Senin, 18 Juli 2022

INPUT DATA MUTASI KAS PADA APLIKASI BENGKEL



Sastrohadiwiryo (2002 : 247), mutasi adalah kegiatan ketenagakerjaan yang berhubungan dengan proses pemindahan fungsi, tanggung jawab, dan status ketenagakerjaan tenaga kerja ke situasi tertentu dengan tujuan agar tenaga kerja yang bersangkutan memperoleh kepuasan kerja yang mendalam dan dapat memberikan prestasi kerja yang semaksimal mungkin kepada perusahaan. 

Kedua kas ini sangat likuid rentan akan kecurangan, maka di perlukanlah mekanisme pengawasan kas , yaitu: 

  1. Pengelolaan kas dilakukan melaluinpemisahan fungsi, yaitu fungsi otorisasi ( fungsi yang menyetujui masuk keluarnya kas uang ), fungsi operasi ( pihak bagian yang menggunakan uang, fungi pencatatan dan fungsi penyimpanan. 
  2. Selalu di lakukan investarisasi ( stock opname ), kemudian di hitung dan di cocokan dengan catatan cek. 
  3. Di lakukan internal auditing ( pemeriksaan intern )  Uang seyogyanya keluar dan masuk di simpan di bank, kecuali penggunaan petty cash. 
  4. Dokumen atau kwitansi seyogyanya bernomor yang tercetak, sehingga pembatalan kwitansi dapat di ketahui. 
  5. Kesediaan kas di sesuaikan dengan kebutuhan, jangan ada uang yang menganggur.

Efek Mutasi 

Menurut Kadarisman (2012:121) efek mutasi berdasarkan merit system yaitu: 

  • 1) Output dan produktivitas kerja meningkat Memindahkan pegawai ke posisi yang menurut analisis jabatan, telah sesuai dengan kualifikasi, kemampuan, dan keinginan pegawai yang bersangkutan. Dengan demikian, pegawai yang bersangkutan akan memperoleh kepuasan kerja semaksimal mungkin dan dapat memberikan keluaran (output) yang produktif sesuai dengan target organisasi. 
  • 2) Semangat kerja meningkat Memutasikan pegawai pada posisi yang tepat serta pekerjaan yang sesuai dengan pengetahuan, keterampilannya, serta kemampuan (kompetensi) pegawai yang bersangkutan sehingga terjadi peningkatan motivasi, semangat serta produktivitas kerja. 
  • 3) Jumlah kesalahan yang diperbuat menurun Memindahkan para pegawai pada pekerjaan lain yang sederajat, sehingga dengan mutasi kita akan mengkoreksi kekurangan dan kesalahan dalam melaksanakan pembinaan terhadap pegawai. 
  • 4) Kreativitas dalam bekerja Mutasi atau perpindahan pegawai secara horizontal tersebut, diharapkan akan terjadi perbaikan pada diri pegawai karena pengalaman kerja bertambah dan mempunyai keahlian baru sehingga kedepan layak untuk dipromosikan ke jenjang jabatan yang lebih tinggi.
  • 5) Absensi dan disiplin pegawai semakin baik. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. 

Faktor yang Mempengaruhi Mutasi 

Siswanto (1989:16-20), mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi mutasi adalah sebagai berikut: 
  • 1) Perlu adanya pedoman mutasi yang jelas sehingga mutasi tidak terjebak oleh unsur subyektivitas. 
  • 2) Harus ditempuh mutasi yang paling menguntungkan pegawai agar yang bersangkutan tidak merasa dihukum. 
  • 3) Mutasi dapat membangkitkan semangat dan kegairahan kerja pegawai. 
  • 4) Alat pemicu dalam pengembangan mutasi. 
  • 5) Dapat memperkecil keresahan pegawai. 
  • 6) Dapat menjadi alat untuk melaksanakan promosi. 
  • 7) Mutasi untuk keperluan kesesuaian pendidikan dengan jabatan pegawai. 
  • 8) Benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang mendesak. 
  • 9) Diperuntukkan untuk menambah jumlah personil pada bagian di dalam oganisasi. 

Manfaat Mutasi

  • Menurut Hasibuan (2008:102), beberapa manfaat mutasi yaitu:
  • 1) Meningkatkan produktivitas kerja pegawai.
  • 2) Menciptakan keseimbangan antara tenaga kerja dengan komposisi pekerjaan atau jabatan. 
  • 3) Memperluas atau menambahkan pengetahuan pegawai. 
  • 4) Menghilangkan rasa bosan/jemu terhadap pekerjaan. 
  • 5) Memberikan perangsang agar pegawai mau berupaya meningkatkan karier yang lebih tinggi. 
  • 6) Pelaksanaan hukuman/sanksi atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya. 
  • 7) Memberikan pengakuan dan imbalan terhadap prestasinya. 
  • 8) Alat pendorong agar spirit kerja meningkat melalui persaingan terbuka. 
  • 9) Tindakan pengamanan yang lebih baik. 
  • 10) Menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi fisik pegawai.


Cara input data mutasi kas 

1. Pilih menu back office kemudian klik mutasi kas, lalu klik tombol tambah yang berada dibawah pojok kiri layar anda. 



2. Kemudian muncul data seperti gambar dibawah ini. Isilah dengan cara ketik manual pada kolom keterangan dan jumlah. Untuk kolom kode secara otomatis akan terisi. Sementara untuk kolom tanggal serta debet dan kredit, cara pengisiannya dengan klik icon segitiga terbalik pada masing-masing kolom dan pilihlah data yang dibutuhkan. 


3. Setelah data terisi dengan sesuai dan dipastikan telah sesuai maka klik SIMPAN. Namun apabila terdapat data yang tidak perlu diisi, kosongkan saja. 



4. Maka akan muncul kotak dialog yang berisi informasi bahwa data telah tersimpan, klik OK. 


5. Inilah tampilan data mutasi yang telah berhasil diinput. 



Demikian penjelasan input data mutasi kas pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar