Minggu, 30 Januari 2022

INPUT DATA KATEGORI PEMASUKAN PADA APLIKASI APOTEK

 


Pemasukan atau pendapatan

Dalam bisnis, pendapatan usaha adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk atau jasa kepada pelanggan. Menurut Ramlan (2006, h. 13) pendapatan usaha adalah hasil kerja dari suatu usaha yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Menurut Ramlan (2006 h.41) pendapatan dibagi dua yaitu pendapatan bersih dan pendapatan kotor. Pendapatan bersih adalah pendapatan yang telah mengalami pengurangan dari hasil produksi. Sedangkan pendapatan kotor yaitu pendapatan dari hasil usaha dikurangi 10 kebutuhan selama mengadakan usaha serta penggunaan bahan bakar dan tenaga pembantu lainnya. Analisis pendapatan berfungsi untuk mengulur berhasil tidaknya suatu kegiatan usaha, menentukan komponen utama pendapatan dan apakah komponen itu masih dapat ditingkatkan atau tidak. Surya (2009,h.12) 

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2015:23.1), pendapatan dapat timbul dari transaksi dan kejadian berikut ini: 

1. Penjualan barang 

2. Penjualan jasa, dan 

3. Penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga royalti, dan dividen.

Pengakuan pendapatan untuk kontrak jangka panjang menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2015:34.5) adalah: Jika hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi diakui masing-masing sebagai pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal akhir periode pelaporan. Taksiran rugi pada kontrak konstruksi tersebut segera diakui sebagai beban. Dalam hal kontrak harga tetap, hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal jika semua kondisi berikut ini dapat terpenuhi: 

1. Total pendapatan kontrak dapat diukur secara andal 

2. Kemungkinan besar manfaat ekonomik yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan mengalir ke entitas 

3. Baik biaya kontrak untuk menyelesaikan kontrak maupun tahap penyelesaian kontrak pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal, dan 

4. Biaya kontrak yang dapat diatribusi pada kontrak dapat diidentifikasi dengan jelas dan diukur secara andal sehingga biaya kontrak aktual dapat dibandingkan dengan estimasi sebelumnya. 

Pengakuan Pendapatan Dalam menentukan pengakuan pendapatan, terdapat kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Penggunaan kriteria tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan informasi akuntansi yang relevan dan dapat dipercaya (andal). Dalam kenyataan praktek akuntansi, pengakuan pendapatan suatu perusahaan untuk periode tertentu dapat terjadi pada saat sebelum atau sesudah penjualan. Dilihat dari hal ini, maka secara teoritis titik waktu pengakuan pendapatan dapat diakui pada saat tertentu (Erlinadiansyah, 2009:29), yakni: 

1. Pengakuan pendapatan pada saat penjualan (penyerahan) Penjualan dijadikan dasar untuk mengakui pendapatan karena proses pembentukan pendapatan telah cukup selesai dan proses realisasi pendapatan telah terjadi. Syarat untuk mengakui pendapatan biasanya terpenuhi pada saat produk atau barang dagang diserahkan atau jasa diberikan kepada pelanggan. 

2. Pengakuan pendapatan sebelum penyerahan 

  • Pengakuan pendapatan selama proses produksi Pendapatan dapat diakui selama kegiatan produksi, meskipun produk yang dihasilkan perusahaan masih dalam proses produksi. Metode akuntansi yang digunakan adalah metode persentase penyelesaian. Metode ini digunakan dalam kontrak proyek jangka panjang yang membutuhkan waktu beberapa periode akuntansi. Syarat diterapkan pengakuan pendapatan dengan metode persentase penyelesaian adalah jika harga kontrak sudah pasti dan taksiran cost untuk menyelesaikan proyek serta kemajuan dalam penyelesaian kontrak dapat dipertanggung jawabkan. 
  • Pengakuan pendapatan setelah proses produksi Pengakuan pendapatan setelah proses produksi mengakui pendapatan pada saat produksi selesai. Metode akuntansi yang digunakan adalah metode kontrak selesai. Metode ini juga digunakan dalam proyek jangka panjang dimana pelaporan pendapatannya didasarkan pada hasil akhir proyek yang sudah diselesaikan. 

3. Pengakuan pendapatan setelah penyerahan / saat kas diterima Pengakuan pendapatan pada saat diterima uang tunai atau kas terjadi, jika terdapat ketidakpastian yang besar mengenai pengumpulan piutang atau perolehan kas yang timbul dari penjualan barang dan jasa, sehingga pengakuan pendapatan dapat ditunda sampai saat diterimanya kas. Ketidakpastian pengumpulan piutang tersebut biasanya terjadi karena belum berpindahnya hak atas barang sampai dilunasinya pembayaran. Kondisi ini biasanya ditemui pada pengakuan pendapatan atas transaksi penjualan cicilan/angsuran. 

4. Pengakuan pendapatan atas transaksi penjualan khusus Pengakuan pendapatan yang dilakukan memerlukan ketentuan khusus karena penjualan tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Jenis penjualan yang termasuk di dalam karakteristik ini adalah penjualan atas barang konsinyasi dan penjualan waralaba (franchise). 


Cara input data kategori pemasukan

1. Pilih menu back office kemudian klik pemasukan, selanjutnya pilih tombol tambah yang berada dipojok kiri bawah layar anda. 



2. Akan keluar detail identitas pemasukan pada apotek. Kemudian pilihlah kolom jenis/kategori, lalu klik icon [...]. 



3. Selanjutnya, klik icon + yang berada diujung kolom kategori.


4. Ketik kategori dengan cara manual pada kolom kode, seperti gambar dibawah ini.



5. Apabila data telah berhasil, akan muncul pada daftar kategori yang bersimbol segitiga terbalik. Klik lalu pilih kategori "PARTAI BESAR" yang telah diinput sebelumnya. 



Demikian penjelasan cara input data kategori pemasukan pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

INPUT DATA PEMASUKAN PADA APLIKASI APOTEK



Definisi Pemasukan/ Pendapatan 

Pendapatan adalah sejumlah penghasilan yang diperoleh masyarakat atas prestasi kerjanya dalam periode tertentu, baik harian, mingguan, bulanan maupun tahunan (Sukirno, 2006). Rahardja dan Manurung (2001) mengemukakan pendapatan adalah total penerimaan (uang dan bukan uang) seseorang atau suatu rumah tangga dalam periode tertentu. Berdasarkan kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendapatan merupakan penghasilan yang diterima oleh masyarakat berdasarkan kinerjanya, baik pendapatan uang maupun bukan uang selama periode tertentu, baik harian, mingguan, bulanan maupun tahunan.

Menurut Mankiw mengemukakan bahwa pendapatan perorangan (personalIncome) adalah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga dan usaha yang bukan perusahaan. Pendapatan perorangan juga mengurangi pajak pendapatan perusahaan dan kontribusi pada tunjangan sosial. Sebagai tambahan, pendapatan perorangan ikut menghitung pendapatan bunga yang diterima rumah tangga yang berasal dari kepemilikan atas utang negara dan juga pendapatan yang diterima rumah tangga dari program transfer pemerintah sebagai tunjangan sosial.

Tingkat Pendapatan Ariyani dan Purwantini (2006) menyebutkan bahwa tingkat pendapatan seseorang digolongkan menjadi 4 golongan yaitu: 

1) Golongan yang berpenghasilan rendah (low income group), yaitu pendapatan rata-rata Rp 150.000 

2) Golongan yang berpenghasilan sedang (moderate income group), yaitu pendapatan rata-rata antara Rp. 150.000 – Rp 450.000 per bulan. 

3) Golongan berpenghasilan menengah (middle income group), yaitu pendapatan rata-rata antara Rp 450.000 – 900.000 

4) Golongan yang berpenghasilan tinggi (high income group), yaitu rata-rata pendapatan perbulan lebih dari Rp. 900.000

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang antara lain: 

1) Lama usaha 

Lama usaha memegang peranan penting dalam usaha penjualan. Lama usaha berkaitan dengan banyak sedikitnya pengalaman yang diperoleh pedagang dalam berjualan. Semakin lama pedagang menjalani usahanya akan meningkatkan produktivitasnya sehingga dapat menambah efisiensi dan menekan biaya produksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan. Selain itu, semakin lama usaha seseorang dalam berdagang akan meningkatkan pengetahuan pedagang mengenai selera atau minat pembeli dan menambah relasi bisnis serta pelanggan sehingga dapat meningkatkan pendapatan. 

2) Lokasi berdagang 

Lokasi berdagang merupakan salah satu strategi dalam perdagangan. Lokasi berdagang yang saling berdekatan dengan pesaing, mendorong pedagang untuk melakukan strategi kompetisi. 

3) Jam kerja 

Jam kerja berkaitan dengan teori penawaran tenaga kerja, yaitu tentang kesediaan individu dalam bekerja dengan harapan akan memperoleh pendapatan atau tidak bekerja dengan konsekuensi tidak memperoleh penghasilan yang seharusnya diperoleh. Berdasarkan faktor-faktor di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan penjual pasar adalah kemampuan pedagang, kondisi pasar, modal usaha, kondisi organisasi, lama usaha, lokasi berdagang dan jam kerja. 

Pedagang Sudirmansyah (2011) menyebutkan bahwa pedagang adalah orang yang melakukan usaha jualan, usaha kerajinan maupun usaha pertukangan kecil. Pedagang dikategorikan menjadi: 

a. Pedagang grosir, yaitu pedagang yang beroperasi dalam rantai distribusi antara produsen dengan pedagang eceran. 

b. Pedagang eceran, yaitu pedagang yang menjual produk secara langsung kepada konsumen. Pedagang di pasar tradisional dibedakan menjadi dua yaitu: 

  • Pedagang kios, yaitu pedagang yang mempunyai dan menempati bangunan kios di pasar. 
  • Pedagang non kios, yaitu pedagang yang menempati tempat selain kios, seperti dalam los, luar los, dasaran dan palyon (Hentiani, 2011). 

 

Cara input data pemasukan 

1. Pilih menu back office kemudian pilih pemasukan selanjutnya klik tombol tambah yang berada dipojok sebelah kiri layar anda. 



2. Akan keluar detail identitas pemasukan pada apotek. Kemudian isilah kolom-kolom tersebut dengan cara ketik manual kecuali kolom kode sudah otomatis terisi, sedangkan kolom tanggal, jenis/kategori dan kas. Cara pengisiannya yaitu dengan klik icon segitiga terbalik pada masing-masing kolom. Lalu, pilihlah data yang dibutuhkan. 



3. Setelah semua kolom terisi, dan dipastikan telah sesuai. Maka, klik SIMPAN atau (F8).



4. Apabila data berhasil tersimpan, maka munculah kotak dialog yang berisi informasi seperti gambar dibawah ini. Klik OK. 



5. Inilah tampilan data pemasukan yang telah diinput. 



Demikian penjelasan input data pemasukan pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

Jumat, 07 Januari 2022

LOGIN USER PADA APLIKASI APOTEK



Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan, lamaran, penggunaan. Secara istilah aplikasi adalah program siap pakai yang dibuat untuk melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain dan dapat digunakan oleh sasaran yang dituju. Aplikasi adalah suatu unit perangkat lunak yang dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktivitas seperti sistem perniagaan, game pelayanan masyarakat, periklanan, atau semua proses yang hampir dilakukan manusia (Hengky W.Pramana, 2010).

Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan, lamaran, penggunaan. Secara istilah aplikasi adalah program siap pakai yang dibuat untuk melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain dan dapat digunakan oleh sasaran yang dituju. Aplikasi adalah suatu unit perangkat lunak yang dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktivitas seperti sistem perniagaan, game pelayanan masyarakat, periklanan, atau semua proses yang hampir dilakukan manusia (Hengky W.Pramana, 2010).

hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membagi struktur organisasi dan jabatan di perusahaan:

a. Tujuan Perusahaan

Kita dapat menyatukan beberapa bagian organisasi dan jabatan yang memiliki tujuan yang sama untuk mempermudah organisasi tersebut mencapai tujuannya.
Pembagian Kerja
Dalam membagi-bagi organisasi dan jabatan perlu diperhatikan pembagian kerja dan fungsi masing-masing bagian. Contoh bagian HRGA terdiri dari HR dan GA yang saling melengkapi dalam menyelesaikan tugas kepegawaian di perusahaan. Pembagian kerja ini juga membantu perusahaan menentukan penempatan karyawan yang tepat pada jabatan yang tepat.

b. Alur dan Delegasi Wewenang dan pengawasan.
Alur kerja antara staff dan atasannya (Misal Supervisor) menggambarkan seorang supervisor tersebut membawahi sejumlah staff dan bertanggung jawab atas pekerjaan staffnya. Pemimpin yang tepat dapat memberikan arahan, waktu, keahlian dan pengetahuannya yang baik pada bawahannya. Di dalam sebuah organisasi disarankan untuk membuat organisasi sesederhana mungkin agar komunikasi antar bagian/unit organisasi dapat terjaga dengan baik. Hal ini juga membantu karyawan-karyawan di dalamnya meningkatkan motivasi dalam mencapai tujuan masing-masing organisasinya.

c. Rentang Manajemen
Rentang manajemen menggambarkan berapa banyak karyawan yang dapat dibawahi seorang atasan. Hal ini perlu diperhatikan agar efektivitas dan efisiensi seorang pemimpin tersebut dalam mengelola kepemimpinannya secara optimal.

d.Koordinasi dan kesatuan tanggung jawab
Unit-unit dan jabatan-jabatan yang dirancang harus terarah dan mudah dalam mencapai tujuan perusahaan Mudah dalam bekerja sama antar bagian dan minim konflik pekerjaan. Dalam hal tanggung jawab, seorang atasan bertanggung jawab pada masing-masing bawahannya. Seorang bawahan memiliki seorang atasan, atau tidak bisa mengabdi ke dua atasan sekaligus. 

Prosedur Analisis Jabatan 

Dalam penetapan tujuan analisis jabatan, perusahaan menentukan prosedur yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Prosedur yang dilakukan manajemen, antara lain: 

1) Perencanaan Analisis Jabatan Perencanaan dilakukan oleh pihak staf internal dan pihak staf eksternal.

Perencanaan ini untuk menentukan prosedur apa saja yang harus ditaati oleh pekerja. Perencanaan dilakukan oleh staf yang sudah dibentuk, sedangkan staf yang lain membantu membuat tahapan-tahapan analisis secara garis besar atau membantu mengutarakan pendapat. Perencanaan ini sebelum diterapkan sebaiknya pihak perusahaan menginformasikan kepada seluruh karyawan, agar pekerjaan dapat berjalan efektif dan efisien. Perencanaan analisis jabatan, sebagai berikut: 
  • Kebutuhan akan adanya jabatan baru 
  • Mencari sebab atau permasalahan dan mengklarifikasi permasalahan yang terjadi 
  • Mengkaji permasalahan yang terjadi 
  • Pembahasan atau Mereview permasalahan yang melatarbelakangi analisis jabatan tersebut dengan pimpinan 
  • Memahami tujuan adanya analisis jabatan
  • Memahami peran jabatan dalam struktur kepengurusan 
  • Perencanaan analisis jabatan 
  • Membentuk team pelaksana analisis dan menjelaskan tentang metode yang akan digunakan 
  • Menjelaskan aturan kepada pihak yang terkait 
  • Menentukan waktu analisis jabatan 

2) Penjelasan

Staf perusahaan membuat garis besar mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan analisis jabatan dan metode analisis jabatan.26 Di dalam bagian ini, penjelasan analisis jabatan, meliputi: pertama, pemilihan jabatan yang dianalisis. Pemilihan jabatan ini keputusan pertama yang harus diambil. Pemilihan jabatan terjadi ketika jabatan tersebut mengalami perubahan isi dan fungsi kepegawaiannya. Kedua, apa yang akan dianalisis. Sebelum melakukan analisis jabatan, perusahaan harus mengetahui masalah yang terjadi. Perusahaan harus mengetahui apa itu jabatan dan menentukan karyawan yang mampu untuk berada di posisi jabatan tersebut. Ketiga, jenis informasi analisis jabatan yang dikumpulkan. Ketika akan melakukan analisis jabatan, pihak perushaan harus mengetahui jenis dan banyaknya informasi yang harus dikumpulkan. Agar, informasi yang dikumpulkan fokus dengan apa yang dicari. Keempat, sumber informasi jabatan. Informasi jabatan dapat diperoleh dari pegawai pada jabatan tersebut, pengawas dalam devisi tersebut, dan pengamat yang bebas mengawasi tugas pegawai. Kelima, orang yang bertanggungjawab dalam mengumulkan informasi. Orang yang ditunjuk dalam mengumpulkan informasi harus teliti, agar penelitian ini mendapatkan hasil yang sempurna. Orang yang ditunjuk mengumpulkan informasi dapat diberi pelatihan, agar orang tersebut bisa mendapat informasi yang akurat. Keenam, metode analisis jabatan. Prosedur ini adalah cara untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Metode ini menggunakan kuesioner, wawancara, buku catatan harian, dan observasi. Ketujuh, siapa yang bertanggungjawab dalam menganalisis jabatan. Dalam analisis jabatan, setiap devisi mempunyai penanggung jawab sendirisendiri, sehingga pekerjaan tidak terbengkalai dan berjalan dengan baik.

Penjelasan Analisis Jabatan, sebagai berikut: 
  • Pemilihan jabatan yang dianalisis 
  • Apa yang akan dianalisis 
  • Jenis informasi analisis jabatan yang dikumpulkan 
  • Sumber informasi jabatan 
  • Orang yang bertanggungjawab dalam mengumulkan informasi 
  • Metode analisis jabatan 
  • Siapa yang bertanggungjawab dalam menganalisis jabatan 

3) Pelaksanaan Dalam melakukan analisis jabatan

pihak perusahan memperhatikan saran dan masukan. Saran dan masukan itu mengenai tugas dan kekuatan dan kelemahan metode yang dilakukan perusahaan, sehingga perusahaan dapat melaksanakan analisis jabatan dengan baik. Pelaksanaan analisis jabatan, sebagai berikut:
  • Menentukan faktor-faktor dari penilaian jabatan 
  • Analisa persyaratan jabatan 
  • Mengisi google form diisi materi jabatannya 
  • Menyusun jobdisk 
  • Menginformasikan jobdisk ke semua tim 
  • Menerima saran da masukan dari semua tim 
  • Pembuatan dokumen jobdisk resmi 
  • Mempersiapkan rekomendasi bagi perencanaan tenaga kerja, pola pengadaan, seleksi dan penempatan pegawai, dan enilaian pegawai. 
  • Penilaian Nurul Hayat mempunyai KPI (Key Performance Indikator) dan BSC (Balance Score Card). BSC digunakan untuk penilaian kinerja pimpinan. KPI digunakan untuk penilaian kinerja masing-masing karyawan. 


Cara login user 

1. Double klik pada icon aplikasi apotek terlebih dahulu, selanjutnya isilah username dengan cara klik tombol segitiga terbalik lalu pilih data yang dibutuhkan. 



2. Contoh username yang akan login adalah MGR ACC atau Manager Area, maka klik pada nama tersebut.



3. Selanjutnya isilah passwordnya, terakhir klik login. 



Demikian penjelasan cara login user pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

SETTING GANTI PASSWORD PADA APLIKASI APOTEK



Pencegahan hacking dengan penanggulangan password-cracking Beberapa penanggulangan umum dapat mencegah hacking password, selalu disarankan untuk menggunakan password yang kuat dan password yang unik untuk situs yang berbeda. Jika sulit diingat, dapat mencoba alat pengelola kata sandi yang baik. Pilih password unik yang kuat menggunakan kombinasi huruf kecil, huruf besar, angka, dan karakter khusus yang panjangnya minimal 8 karakter meskipun situs web memungkinkan untuk password yang lebih sederhana. Satu-satunya kelemahannya adalah bahwa pengguna harus menyimpan beberapa password dan, karena itu, mungkin salah satu cara mengingatnya adalah dengan menuliskannya. 

Penyimpanan password Jika harus memilih antara penggunaan password yang lemah dimana pengguna dapat mengingatnya dan password yang kuat dimana pengguna harus menuliskan, maka pengguna harus menuliskan dan menyimpan informasi password dengan aman. Pengguna diminta untuk menyimpan kata sandi tertulis di tempat yang aman — bukan pada keyboard atau file komputer yang dilindungi oleh kata sandi yang mudah diretas. Pengguna harus menyimpan kata sandi tertulis di salah satu lokasi berikut: 

a. Sebuah lemari file terkunci atau brankas kantor yang aman 

b. Disk enkripsi utuh yang dapat mencegah penyusup untuk mengakses OS dan password yang tersimpan pada sistem. 

c. Alat manajemen kata sandi yang aman seperti : ‐ LastPass ‐ Password Safe, sebuah perangkat lunak open source yang awalnya dikembangkan oleh Counterpane. 

Kebijakan password Untuk menunjukkan pentingnya mengamankan password. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya : 

a. Mendemonstrasikan cara membuat kata sandi yang aman. Beri rujukan pengguna untuk membuat kalimat sebagai passwors karena sebagian besar pengguna cenderung membuat password yang hanya berupa “kata” secara harfiah, yang bisa menjadikan password menjadi kurang aman. 

b. Tunjukkan apa yang bisa terjadi ketika password lemah digunakan atau password dibagikan. 

c. Membangun kesadaran pengguna tentang social engineering attacks. 

d. Menegakkan (atau setidaknya mendorong penggunaan) kebijakan pembuatan sandi yang kuat yang mencakup kriteria berikut: 

e. Gunakan huruf besar dan kecil, karakter khusus, dan angka. Jangan gunakan hanya angka. Password tersebut dapat diretas dengan cepat. 

f. Salah eja kata atau membuat akronim dari kutipan atau kalimat. Sebagai contoh, ASCII adalah singkatan dari American Standard Code untuk Information Interchange yang juga dapat digunakan sebagai bagian dari password. 

g. Gunakan karakter tanda baca untuk memisahkan kata atau akronim. 

h. Ubah password setiap 6 sampai 12 bulan atau segera jika dicurigai password telah diketahui pihak lain. 

i. Gunakan sandi yang berbeda untuk setiap sistem. Hal ini sangat penting untuk host infrastruktur jaringan, seperti server, firewall, dan router. Tidak apa-apa untuk menggunakan password sama - hanya buatlah password menjadi sedikit berbeda untuk setiap jenis sistem, seperti SummerInTheSouth-Win7 untuk sistem Windows dan Linux+SummerInTheSouth untuk sistem Linux. 

j. Gunakan password dengan variabel panjang. Trik ini dapat membingungkan hacker karena ketidaktahuan panjang minimum atau maksimum password yang diperlukan dan sehingga harus mencoba semua kombinasi password. 

k. Jangan gunakan kata slang yang umum atau kata yang ada dalam kamus. 

l. Jangan bergantung sepenuhnya pada karakter yang tampak serupa, seperti 3, bukannya E, 5, bukannya S, atau! bukannya 1. Program password cracking dapat memeriksa hal tersebut. 

m. Jangan menggunakan kembali password yang sama dalam setidaknya empat sampai lima perubahan password dilakukan. 

n. Gunakan screen saver yang dilindungi password. Layar terkunci adalah cara yang bagus untuk sistem untuk diretas bahkan jika hard drive telah dienkripsi. 

o. Jangan berbagi sandi. Satu password unik untul satu pengguna. 

p. Hindari menyimpan password pengguna di lokasi pusat yang tidak aman, seperti spreadsheet yang tidak terlindungi pada hard disk. Gunakan Password Safe atau program serupa untuk menyimpan password pengguna. 

q. Aktifkan audit keamanan untuk membantu memantau dan melacak serangan password. 

r. Menguji aplikasi untuk memastikan tidak adanya password yang tersimpan dalam jangka waktu tanpa batas dalam memori atau menuliskannya ke disk. Alat yang baik untuk menguji hal ini adalah WinHex. 

s. Pastikan sistem di-patched. Password akan disetel ulang selama kelebihan arus buffer atau kondisi penolakan Layanan (DoS) lainnya. 

t. Kenali ID pengguna. Jika akun tidak pernah digunakan, Hapus atau Nonaktifkan akun sampai diperlukan. Pengguna dapat menentukan akun yang tidak terpakai dengan inspeksi manual atau dengan menggunakan alat seperti DumpSec, alat yang dapat menghitung sistem operasi Windows dan mengumpulkan ID pengguna dan informasi lainnya.

Salah satu cara yang digunakan hacker untuk mengetahui informasi akun seseorang adalah sniffing. Sniffing atau dalam konteks pencurian password sering disebut password sniffing adalah suatu teknik pencurian password dengan bantuan perangkat lunak dengan mengambil informasi remote login seperti username dan password (Wang, 2009). 

Pesan dikirimkan dengan cara Multi-channel otentikasi, yaitu proses memanfaatkan lebih dari satu saluran komunikasi untuk pengamanan identitas pengguna. Sekarang ini dimungkinkan untuk menggunakan koneksi antara ponsel dan komputer, yang bisa berkomunikasi dengan server otentikasi di Internet misalnya untuk memulai proses otentikasi. Respon terhadap permintaan otentikasi dapat dikirim pada saluran lain ke pengguna, misalnya menggunakan pesan SMS. Pengguna kemudian bisa menyelesaikan proses otentikasi dengan menanggapi dengan SMS atau dengan mengirimkan pesan melalui Web (Stalling, 2005). Pengiriman pesan dengan SMS ini lebih mudah diterapkan dibandingkan dengan menerima pesan dengan menggunakan aplikasi seperti J2ME. Karena pengguna tidak perlu memasang aplikasi untuk menerima pesan otentikasi tersebut. Dari permasalahan tersebut penelitian ini difokuskan untuk merancang aplikasi pengamanan login pada sistem informasi akademik menggunakan Otentikasi One Time Password berbasis SMS dengan Hash MD5, yang diintegrasikan pada Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Desain pengamanan menggunakan Otentikasi One Time Password berbasis SMS dengan Hash MD5. Fungsi Hash MD5 digunakan untuk membangkitkan OTP dengan masukan NIM, No telp pengguna yang diambil dari basis data mahasiswa dan waktu akses pengguna. Perancangan pengamanan login web ini mengunakan pemrograman Hypertext PreProcessor (PHP), dan penyimpanan data menggunakan MySql. Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk menghasilkan suatu aplikasi pengamanan login untuk mengakses Sistem Informasi Akademik berbasis WEB, berupa pengamanan menggunakan OTP (One Time Password) yang di bangkitkan dengan Hash MD5 yang menghasilkan sebuah kode lewat SMS untuk otentikasi.


Cara setting ganti password

1. Pilih menu master kemudian klik gantgi password.



2. Maka akan muncul tiga kolom seperti gambar dibawah ini, isilah password lama dan barunya dengan cara ketik manual. 



3. Setelah semua kolom terisii dan dipastikan telah benar, selanjutnya klik tombol GANTI. Maka secara otomatis password akan terganti.



Demikian penjelasan setting ganti password pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

https://reviewsoftwarekasir.blogspot.com/2021/09/fitur-utama-pada-software-kasir.html
https://reviewsoftwarekasir.blogspot.com/2021/09/software-kasir-online.html
https://reviewsoftwarekasir.blogspot.com/2021/09/kelebihan-kelebihan-software-kasir-sid.html

Rabu, 05 Januari 2022

EDIT DATA PEMASUKAN PADA APLIKASI APOTEK



Pemasukan atau dapat diartikan sebagai pendapatan merupakan salah satu unsur yang paling utama dari pembentukan laporan laba rugi dalam suatu perusahaan. Banyak yang bingung mengenai istilah pendapatan. Hal ini disebabkan pendapatan dapat diartikan sebagai revenue dan dapat juga diartikan sebagai income, maka income dapat diartikan sebagai penghasilan dan kata revenue sebagai pendapatan penghasilan maupun keuntungan. 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan adalah : 

1) Kesempatan kerja yang tersedia, semakin banyak kesempatan kerja yang tersedia, semakin banyak penghasilan yang bisa diperoleh dari hasil kerja tersebut. 

2) Jenis pekerjaan, terdapat banyak jenis pekerjaan yang dapat dipilih seseorang dalam melakukan pekerjaannya untuk mendapatkan penghasilan. 

3) Kecakapan dan keahlian, dengan bekal kecakapan dan keahlian yang tinggi akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas yang pada akhirnya pula terhadap penghasilan. 

4) Motivasi atau dorongan juga mempengaruhi jumlah penghasilan, semakin besar dorongan untuk melakukan pekerjaan, semakin besar pula penghasilan yang diperoleh. 

5) Keuletan bekerja Banyak sedikitnya modal yang digunakan.


Jenis-Jenis Pendapatan Dalam praktiknya komponen pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi terdiri dari dua jenis, yaitu: 

1) Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok (usaha utama) perusahaan. 

2) Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari luar usaha pokok (usaha sampingan) perusahaan.

Pendapatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut: 

  • Produk Salah satu tugas utama dari manajemen penjualan adalah desain produk yaitu mereka merupakan pemberi saran perbaikan yang diperlukan desain produk dengan akibat dari keluhan para pelanggan. 
  • Harga Jumlah uang yang harus dibayarkan konsumen untuk mendapatkan suatu produk dengan akibat dari keluhan para pelanggan. 
  • Distribusi prantara barang dari produsen ke konsumen, semakin luas pendistribusiannya maka akan mempengaruhi penjualan promosi. iv. Promosi Promosi merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan dengan tujuan utama menginformasikan, mempengaruhi dan mengingatkan konsumen agar memilih program yang diberikan perusahaan.


Konsep Pendapatan (Income)

a. Pendapatan dari Gaji dan Upah Gaji dan upah adalah balas jasa terhadap kesediaan menjadi tenaga kerja. Besar gaji/upah seseorang secara teoritis sangat tergantung dari produktivitasnya. 

b. Pendapatan dari Aset Produktif Aset produktif adalah aset yang memberikan pemasukan atas balas jasa penggunaanya. Ada dua kelompok aset produktif. Pertama, aset finansial ( Financial assets). 

c. Pendapatan dari Pemerintah Pendapatan dari pemerintah atau penerimaan transfer adalah pendapatan yang diterima bukan sebagai balas jasa atas input yang diberikan.


Pendapatan seseorang harus dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesejahteraan sebab dengan pendapatan seseorang akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari baik secara langsung maupun tidak langsung. Sumber pendapatan masyarakat terdiri dari: 

1. Di sektor formal berupa gaji dan upah yang diperoleh secara tetap dan jumlah yang telah ditentukan 

2. Di sektor informal berupa pendapatan yang bersumber dari perolehan atau penghasilan tambahan seperti: penghasilan dagang, tukang, buruh, dan lain-lain 

3. Di sektor subsisten merupakan pendapatan yang bersumber dari hasil usaha sendiri berupa tanaman, ternak, kiriman dan pemberian orang lain. Pendapatan sektor informal adalah segala penghasilan yang berupa uang maupun barang yang diterima, biasanya sebagai balas jasa dari sektor informal. Sumber pendapatan ini berupa:

  • Pendapatan dari usaha, meliputi: hasil bersih dari hasil usaha sendiri, komisi dan penjualan 
  • Pendapatan dari investasi 
  • Pendapatan dari keuntungan sosial 


Cara edit data pemasukan 

1. Pilih menu back office, kemudian pilih pemasukan selanjutnya klik tombol edit yang berada dibawah sebelah kiri layar anda. 



2. Munculah detail data pemasukan seperti gambar dibawah ini, pilih kolom yang akan dieidit. Dalam hal ini adalah kolom jumlah, karena terjadi kesalahan belum ada potongan harga atau diskon. 



3. Setelah kolom jumlah diedit dengan cara ketik manual, kemudian klik tombol SIMPAN atau F8. 



4. Apabila data berhasil disimpan maka akan keluar kotak dialog seperti gambar dibawah ini, klik OK. 



5. Inilah tampilan data pemasukan setelah berhasil diedit.



Demikian penjelasan edit data pemasukan pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

INPUT DATA PENGELUARAN PADA APLIKASI APOTEK

 


Biaya operasional adalah biaya yang berupa pengeluaran uang untuk melaksanakan kegiatan pokok. Di samping itu, biaya operasional juga bisa didefinisikan sebagai seluruh pengorbanan yang dikeluarkan pengusaha untuk mendanai kegiatan operasional usaha demi mencapai tujuan yang ditargetkan.

Menurut Mowen dan Handsen (2000:36) mendefenisikan “Biaya adalah nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau dimasa yang akan datang bagi organisasi atau perusahaan “.

Jenis jenis biaya total dibedakan kepada tiga jenis biaya: 
a. Biaya tetap total (TFC) : yang meliputi pembelanjaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi yang tetap jumlahnya. 
b. Biaya perubah total (TVC) : meliputi semua pembelanjaan yang digunakan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat berubah jumlahnya. 
c. Biaya total (TC) : meliputi semua pembelanjaan keatas faktor-faktor produksi yang digunakan, yang meliputi faktor produksi yang tetap jumlahnya dan yang dapat berubah. Dalam persamaan : TC = TFC + TVC
 


Biaya Produksi

Usaha produksi yang dilangsungkan dalam suatu usaha pada umumnya terdapat 3 komponen dasar biaya produksi, yaitu biaya bahan baku (Material Cost), biaya tenaga kerja langsung (Labour Cost), dan biaya overhead pabrik (Factory Overhead Cost). Biaya produksi di golongkan menjadi biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung. 

a. Biaya produksi langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya ini langsung di perhitungkan kedalam harga produksi yang terdiri atas biaya-biaya berikut: 
1) Biaya bahan langsung, artinya semua bahan baku untuk membentuk suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari barang jadi dan dapat langsung di perhitungkan dalam harga pokok produksi, seperti kertas pada percetakan, benang pada tekstil, kedelai pada tempe.
2) Biaya tenaga kerja langsung, artinya upah untuk para pekerja yang secara langsung untuk membuat produk dan jasa dapat langsung diperhitungkan kedalam harga pokok produk, seperti upah tukang. 

b. Biaya produksi tidak langsung adalah biaya selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi di pabrik. Biaya ini lazim disebut dengan biaya overhead pabrik (BOP), dikelompokan menjadi biaya-biaya berikut: 
1) Biaya bahan penolong, bahan yang diperlukan untuk pembuatan produk dan penggunaanya relatif kecil. 
2) Biaya tenaga kerja tidak langsung, upah untuk tenaga kerja yang secara tak langsung berhubungan dengan pembuatan produk. 
3) Biaya produksi tak langsung lainya, seperti biaya penyusutan mesin, asuransi dan perlengkapan mesin.

Tujuan barang dan jasa diproduksi yaitu: 
a. Memenuhi Kebutuhan manusia manusia memiliki beragam kebutuhan terhadap barang dan jasa. Itu semua harus dipenuhi dengan kegiatan produksi. Apalagi jumlah manusia terus bertambah. 
b. Mencari keuntungan/laba dengan memproduksi barang dan jasa, produsen (orang yang memproduksi) berharap bisa menjualnya dengan memperoleh laba sebanyak-banyak. 
c. Menjaga kelangsungan hidup perusahaan Produksi barang dan jasa, produsen akan memperoleh pendapatan dan laba dari penjualan produknya. Pendapatan dan laba tersebut dapat digunakan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan termasuk kehidupan para karyawan. 
d. Meningkatkan mutu dan jumlah produksi Produsen selalu berusaha memuaskan keinginan konsumen. Dengan berproduksi, produsen punya kesempatan melakukan uji coba/eksperimen untuk meningkatkan mutu sekaligus jumlah produksinya agar lebih baik dari produksi sebelumnya.
 

Cara input data pengeluaran

1. Pilih menu back office kemudian klik pengeluaran selanjutnya pilih tombol tambah yang berada dipojok kiri bawah yaran anda. 



2. Kemudian isilah kolom-kolom dibawah ini dengan cara ketik manual, kecuali kolom tanggal, biaya dan kas diisi dengan cara klik icon segitiga terbalik pada ujung masing-masing kolom.



3. Setelah semua kolom terisi semua dan dipastikan telah sesuai, maka klik SIMPAN atau F8. 



4. Selanjutnya akan muncul kotak dialog yang berisi informasi bahwa data telah tersimpan, seperti gambar dibawah ini. Klik OK. 



5. Inilah tampilan data pengeluaran yang telah berhasil diinput. 



Demikian penjelasan input data pengeluaran pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post:

EDIT BIAYA OPERASIONAL PADA APLIKASI APOTEK



Mulyadi (2000:84), mengemukakan pengertian biaya operasional sebagai biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin, biaya peralatan, biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya bagi karyawan yang bekerja dalam bagian-bagian baik yang langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan proses produksi.


Jenis biaya dapat digolongkan sebagai berikut: 

1. Biaya Produksi Biaya produksi adalah biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi. Pengertian lainnya menjelaskan bahwa biaya produksi merupakan biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama satu periode. Biaya ini terdiri atas persediaan barang dalam proses awal, ditambah biaya pabrikasi (manufacturing cost), kemudian dikurangi dengan persediaan barang dalam proses akhir. Biaya produksi digolongkan menjadi biaya prduksi langsung dan biaya produksi tak langsung. 

a. Biaya produksi langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya ini langsung diperhitungkan kedalam harga pokok produksi yang terdiri atas biaya-biaya berikut: 

  1. Biaya bahan langsung, artinya semua bahan untuk membentuk suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari barang jadi dan dapat langsung diperhitungkan dalam harga pokok produksi, seperti kertas pada percetakan, benang pada tekstil, dan tanah liat pada batu bata. 
  2. Biaya tenaga kerja langsung, artinya upah untuk para pekerja yang secara langsung membuat produk dan jasanya dapat langsung diperhitungkan kedalam harga pokok produk, seperti upah tukang. 

b. Biaya produksi tak langsung adalah biaya selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerka langsung yang terjadi di pabrik. Biaya ini lazim disebut biaya overhead pabrik (BOP), dikelompokkan menjasi biaya-biaya berikut: 

  1. Biaya bahan penolong, bahan yang diperlukan untuk pembuatan produk dan penggunaannya relatif kecil. 
  2. Biaya tenaga kerja tak langsung, upah untuk tenaga kerja yang secara tidak langsung berhubungan dengan pembuatan produksi. 
  3. Biaya produksi tak langsung, seperti biaya penyusutan mesin, asuransi, dan perlengkapan mesin. 

2. Biaya Nonproduksi Biaya nonproduksi adalah biaya yang terjadi atau yang dikeluarkan untuk bahan pelengkap atau pembantu, seperti biaya administrasi umum dan biaya penjualan atau biaya pemasaran. Penjelasan lain menyebutkan biaya untuk bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi, tetapi tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dangan barang jadi yang dihasilkan. Beban administrasi, umum, dan penjualan adalah contoh biaya nonproduksi utama yang ditampilkan dalam laporan laba rugi. Beban administrasi, umum, dan penjualan terdiri terdiri atas biaya gabungan dari operasi perusahaan yang termasuk kedalam aspek berikut: 

1) Penjualan: beban pokok penjualan yang termasuk gaji, biaya iklan, biaya manufaktur, sewa, semua biaya dan pajak secara langsung berhubungan dengan produksi dan penjualan produk. 

2) Umum: beban usaha umum dan pajak yang secara langsung berhubungan dengan operasi umum perusahaan, tetapi tidak berkaitan dengan dua kategori lainnya. 

3) Administrasi: gaji eksekutif dan pendukung lainnya serta semua pajak yang berkaitan dengan administrasi perusahaan secara keseluruhan. Sementara itu, apabila digunakan sebagai variabel dalam suatu penelitian, biaya operasional bisa berpengaruh terhadap profitabilitas sebuah perusahaan. Hal tersebut dikarenakan dalam suatu perusahaan, umumnya terdapat laporan laba rugi yang di dalamnya terdapat unsur-unsur biaya operasional yang memengaruhi laba rugi usaha suatu perusahaan. Apabila pendapatan usaha lebih besar daripada biaya operasional yang dikeluarkan, maka akan terjadi keuntungan pada perusahaan dan laba usaha. Dan, apabila pendapatan usaha lebih kecil dari biaya operasional yang dikeluarkan, maka akan terjadi rugi atau penurunan pada laba yang akan didapatkan.


Biaya produksi

Firdaus dan Wasilah (2009), mengelompokkan biaya produksi kedalam tiga bagian yaitu sebagai berikut: 

1. Biaya Bahan Baku Langsung Menurut Ahyari (1979:1) mengatakan bahwa bahan baku atau bahan mentah merupakan bahan yang digunakan untuk keperluan produksi. Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi. Di dalam memperoleh bahan baku, perusahaan tidak hanya mengeluarkan biaya sejumlah harga beli saja, tetapi juga mengeluarkan biaya-biaya pembelian, pergudangan, biaya transportrasi dan biaya perolehan lainnya.
2. Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk pekerja atau karyawan yang dapat ditelusuri secara fisik kedalam pembuatan produk dan bisa pula ditelusuri dengan mudah tanpa memakan banyak biaya (Simamora, 1999:37). Biaya tenaga kerja adalah pengeluaran perusahaan yang digunakan untuk pembayaran (upah atau gaji) tenaga manusia yang bekerja mengolah produk (Nafarin, 2004;100). Biaya tenaga kerja ialah semua balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada semua karyawan. Sesuai dengan fungsi dimana karyawan bekerja, biaya tenaga kerja dapat digolongkan kedalam biaya tenaga kerja pabrik, biaya tenaga kerja pemasaran, biaya tenaga kerja administrasi dan umum, serta fungsi keuangan. Biaya tenaga kerja langsung adalah balas jasa yang diberikan kepada karyawan yang manfaatnya dapat diidentifikasi atau diikuti jejaknya pada produk tertentu yang dihasilkan oleh perusahaan (Syahyunan, 2004:4).
3. Biaya Bahan Penolong Biaya bahan penolong adalah bahan pelengkap yang melekat pada suatu produk. Bahan penolong tersebut biasaanya diguanakan sebagai bahan pembantu dalam proses produksi produk, yang biasa disebut dengan supples pabrik, yaitu bahan yang diperlukan dalam dalam pembuatan suatu produk yang bersangkutan bahan penolong bahan yang bersifat sebagai bahan pembantu untuk proses pembuatan barang jadi, nilainya relatif kecil dibanding biaya produksi. Bahan penolong diolah menjadi bagian produk selesai tetapi pemakaiannya tidak dapat diikuti jejak atau manfaatnya pada produk selesai tertentu.

 

Cara edit biaya operasional 

1. Pilih menu back office kemudian klik pengeluaran pilih data yang akan diedit, selanjutnya klik edit yang berada dibawah sebelah kiri layar anda.




2. Maka akan muncul detail data seperti gambar dibawah ini, pilih kolom yang akan diedit. 


3. Setelah kolom jumlah diedit, selanjutnya klik SIMPAN atau F8. 


4. Apabila data berhasil disimpsn maka akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini, klik OK.



5. Inilah tampilan data biaya operasional yang berhasil diedit.



Demikian penjelasan edit biaya operasional pada aplikasi apotek. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi apotek. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi apotek, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/aplikasi-kasir.html.

Related post: