Senin, 18 Juli 2022

EDIT DATA SPARE PART PADA APLIKASI BENGKEL



Besar-kecilnya persediaan bahan baku dan bahan penolong dipengaruhi oleh: 
a. Volume atau jumlah yang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan (kontinuitas) proses produksi. Semakin banyak jumlah bahan baku yang dibutuhkan, maka akan semakin besar tingkat persediaan bahan baku. Volume produksi yang direncanakan, hal ini ditentukan oleh kebutuhan di masa lalu dan ramalan kebutuhan yang akan datang. Semakin tinggi volume produksi yang direncanakan maka membutuhkan persediaan yang lebih banyak sehingga berakibat pada tingginya inventory level. 
b. Kontinuitas atau keberlangsungan aktivitas produksi yang terus-menerus, sehingga membutuhkan tingkat persediaan yang tinggi agar mampu memenuhi kebutuhan sewaktu-waktu. 
c. Durability atau tingkat ketahanan bahan baku/bahan penolong yang beragam. Barang yang memiliki sifat durability rendah tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga tidak perlu disimpan dalam jumlah yang banyak. Sedangkan untuk bahan baku yang memiliki sifat tahan lama, maka perusahaan dapat melakukan pembelian dalam jumlah yang besar sekaligus dan disimpan di dalam gudang. 

Pola Permintaan Inventory

Pada dasarnya terdapat dua macam pola permintaan inventory, yaitu sebagai berikut (Gaspersz, 2012) 

a. Independent demand adalah permintaan untuk suatu item yang berkaitan dengan permintaan untuk item lain. Barang-barang inventory yang termasuk ke dalam atau mengikuti pola independent demand adalah retail, wholesale finished goods, service and replacement parts, maintenance, repair, and operating (MRO) supplies. Inventory yang mengikuti pola independent demand sering juga diklasifikasikan sebagai distribution inventories, yang memiliki karakteristik berikut: 
  • 1. Permintaan adalah eksternal, berdasarkan pada kebutuhan pasar. 
  • 2. Permintaan bersifat acak (random) dan relatif kontinu 
  • 3. Permintaan harus diramalkan menggunakan teknik-teknik peramalan 
  • 4. Stok pengaman digunakan untuk mencapai target tingkat pelayanan (service level) tertentu. 

b. Dependent demand adalah permintaan item yang secara langsung berkaitan dengan atau diturunkan dari struktur bill of material (BOM) untuk item lain atau produk akhir. Item-item inventory yang mengikuti pola dependent demand harus dihitung, sehingga tidak perlu diramalkan. Suatu item inventory tertentu mungkin mengikuti pola dependent demand atau independent demand pada waktu tertentu, sebagai misal suatu part yang mungkin secara simultan menjadi komponen dari suatu assembly dan juga dijual sebagai service part. Barang-barang inventory yang mengikuti pola dependent demand adalah assemblies, subassemblies, fabricated components, purchased components, raw materials. Inventory yang mengikuti pola dependent demand sering juga diklasifikasikan sebagai manufacturing inventories, yang memiliki karakteristik berikut: 
  • 1. Permintaan adalah internal berdasarkan pada jadwal produksi 
  • 2. Permintaan cenderung tidak mulus dan diskrit (lumpy and discontinious) 
  • 3. Permintaan tidak perlu diramalkan tetapi dapat dihitung dan dikendalikan menggunakan MRP
  • 4. Sedikit atau tanpa stok pengaman diperlukan untuk menjamin tingkat pelayanan 100%

Model Kebijakan Persediaan 

Menurut Chopra & Meindl (dalam Putra et al., 2018, hal.3), Kebijakan pengisian kembali persediaan (replenishment) terdiri dari keputusan kapan pemesanan akan dilakukan kembali, dan berapa banyak jumlah yang dipesan. Terdapat dua model kebijakan dalam pengendalian persediaan yang didasari atas laju permintaan, yakni model deterministik dan model probabilistik.

  1. Model Deterministik Model deterministik adalah sistem persediaan yang parameter dan seluruh variabel telah diketahui secara pasti (Tersine, 1994). Model yang dikembangkan dalam sistem ini sering dinamakan lot sizing model, karena keputusan sistem persediaan akan didasarkan pada kuantitas item (lot size). Sistem persediaan deterministik akan memudahkan perusahaan dalam melakukan analisa kebijakan persediaan. Model lot size yang paling sederhana, yaitu Economic Order Quantity (EOQ). 2.4.2. 
  2. Model Probabilistik Model ini adalah sebuah model pengendalian persediaan yang memiliki parameter persediaan bersifat variatif (Tersine, 1994). Dalam mengatasi parameter variatif, model ini memerlukan sebuah stok pengaman/safety stock. Safety stock ditetapkan untuk mengantisipasi adanya 18 kekurangan bahan baku atau shortage. Apabila terjadi kekurangan bahan baku maka akan berdampak pada menurunnya service level dan terhambatnya proses produksi (Octaviana, Baihaqi, & Bramanti, 2018). Sistem persediaan probabilistik terbagi menjadi 2 jenis sistem kontrol persediaan, yaitu continuous review dan periodic review.


Cara edit spare part

1. Pilih menu master kemudian klik nama barang yang akan diedit. Selanjutnya pilih tombol EDIT yang berada dipojok kiri bawah layar anda dengan urutan tengah. 



2. Maka akan muncul data spare part seperti gambar dibawah ini. 



3. Pilihlah kolom yang akan diedit, kali ini yaitu kolom jumlah stok yang semula hanya satu menjadi 18 produk yang tersedia. Terakhir klik tombol SIMPAN atau F8 yang berada disebelah kiri, bawah layar anda. 



4. Akan muncul kotak dialog yang berisi tentang informasi bahwa data telah diupdate, klik OK.



5. Inilah tampilan data spare part yang telah berhasil diedit.



Demikian penjelasan edit data spare part pada aplikasi bengkel. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi bengkel. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi bengkel, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar