Senin, 18 Juli 2022

EDIT DATA PENGELUARAN TOKO PADA APLIKASI BENGKEL





Biaya dalam arti cost (harga pokok) adalah jumlah yang dapat diukur dalam satuan uang dalam rangka pemilikan barang dan jasa yang dipelukan perusahaan, baik pada masa lalu (harga perolehan yang telah terjadi) maupun pada masa yang akan datang (harga perolehan yang akan terjadi). Sedangkan expence (beban) adalah biaya yang dikorbankan atau dikonsumsi dalam rangka memperoleh pendapatan (revenues) dalam suatu periode akuntansi tertentu.
 
Penggolongan biaya, dapat diuraikan sebagai berikut: 
1) Penggolongan Biaya menurut objek pengeluaran 
Cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya, misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut “Biaya bahan bakar”. 2) Penggolongan biaya menurut fungsi pokok perusahaan 
Perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok biaya, maka biaya dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok, yaitu: 
  • a) Biaya produksi Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengelolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. 
  • b) Biaya pemasaran Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk, seperti biaya iklan, biaya promosi, dan biaya angkutan.
  • c) Biaya Administrasi dan Umum Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk, seperti biaya gaji karyawan Bagian Keuangan, Akuntansi, Personalia, dan Bagian Hubungan Masyarakat. 
3) Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat dikelompokan menjadi dua golongan yaitu: 
  • a) Biaya Langsung (direct cost) Biaya langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai, sehingga dapat mudah diidentifikasikan atau dilacak pada objek biaya. Biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku, dan biaya tenaga kerja langsung. 
  • b) Biaya Tidak Langsung (indirect cost) Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai, sehingga biaya ini tidak mudah untuk diidentifikasikan atau dilacak pada objek biaya. Biaya tidak langsung adalah biaya overhead pabrik. 
4) Penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungan dengan perubahan volume kegiatan Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi: 
  • a) Biaya Variabel Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. 
  • b) Biaya Semivariabel Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan, biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel. 
  • c) Biaya Semifixed Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu. 
  • d) Biaya tetap Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. 
5) Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya Atas dasar jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 
  • a) Pengeluaran modal (capital expenditure) Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresasi, diamortisasi, atau deplesi. 
  • b) Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) Pengeluaran pendapatan adalah biaya hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Pada 15 saat terjadinya, pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang diproleh dari pengeluaran biaya tersebut.
 

Cara edit data pengeluaran toko

1. Pilih menu back office kemudian klik pengeluaran, lalu klik tombol edit yang berada dibawah sebelah kiri layar anda.



2. Munculah data identitas pengeluaran seperti gambar dibawah ini, dalam hal ini yang akan diedit adalah kolom jumlah. Caranya yaitu double klik pada kolom jumlah lalu diedit sesuai dengan nominal yang telah ditentukan.



3. Setelah diedit dari Rp. 200.000,00 menjadi Rp. 220.000,00, maka selanjutnya klik tombol SIMPAN atau F8. 



4. Maka munculah kotak dialog seperti gambar dibawah ini, klik OK. 




5. Inilah tampilan data pengeluaran toko yang telah berhasil diedit. 



Demikian penjelasan edit data pengeluaran toko pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar