Senin, 29 November 2021

CETAK LAPORAN STOK OVER PADA APLIKASI APOTEK

 


Pada dasarnya tujuan dari persediaan bahan baku adalah untuk mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara berturut-turut dan terus menerus dalam menghasilkan barang atau produk. Dengan demikian dapatlah dilakukan bahwa persediaan bahan itu mempunyai peranan yang tidak dapat diabaikan dalam pengembangan perusahaan. Persediaan adalah merupakan salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara kontinue diperoleh, diubah, yang kemudian dijual kembali. 

Pesediaan merupakan barang yang harus ada sebelum diperlukan yang meliputi : 

1. Raw Material, yaitu bahan mentah yang belum pernah diproses sejak penerimaan barang digudang 

2. Supplies Inventory, yaitu bahan-bahan yang diperlukan untuk membantu terlaksananya proses produksi, tetapi barang- barang tersebut tidak nampak pada produk akhir. 

3. Material Infrocess, yaitu bahan baku yang pernah mengalami processing tetapi belum selesai. 

4. Finished goods, yaitu barang yang telah selesai dikerjakan dan siap untuk dijual. Jadi dapat disimpulkan persediaan bahan baku merupakan barang-barang yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengan maksud untuk djual kembali baik baik secara langsung maupun melalui proses produksi dalam siklus normal perusahaan.  

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besar kecilnya persediaan: 

1. Besarnya biaya minimal. 

2. Jumlah produk yang akan diproduk oleh perusahaan. 

3. Adanya resiko kerusakan barang digudang. 

4. Perkiraan tentang harga bahan dari waktu ke waktu. 

5. Efisiensi dari fasilitas transpor 

6. Efisiensi dan teknik penanganan persediaan. Pengendalian terhadap material dimulai dari tahap penerimaan. Pada saat penerimaan dilakukan pengecekan terhadap kualitas dan kuantitas barang yang diterima. 


Faktor-faktor yang mempengaruhi bahan baku Bahan baku merupakan bahan dasar dari barang yang akan diproses sedemikian rupa melalui proses produksi  faktor intern yang mempengaruhi bahan baku tersebut adalah: 

1. Perkiraan Pemakaian Merupakan perkiraan beberapa jumlah bahan baku yang akan digunakan oleh perusahaan untuk keperluan proses produksi yang akan datang. 

2. Harga Bahan Baku Merupakan salah satu faktor penentu dalam kebijaksanaan persediaan karena harga bahan baku merupakan dasar penyusunan perhitungan berapa besar dana yang disediakan untuk persediaan. 

3. Biaya Persediaan Biaya-biaya penyelenggaraan bahan baku yang tersedia pada lokasi asal dari bahan baku yang dibutuhkan perusahaan. 

4. Kebijaksanaan Pembelanjaan Kebijaksanaan pembelanjaan perusahaan akan mempengaruhi seluruh kebijaksanaan perusahaan apakah dalam menyelenggarakan persediaan bahan baku mendapat prioritas utama dalam kebijaksanaan pembelanjaan. 

5. Pemakaian Senyatanya Pemakaian bahan baku senyatanya dari tahun ketahun harus diperhatikan guna menyusun perkiraan kebutuhan bahan baku yang mendekati kenyataan. 

6. Waktu Tunggu (Lead time) Yaitu tenggang waktu yang ditentukan oleh perusahaan antara saat pemesanan bahan baku tersebut dilaksanakan dengan datangnya bahan baku yan dipesan sampai dipabrik. 

7. Pembelian Bahan baku Yaitu Pembelian bahan baku yang ada dalam perusahaan yang merupakan kegiatan rutin dilakukan oleh perusahaan. Untuk pembelian bahan baku selanjutnya perusahaan akan mempertimbangkan panjang waktu tunggu yang diperlukan dalam pembelian bahan baku, sehingga perusahaan dapat mendatangkan bahan baku dalam waktu yang tepat.


Cetak Laporan Stok Over

1. Pilih laporan kemudian klik stok, lanjut laporan stok over.


2. Maka akan muncul kolom tanggal cetak, kemudian pilihlah tanggal yang dibutuhkan dengan cara klik tombol segitiga terbalik yang berada diujung kolom. Pilih hari, bulan serta tahunnya. Selanjutnya klik preview untuk melihat data sebelum dicetak. Hal ini diperlukan untuk makesure bahwa data yang dibutuhkan telah sesuai. Namun, apabila anda langsung ingin mencetak laporan maka klik print yang berada dibawah layar komputer/lapotop anda. 


3. Inilah data laporan stok over sebelum dicetak (preview) apabila telah sesuai dan ingin dicetak klik icon print pada bar atas. 


Demikian penjelasan cetak laporan stok over pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

CETAK LAPORAN STOK LIMIT PADA APLIKASI APOTEK

 


Hal yang sangat erat hubungannya dengan penyediaan bahan baku ini adalah mengenai besar kecilnya penyediaan bahan baku itu sendiri. Besar kecilnya penyidaan bahan baku persediaan bahan baku relatif bagi setiap perusahaan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku yang dimiliki perusahaan adalah sebagai berikut: 

  1. Volume yang dibutuhkan untuk melindungi jalannya perusahaan terhadap gangguan kehabisan persediaan bahan baku yang mana akan dapat menghambat atau mengganggu jalannya proses produksi. 
  2. Volume dari produksi yang direncanakan, dimana volume produksi yang direncanakan itu sendiri sangat tergantung pada volume penjualan yang telah direncanakan oleh perusahaan. 
  3. Besarnya pembelian bahan baku setiap kali pembelian untuk mendapatkan biaya pembelian yang minimal. 
  4. Estimasi tentang fluktuasi dari harga bahan baku yang bersangkutan dimasa yang akan datang. 
  5. Peraturan pemerintah yang menyangkut persediaan. 
  6. Harga dari pembelian bahan baku. 
  7. Biaya penyimpanan dan resiko menyimpan digudang. 


Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besar kecilnya persediaan : 

  1. Besarnya biaya minimal. 
  2. Jumlah produk yang akan diproduk oleh perusahaan. 
  3. Adanya resiko kerusakan barang digudang. 
  4. Perkiraan tentang harga bahan dari waktu ke waktu. 
  5. Efisiensi dari fasilitas transpor 
  6. Efisiensi dan teknik penanganan persediaan. 


Persediaan dibagi atas 5 (lima) jenis, yaitu:

  • Persediaan bahan baku (raw material stock), yaitu barang-barang yang dibeli dari pemasok (supplier) dan akan digunakan atau diolah menjadi produk jadi yang akan dihasilkan oleh perusahaan.
  • Persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses (work ini process/progress stock), yaitu bahan baku yang sudah diolah atau dirakit menjadi komponen namun masih membutuhkan langkah-langkah selanjutnya agar produk dapat selesai dan menjadi produk akhir. 
  • Persediaan bagian produk atau parts yang dibeli (component stock), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen (parts) yang diterima dari perusahaan lain, yang dapat secara langsung dirakit dengan parts lain, tanpa proses produksi sebelumnya. 
  • Persediaan barang jadi (finished goods), yaitu barang yang telah diproses dan siap untuk disimpan di gudang, kemudian dijual atau didistribusikan ke lokasi pemasaran. 
  • Persediaan bahan-bahan pembantu atau barang-barang perlengkapan (supplies stock), yaiu barang-barang yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan produksi, namun tidak menjadi bagian produk akhir yang dihasilkan perusahaan. 

Pokok penting bagi manajemen dalam mengembangkan kebijakan persediaan adalah dapat meminimumkan total biaya yang berhubungan dengan proses produksi dari suatu perusahaan. Dua dasar keputusan persediaan yang harus dilakukan yaitu: banyaknya pesanan dalam satu waktu, dan banyaknya pesanan saat ini. 

Fungsi-fungsi persediaan, yaitu : 

  • Fungsi Indenpendensi : Persediaan memiliki fungsi agar perusahaan dapat melakukan proses produksi meski supplier tidak dapat menyanggupi jumlah dan waktu pemesanan barang yang dilakukan perusahaan dengan cepat. 
  • Fungsi Ekonomis : Persediaan memiliki fungsi agar perusahaan dapat menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
  • Fungsi Antisipasi : Persediaan memiliki fungsi agar perusahaan dapat melakukan antisipasi pada perubahahan permintaan konsumen.   

  

Cara Cetak Laporan Stok Limit

1. Pilih menu laporan kemudian klik stok, pilih laporan stok limit selanjutnya klik tambah yang berada di pojok kiri bawah layar anda. 



2. Maka akan muncul data seperti dibawah ini. Pilihlah tanggal cetak serta lokasi barang berada yaitu toko, gudang pertama, kedua maupun semuanya. Dengan cara klik tombol pilihan yang iconnya segitiga terbalik yang berada diujung masing-masing kolom tanggal maupun lokasi. Apabila anda ingin melihat data sebelum dicetak maka klik preview yang berada dibawah layar atau jika ingin langsung dicetak klik tombol print. 


3. Inilah tampilan preview, apabila data yang dibutuhkan telah sesuai maka klik icon print yang berada di bar atas. 



Demikian penjelasan cetak laporan stok limit pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

INPUT DATA KARYAWAN PADA APLIKASI APOTEK

 


Karyawan merupakan aset perusahaan. Kehadiran karyawan begitu sangat penting hingga saat ini, tanpa adanya karyawan tidak akan terjadi kelancaran dan proses produksi suatu perusahaan. Menurut Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan pasal 1 ayat 2 menyebutkan bahwa karyawan adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebetuhan sendiri maupun masyarakat, baik didalam maupun diluar hubungan kerja. Dari defenisi tersebut maka yang dimaksud dengan tenaga kerja yang melakukan pekerjaan didalam hubungan kerja adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan pada setiap bentuk usaha (perusahaan) atau perorangan dengan menerima upah termasuk tenaga kerja yang melukan pekerjaan diluar hubungan kerja. Karyawan merupakan kekayaan utama dalam suatu perusahaan, karena tanpa adanya keikutsertaan mereka, aktifitas perusahaan tidak akan terlaksana. Karyawan berperan aktif dalam menetapkan rencana, system, proses dan tujuan yang ingin dicapai.


Aspek-aspek Kinerja Aspek kinerja karyawan, antara lain : 

  1. Pengetahuan atas pekerjaan merupakan kejelasan pengetahuan atas tanggung jawabpekerjaan yang menjadi tugas karyawan. 
  2. Perencanaan dan organisasi adalah kemampuan membuat rencana pekerjaan meliputi 
  3. Jadwal dan urutan pekerjaan, sehingga tercapai efisiensi dan efektivitas. 
  4. Mutu pekerjaan. ketelitian dan ketepatan pekerjaan. 
  5. Produktifitas yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan dibandingkan dengan waktu yang digunakan. 
  6. Pengetahuan teknis merupakan dasar teknis dan kepra 
  7. Ktisan sehingga pekerjaannya mendekati standar kerja.
  8. Judgement adalah kebijakan naluriah dan kemampuan menyimpulkan tugas sehingga tujuan organisasi tercapai. 
  9. Komunikasi yaitu kemampuan berhubungan secara lisan dengan orang lain. 
  10. Kerjasama yaitu kemampuan bekerja sama dengan orang lain dan sikap yang konstruktif dalam tim.
  11. Kehadiran dalam rapat merupakan kemampuan dan keikutsertaan (partisipasi) dalam rapat berupa pendapat atau ide. 
  12. Kemampuan memperbaiki diri sendiri adalah kemampuan memperbaiki diri dengan studi lanjutan atau kursus-kursus.


Penilaian kinerja adalah sebuah gambaran atau deskripsi yang sistematis tentang kekuatan dan kelemahan yang terkait dari seseorang atau suatu kelompok. Secara teoritis tujuan penilaian dikategorikan sebagai suatu yang bersifat evaluation dan development yang bersifat evaluation harus menyelesaikan: 

a. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar pemberian kompensasi. 

b. Hasil penilaian digunakan sebagasi staffing decision. 

c. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar mengevaluasi sistem seleksi


Metode penilaian kinerja beberapa ahli diantaranya, sebagai berikut: 

• Rating (rating method), rating sistematis yang formal adalah membandingkan seorang karyawan dengan seluruh karyawan lainnya untuk tujuan menempatkan mereka dalam ranking nilai yang sederhana. Metode ini meelibatkan sejumlah perilaku yang terkait dengan pekerjaan secara longgar dirumuskan, dan penilai(rater) diminta untuk menjawab dimensi-dimensi perilaku itu pada beberapa skala nilai. Skala nilai yang diberikan dapat mencakup yang “sangat bagus”, atau “sangat diinginkan”, hingga “yang sangat jelek” atau “sangat tidak diinginkan”. 

• Perbandingan antar karyawan, digunakan untuk memilah-milah bagian-bagian kinerja dan menganalisa komponen-komponennya menggunakan rating antara karyawan. 

• Tingkatan (ranking method), kategori nilai ditetapkan terlebih dahulu dan didefinisikan dengan hati-hati. Disini rater dipaksa untuk mengurutkan mereka yang dinilai pada satu atau beberapa dimensi kinerja, kemudian hasilnya diranking dari yang paling baik atau paling tinggi hingga ke yang paling jelek atau paling rendah. 

• Skala grafik, metode sistematis dari penilaian kinerja dengan penentuan skala untuk sejumlah keterbukaan dari faktor-faktor khusus. 

• Daftar, dipergunakan untuk mengurangi beban pada penilai. Penilai tidak mengevaluasi kinerja kaeyawan tetapi melaporkkan. 

• Deskripsi pilihan tertutup, digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan adanya kemungkinan bisa dari rater, dengan cara rater diminta untuk memilih salah satu dari tiap pasangan pernyataan yang dinilai.

• Skala rating perilaku (behavior anchored rating scales), mengukur sarana pencapaian sasaran dan bukannya hasil akhir (end result). Setiap nilai diakaitkan (anchored) dengan perilaku kerja yang spesifik. 

• Esai, metode penilaian kinerja atasan menuliskan sebuah narasi yang menjelaskan prestasi kerja bawahannya.


Cara Input Data Karyawan 

1. Pilih master kemudian klik karyawan atau user, lalu pilih tombol tambah pada pojok kiri bawah, layar monitor anda. 



2. Isilah identitas karyawan dibawah ini yang meliputi kode, nama serta jabatan/level dengan cara ketik manual.


3. Setelah semua kolom terisi dan dipastikan telah sesuai, klik tombol SIMPAN yang terletak dibawah layar monitor anda.


4. Inilah data karyawan yang telah berhasil terinput. 



Demikian penjelasan input data karyawan pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

INPUT DATA DISTRIBUTOR PADA APLIKASI APOTEK

 


Distributor adalah saluran pertama setelah produsen. Distributor untuk nilai produk tertentu mempunyai nilai bisnis yang cukup besar, bisa di nilai dari volume yang besar. Dengan kata lain distributor merupakan perorangan atau badan usaha bertindak atas namanya sendiri yang di tunjuk oleh pabrik atau pemasok untuk melakukan pembelian, penjualan, penyimpanan, barang dalam partai besar secara tidak langsung kepada konsumen dan akhirnya dimiliki/dikuasai oleh orang lain yang menunjuknya. Bila seseorang/badan bertindak sebagai distributor, berarti ia bertindak untuk dan atas nama dirinya sendiri. Pihak yang melakukan pembelian dan penjualan atas nama dan untuk kepentingan pihak lain yang menunjuknya. Dalam perjanjian bisnis yang dilakukan antara distributor dengan prinsipalnya, biasaya dilakukan dengan membuat suatu kontrak tertulis yang isinnya ditentukan oleh para pihak sesuai dengan kepentingan para pihak tersebut, asal tidak bertentangan dengan hukum dengan kesusilaan sesuai pasal 1388 KUHP perdata mengenai hal kebebasan berkontrak.
Perilaku membeli mereka sangat di pengaruhi oleh faktor-faktor kebudayaan, sosial, pribadi, dan spikologis. Setiap faktor itu terdapat prilaku seorang pembeli: 


1. Faktor-faktor kebudayaan
Faktor-faktor kebudayaan berpengaruh luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen. 

  • Kebudayaa. Kebudayaan adalah faktor penentu keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar. Jika mahluk yang lebih rendahperilakunya sebagian besar di atur oleh naluri, maka perilaku manusia sebagian besar adalah dipelajari. Anak yang dibesarkan dalam masyarakat seperangkat nilai dasar, persepsi, preferensi dan perilaku melalui sebuah proses sosialisasi yang melibatkan keluarga dan berbagai lembaga penting lainya. 
  • Sub-budaya Sub-budaya seperti kelompok-kelompok kebangsaan, kelompok keagamaan, kelompok-kelompok ras, wilayah-wilayah geografis. 
  • Kelas sosial Lapisan-lapisan sosial ini terkadang-kadang berupa sistem kasta di mana para anggota kasta yang memikul peranan tertentu dan merekatidak dapat mengubah keanggotaan kastanya. 
2. Faktor-faktor sosial 
  • Kelompok Referensi Perilaku seseorang amat dipengaruhi oleh berbagai kelompok. Sebuah kelompok referensi bagi seseorang adalah kelompokkelompok yang memberikan pengaruh langsung (kelompok seangotaan) atau tidak langsung terthadap sikap dan perilaku seseorang. 
  • Keluarga Para keluarga dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli.
 
3. Faktor pribadi 
  • Usia dan tahap daur ulang Orang membeli suatu barang dan jasa yang berubah-ubah selama hidupnya. 
  • Pekerjaan Pola konsumsi seseorang juga dipengaruhi oleh pekerjaanya. Seorang pekerja kasar akan membeli pakaian kerja dsb, seorang presiden pengusaha akan membeli pakaian yang wool yang mahal. 
  • Keadaan ekonomi Kaeaan ekonomi seseorang akan besar pengaruhnya terhadap pilihan produk. Keadaan ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan, tabungan dan milik kekayaan, kemampuan meminjam dan sikapnya terhadap pengeluaran lawan menabung. 
  • Gaya hidup Orang yang berasal dari sub-budaya kelas sosial, bahkan dari pekerjaan yang sama mungkin memiliki gaya hidup yang berbeda. 

4. Faktor Psikologis 
  • Motivasi Seseorang mempunyai beberapa kebutuhan suatu waktu. Beberapa diantara kebutuhan itu adalah biogenik yakni muncul dari ketegangan fisiologis seperti lapar, dahaga, tidak nyaman. 
  • Persepsi Seseorang yang memotivasi siap untuk melakukan suatu perbuatan. Bagaimana seseorang yang termotivasi berbuat sesuatu adalah di pengaruhi oleh persepsinya terhadap stuasi yang dihadapinya. 
  • Belajar Sewaktu orang berbuat, mereka belajar. Belajar mengambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber 
  • dari pengalaman.kebanyakan perilaku manusia di peroleh dari belajar. 
  • Kepercayaan dan Sikap Melalui perbuatan dan belajar, orang memperoleh kepercayaan dan sikap. Hal ini selanjutnya mempengaruhi tingkah laku membeli mereka.


Cara Input Data Distributor

1.  Pilih master, kemudian klik data distributor (ditandai warna kuning) lalu klik tambah yang berada dipojok kiri bawah. 



2. Maka akan muncul kolom yang berisi identitas distributor, isilah dengan cara ketik manual pada semua kolom-kolom dibawah ini.



3. Jika tidak ada hutang yang bersangkutan maka kosongkan saja kolom tersebut, setelah data dipastikan telah sesuai semua. Selanjutnya klik SIMPAN. 



4. Setelah data berhasil disimpan maka tampilanya seperti gambar dibawah ini. 



Demikian penjelasan input data distributor pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

INPUT DATA PRODUSEN PADA APLIKASI APOTEK

 


Produsen adalah orang yang melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan suatu barang produksi yang akan dijual kepada konsumen dengan tujuan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari barang yang diproduksinya. Sedangkan perilaku produsen adalah tindakan seseorang atau organisasi dalam pengaturan produksi mulai dari pemilihan bahan baku yang dipakai, pengolahan hingga menghasilkan produk yang bermutu tinggi dan bisa diterima di masyarakat.


Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha 

a. Hak Pelaku Usaha

Pelaku usaha juga perlu diatur hak-haknya agar terciptanya kenyamanan dalam berusaha dan untuk menciptakan pula hubungan yang seimbang antara pelaku usaha dengan konsumen. Menurut Pasal 6 UUPK 1999 hak-hak pelaku usaha adalah sebagai berikut: 

  • Hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang dan/ atau jasa yang diperdagangkan; 
  • Hal untuk mendapat perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak baik; 
  • Hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum sengketa konsumen; 
  • Hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan/ atau jasa yang diperdagangkan; 
  • Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya 

Selain itu hak pelaku usaha dalam kaitannya dengan perlindungan konsumen adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang dan/ atau jasa yang diperdagangkan 
  • Hak untuk mendapat perlindungan hukum dari konsumen yang beritikad tidak baik 
  • Hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya didalam penyelesaian hukum sengketa konsumen
  • Hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan/ atau jasa yang diperdagangkan 
  • Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. 

b. kewajiban pelaku usaha

  • Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya
  • Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan
  • Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
  • Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/ jasa yang berlaku. 
  • Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji dan/atau mencoba barang dan/atau jasa yang tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang dibuat dan/atau diperdagangkan. 
  • Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan konsumen tidak sesuai dengan perjanjian. 


Larangan dalam Memproduksi Barang

Pasal 8 ayat (1) berisi mengenai larangan dalam memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/ jasa yang : 

  1. Tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundangundangan; 
  2. Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut; 
  3. Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;
  4. Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut 
  5. Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut; 
  6. Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut; 
  7. Tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu; 
  8. Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label; 
  9. Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat/isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;
  10. Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku. 


Cara Input Data Produsen 

1. Pilih master kemudian klik data karyawan selanjutnya klik tambah yang berada di pojok kiri bawah layar anda. 



2. Selanjutnya isilah data produsen yang meliputi nama pabrik, alamat dan nomor telepon dengan cara ketik secara manual. 



3. Setelah diisi dan dipastikan telah sesuai datanya maka klik SIMPAN.


4. Apabila data telah tersimpan maka ada konfimasi yang berisi informasi bahwa data telah tersimpan, klik OK.



5. Inilah tamplan data produsen yang telah terinput, ada pada baris pertama. 



Demikian penjelasan input data produsen pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

INPUT DATA JAMKES PADA APLIKASI APOTEK

 


Penyelenggaraan jaminan sosial oleh Pemerintah bagi seluruh rakyatnya, sebagaimana telah diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar merupakan alat jaminan sosial untuk menghimpun dana dalam rangka mengatasi risiko sosial ekonomi seperti sakit, kematian, dan hari tua. Keberadaan jaminan sosial yang baik memastikan rakyat dapat hidup damai, aman, dan sejahtera adil dan merata. Terselenggaranya jaminan sosial yang baik memungkinkan semua pekerja akan bekerja lebih konsentrasi dan semangat tanpa khawatir akan risiko ekonomi dan pada akhirnya rakyat semakin sejahtera. Kondisi yang demikian akan membuat ekonomi semakin maju dan rakyat sejahtera yang memungkinkan rakyat menabung lebih besar dan mengiur lebih banyak guna memperkuat sistem jaminan sosialnya. Jaminan sosial merupakan harapan bagi seluruh rakyat untuk menanggulangi risiko yang dialaminya, jaminan sosial juga merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah. 

Sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), badan penyelenggara program jaminan sosial dilaksanakan oleh 4 (empat) badan penyelenggara, yaitu: 

(1) Perusahaan Perseroan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek); 

(2) Perusahaan Perseroan Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN); 

(3) Perusahaan Perseroan Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI); dan 

(4) Perusahaan Perseroan Asuransi Kesehatan (ASKES). 

Dengan diundangkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), badan penyelenggara program jaminan sosial yang semula diselenggarakan oleh 4 badan penyelenggara jaminan sosial, selanjutnya bertransformasi menjadi 2 badan penyelenggaradan berbentuk menjadi badan hukum publik, yaitu: (1) BPJS Kesehatan; dan (2) BPJS Ketenagakerjaan (UUD No.24 Tahun 2011).


Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. JKN yang dikembangkan di Indonesia merupakan bagian dari sistem jaminan sosial nasional yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang No.40 tahun 2004 tentang SJSN (Kementrian Kesehatan RI, 2013).


Keuntungan JKN Setiap saat kita sangat berpotensi mengalami risiko antara lain: dapat terjadi sakit berat, menjadi tua dan pensiun, tidak ada pendapatan, sementara dukungan anak/keluarga lain tidak selalu ada dan tidak selalu cukup. Pada umumnya masyarakat Indonesia masih berpikir praktis dan jangka pendek sehingga belum ada budaya menabung untuk dapat menanggulangi apabila ada musibah sakit. Masyarakat kita umumnya belum “insurance minded” terutama dalam asuransi kesehatan. Hal ini mungkin premi asuransi yang ada (komersial) mahal atau memang belum paham manfaat asuransi. Keuntungan program JKN yang dilaksanakan oleh Pemerintah berdasarkan Buku Panduan Layanan bagi Peserta BPJS Kesehatan Tahun 2014 adalah sebagai berikut: 

  • Kenaikan biaya kesehatan dapat ditekan 
  • Biaya dan mutu pelayanan kesehatan dapat dikendalikan 
  • Kepesertaannya bersifat wajib bagi seluruh penduduk 
  • Pembayaran dengan sistem prospektif 
  • Adanya kepastian pembiayaan pelayanan kesehatan berkelanjutan 
  • Manfaat pelayanan kesehatan komprehensif (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif) 
  • Porbabilitas nasional: peserta tetap mendapatkan jaminan kesehatan yang berkelanjutan meskipun peserta berpindah tempat tinggal atau tempat bekerja dalam wilayah NKRI.


Cara Input Data Jamkes

1.  Pilih menu master kemudian pilih data lainnya, klik jamkes.



2. Selanjutnya klik tombol tambah yang berada dipojok kiri bawah layar anda.



3.  Akan muncul data yang harus diisi yaitu kode pasien atau pelanggan, nama serta alamat. Dengan cara ketik manual. 



4. Setelah semua diisi dengan sesuai, maka klik SIMPAN. 



5. Inilah tampilan data jamkes yang telah tersimpan. 



Demikian penjelasan input data jamkes pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

INPUT DATA PELANGGAN PADA APLIKASI APOTEK






Cara input data pelanggan

1. Pilih master kemudian klik pelanggan



2. Selanjutnya pilih TAMBAH dipojok kiri bawah layar anda. 



3. Klik pelanggan pada kolom yang berbentuk bulat paling atas.



4. Isilah kolom-kolom tersebut dengan cara ketik manual, kecuali pada kolom jenis kelamin, tanggal lahir, agama, group diskon barang, dan nama perusahaan. Dengan cara klik icon segitiga terbalik diujung masing-masing kolom. Lalu, pilihlah sesuai dengan kebutuhan. Terakhir klik SIMPAN. 



5. Inilah data pelanggan yang telah berhasl diinput. 



Demikian penjelasan input data pelanggan pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

https://reviewsoftwarekasir.blogspot.com/2021/09/fitur-utama-pada-software-kasir.html
https://reviewsoftwarekasir.blogspot.com/2021/09/software-kasir-online.html
https://reviewsoftwarekasir.blogspot.com/2021/09/kelebihan-kelebihan-software-kasir-sid.html

INPUT DATA OBAT PADA APLIKASI APOTEK



Obat adalah bahan atau paduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau patologi yang bertujuan untuk penegakan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi.

Berdasarkan Tingkat Keamanannya 

  1. Obat Bebas Obat bebas adalah obat yang dijual bebas dipasaran, relatif aman, dan dapat dibeli tanpa menggunakan resep dokter.Tanda khusus yang dapat kita djumpai pada kemasan dan etiket obat bebas adalah lingkaran berwarna hijau dengan garis hitam pada tepi lingkaran. Contoh obat : Parasetamol, Vitamin C, dan Obat Batuk Hitam (OBH).
  2. Obat Bebas Terbatas Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk kedalam golongan obat keras namun masih dapat dijual atau dibeli tanpa resep dokter.5 Obat bebas terbatas ini penggunaannya relatif aman apabila penggunannya sesuai dengan ketentuan indikasi dan dosis yang tertera pada kemasan. Contoh obat bebas terbatas adalah Klotrimaleat (CTM), Mebendazol, dan obat flu kombinasi. Penandaan obat golongan ini adalah lingkaran berwarna biru dan garis hitam pada tepinya, selain itu obat bebas terbatas mempunyai 6 tanda peringatan berupa empat persegi panjang berukuran panjang 5 sentimeter dan lebar 2 sentimeter dengan huruf putih pada dasar hitamnya.
  3. Obat Keras dan Psikotropika Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Tanda khusus pada kemasannya adalah huruf K pada lingkaran berwarna merah dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh obat keras adalah asam mefenamat. Obat psikotropika adalah obat keras yang alamiah maupun sintetis bukan narkotik, memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Contoh obat psikotropika adalah diazepam dan fenobarbital. 
  4. Obat Narkotika Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan sifat ketergantungan.5 Contoh obat narkotika adalah morfin. 


Berdasarkan Cara atau Jalur Pemakaiannya 

a. Obat Luar Obat luar adalah obat yang cara pemakaiannya tidak melalui saluran pencernaan (mulut). Contoh obat luar adalah tetes hidung, tetes telinga, tetes mata, salep, injeksi, lotion, dan krim. 

b. Obat Dalam Obat dalam adalah obat yang penggunannya melalui mulut, masuk pada saluran pencernaan, bermuar pada usus halus ataupn lambung. Contohnya adalah obat yang berbentuk tablet, kapsul, dan sirup. 


Berdasarkan Bentuk Sediannya 

a. Padat Ekstrak, serbuk, pil, tablet, suppositoria, dan kapsul. 

b. Cair Sirup, larutan, suspensi, lotion, dan infus. 

c. Semi padat Salep, krim, gel, dan pasta 

d. Gas Aerosol, oksigen, dan inhaler


Cara Penggunaan yang tepatmaka hasil dan efek terapi yang diharapkan akan menjadi optimal. Untuk itu obat harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan, pada saat yang tepat dan dalam jangka waktu terapi yang sesuai dengan anjuran. Obat tidak boleh digunakan secara terus menerus dan gunakan obat sesuai anjuran dokter ataupun yang tertera pada brosur kemasan.

Efek Samping Obat adalah setiap respon obat yang merugikan dan tidak diharapkan yang terjadi karena penggunaan obat dengan dosis atau takaran normal pada manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi. Yang perlu diketahui tentang efek samping adalah bacalah dengan seksama kemasan atau brosur obat, mengenai efek samping yang mungkin timbul. Untuk mendapatkan informasi tentang efek samping yang lebih lengkap dan apa yang harus dilakukan bila mengalaminya, tanyakan pada Apoteker. Efek samping yang mungkin timbul antara lain reaksi alergi gatal-gatal, ruam, mengantuk, mual dan lain-lain. Penggunaan obat pada kondisi tertentu seperti pada ibu hamil, menyusui, lanjut usia, gagal ginjal dan lain-lain dapat menimbulkan efek samping yang fatal, penggunaan obat harus di bawah pengawasan dokter-Apoteker.

Cara Penyimpanan Obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat, pastikan suhu penyimpanan sesuai dengan petunjuk kemasan. Hindarilah paparan sinar matahari langsung karena dapat merusak obat. Selain itu pastikan tempat penyimpanan obat tidak lembab. Untuk menjaga keamanan, pastikan obat jauh dari jangkauan anak-anak. 


Cara Input Data Obat

1. Pilih master kemudian klik data obat, lanjut klik TAMBAH tombol yang berada di pojok kiri bawah.



2.  Muncul kolom-kolom yang berisi data obat, isilah kolom tersebut sesuai dengan kebutuhan. Pengisiannya dengan cara ketik manual, kecuali pada kolom kategori, sub kategori, jenis tanggal masuk, tanggal edit, expaired, satuan beli, satuan jual, produsen dan distrubutor. Dengan cara memilih pada ujung masing-masing kolom yang berbentuk segitiga terbalik ataupun simbol 15. Serta ceklist pada kolom resep dan open price jika dibutuhkan.



3. Setelah data terisi seperti gambar dibawh ini maka klik SIMPAN atau F8. Tombol yang berada dipojok kiri bawah layar monitor anda.



4. Inilah tampilan data obat tersebut yang berhasil disimpan pada urutan pertama daftar obat (diblok warna biru muda).



Demikian penjelasan input data obat pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post: