangkutan. 
2. Kerugian yang diderita Perusahaan karena adanya penjualan surat berharga atau efek maupun kerugian insindentil lainnya. Adapun kerugian yang rutin atau insidentil akhirnya akan mengakibatkan berkurangnya dana Perusahaan. 
3. Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan tertentu dalam jangka panjang lainnya, misalnya dana pelunasan obligasi, dan pensiun pegawai dan lain-lain 
4. Pembayaran hutang-hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik, hutang obligasi, ataupun hutang jangka panjang lainnya yang mengakibatkan penarikan kembali untuk atau seterusnya saham Perusahaan yang beredar, atau adanya hutang jangka panjang diimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar.
5. Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap, investasi jangka panjang atau aktiva lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang berakibat kurangnya dana. 
6. Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik Perusahaan untuk kepentingan pribadi (prive) atau adanya pengambilan bagian keuntungan oleh pemilik Perusahaan perorangan atau persekutuan atau adanya pembayaran deviden dalam perseroan terbatas. 


Cara edit data mutasi kas 

1. Pilih menu back office kemudian klik mutasi kas, lalu klik tombol edit yang berada dibawah sebelah kiri layar anda. 



2. Maka keluar data seperti gambar dibawah ini. Data yang akan diedit adalah kolom jumlah semula Rp. 500.000,00 menjadi Rp. 550.000,00. Terakhir klik SIMPAN. 



3. Maka akan muncul kotak dialog yang berisi informasi bahwa data telah tersimpan, klik OK. 



4. Inilah tampilan data mutasi yang telah berhasil diedit. 



Demikian penjelasan edit data mutasi kas pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar