Senin, 21 Februari 2022

SETTING DISKON SECARA MENYELURUH PADA APLIKASI RESTAURANT

 


Menurut Wikipedia Indonesia, pengertian promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya.  

Potongan harga ialah pengurangan dari apa yang tercantum dalam daftar harga dan diberikan kepada seseorang yang bersedia melakukan suatu pembelian produk yang sudah disepakati oleh penjual. Diskon merupakan potongan harga yang diberikan penjual kepada pembeli sebagai penghargaan atas aktivitas tertentu dari pembeli yang menyenangkan bagi penjual (Tjiptono, 1997 : 166).


Jenis-Jenis Potongan Harga 

Adapun beberapa jenis potongan harga yaitu : 

1. Potongan Fungsional (Trade or Functional Discount) Potongan fungsional umumnya diberikan kepada para penyalur. 

2. Rabat Rabat ialah potongan yang diberikan oleh penjual kepada pembeli karena membeli barang dalam jumlah yang banyak. Potongan rabat sering juga disebut potongan kuantitas (quantity discount). 

3. Kontan (Cash Discount) Potongan kontan diberikan oleh penjual kepada pembeli karena pembeli membeli barang secara tunai ataupun membeli barang dalam jangka pendek. 

4. Potongan Kelompok (Group Discount) Potongan kelompok ialah potongan yang diberikan oleh penjual kepada pembeli yang dihimpun dalam kelompok (group) ataupun organisasi. 


Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Potongan Harga 

Menurut Kotler terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemberian potongan harga, diantaranya ialah : 

1. Barang akan segera diganti dengan model terbaru 

2. Terdapat kecacatan pada produk sehingga penjual sulit untuk mrnjual 

3. Perusahaan mengalami permasalahan finansial yang rumit 

4. Harga akan turun jauh bila harus menunggu lebih lama lagi 

5. Mutu produk diturunkan perusahaan Sedangkan menurut Rewolg, faktor pemberian potongan harga adalah sebagai berikut : 

  • Mengikat pembeli 
  • Menguntungkan beberapa langganan 
  • Mengubah pola pemberian 
  • Memberikan nilai ekonomis pada masyarakat 
  • Memancing pembeli untuk membeli dalam kuantitas besar. 

Indikator Diskon Harga Menurut Astuti (2011:87) untuk mengukur potongan harga dapat dilihat dari: a. Kemenarikan program potongan harga. b. Ketepatan program potongan harga dalam mepengaruhi pembelian. c. Frekuensi program potongan harga. Adapun indikator diskon harga menurut Belch & Belch (2009) (dalam Brian, 2016:20) mengatakan bahwa diskon harga memberikan beberapa keuntungan diantaranya: dapat memicu konsumen untuk membeli dalam jumlah yang banyak, mengantisipasi promosi pesaing, dan mendukung perdagangan dalam jumlah yang lebih besar. 


Tujuan Penetapan Harga Diskon 

Sudaryono (2014:362) menyatakan bahwa tujuan penetapan harga diskon sebagai elemen bauran pemasaran dan perencanaan pemasaran yang dapat menentukan posisi produk atau jasa di suatu pasar serta laba yang dapat dihasilkan oleh produk tersebut”.


Strategi Penetapan Harga Diskon 

Strategi penetapan harga diskon sangat diperlukan saat ingin memberikan potongan harga diproduk tertentu. Kotler dan Keller (2007:105) mendefinisikan terdapat beberapa teknik penetapan harga untuk merangsang pembelian awal: 

1) Penetapan Harga Peristiwa Khusus, penjual akan menetapkan harga khusus pada musim-musim tertentu untuk menarik lebih banyak pelanggan. 

2) Rabat Tunai/ Potongan Harga Tunai, perusahaan menawarkan rabat tunai untuk mendorong pembelian produk-produk produsen dalam waktu yang telah ditentukan. 

3) Pembiayaan Bunga Rendah, mengalihkan potongan harga perusahaan dapat menawarkan pembiayaan bunga rendah kepada pelanggannya. 

4) Masa Pembayaran yang Lebih Lama, khususnya bank dan penjual mobil memperpanjang pinjaman untuk periode yang lebih lama dengan menurunkan cicilan bulanan. 

5) Garansi dan Kontrak Perbaikan, perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan menambahkan garansi atau kontrak perbaikan gratis atau berbiaya rendah. 

6) Diskon Psikologis, strategi ini melibatkan penetapan harga yang purapura ditinggikan dan kemudian menawarkan produk tersebut dengan penghematan yang besar.


Cara setting diskon secara menyeluruh

1. Pilih setting kemudian klik diskon global (untuk pembelian minimum) yang berada dilajur sebelah kiri layar anda dan ditandai dengan garis bawah atau underline berwarna putih. 



2. Maka akan muncul kolom-kolom seperti dibawah ini. Klik ADD kemudian isilah kolom periode dengan pilihan tanpa periode. 


3. Selanjutnya isilah kolom pembelian minimum dan jumlah diskon dengan cara ketik manual. Untuk periode waktunya diisi dengan cara klik tombol yang iconnya berbentuk segitiga terbalik yang terletak diujung kolom. Sesuaikan dengan waktu yang dibutuhkan. Apabila semua kolom telah terisi dan telah dipastikan sesuai, terakhir klik SET. 


4. Inilah data diskon pembelian minimum yang telah berhasil disetting.


Demikian penjelasan cara setting diskon secara menyeluruh pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

SETTING FOOTER NOTA PADA APLIKASI RESTAURANT

 



Menurut wikipedia Catatan kaki adalah catatan yang berada di bagian bawah dari halaman karya ilmiah. Fungsi catatan kaki adalah sebagai tempat pencantuman identitas sumber rujukan dari pengutipan informasi di bagian badan teks atau badan paragraf. Catatan kaki juga digunakan sebagai keterangan tambahan untuk informasi, istilah, atau nama-nama tertentu. Manfaat penggunaan catatan kaki di dalam karya ilmiah yaitu dapat diadakannya penelusuran menyeluruh semua sumber rujukan oleh pembaca. Catatan kaki merupakan wujud informasi terperinci dari daftar pustaka.

Sedangkan pengertian penjualan menurut Basu Swastha dalam Irwan Sahaja (2014, 246) penjualan adalah suatu proses pertukaran barang atau jasa antara penjual dan pembeli.

Penjualan dilakukan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang diterima oleh perusahaan, barang kemudian diberikan pada pembeli dan transaksi penjualan kemudian dicatat oleh perusahaan. Dokumen–dokumen yang digunakan dalam prosedur penjualan tunai adalah sebagai berikut : 

1. Faktur Penjualan Tunai Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan manajemen mengenai transaksi penjulan tunai. Formulir faktur penjualan tunai dapat digunakan untuk merekam data mengenai nama pembeli, alamat pembeli, tanggal transaksi, kode dan nama barang, kuantitas, harga satuan, jumlah harga, nama dan kode pramuniaga, otorisasi terjadinya berbagai tahap transaksi.

2. Bukti Setor Bank Dokumen ini dibuat sebagai bukti penyetoran kas ke bank. Bukti setor bank dibuat tiga lembar, dan diserahkan ke bank bersamaan dengan penyetoran kas dari hasil penjualan tunai ke bank. Dua lembar tembusannya diminta kembali dari bank setelah ditanda tangani dan dicap oleh bank sebagai tanda bukt i penyetoran kas ke bank. 

3. Pita Register Kas Dokumen ini dihasilkan pada bagian kassa dengan cara mengoperasikan mesin register kas. Pita register kas ini merupakan bukti penerimaan kas yang dikeluarkan oleh bagian kassa dan merupakan dokumen pendukung faktur penjualan tunai yang dicatat dalam jurnal penjualan. 

4. Rekap Harga Penjulaan Dokumen ini digunakan untuk meringkas harga pokok produk yang dijual selama satu periode. Dokumen ini merupakan pendukung bagi pembuatan memorial guna mencatat harga pokok pendukung produk yang dijual. 


Catatan kaki memiliki beberapa fungsi, yaitu: 

  • Untuk memberikan keterangan dan penjelasan tentang sumber dari kutipan penyusunan daftar bacaan pada karya ilmiah supaya dapat dimengerti oleh pembaca.
  • Untuk menghargai sumber kutipan yang dikutip, supaya pembaca karya ilmiah mengetahui sumber kutipan yang digunakan.
  • Untuk menunjukan referensi lain supaya pembaca karya ilmiah dapat mengetahui ulasan yang lebih jelas mengenai istilah yang digunakan.
  • Untuk memperluas diskusi suatu masalah tertentu di luar konteks dan teks
  • Untuk menunjukkan adanya peminjaman atau pengambilan dari bahan yang digunakan. (Untuk fakta-fakta yang bersifat umum tidak perlu diberi footnote)
  • Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (content footnote). Jenis catatan kaki ini biasanya menggunakan kata-kata: Lihat…, Bandingkan…, dan Uraian lebih lanjut dapat dilihat dalam…, dan sebagianya.


Catatan - catatan yang digunakan dalam prosedur penjualan tunai adalah :

  • 1. Jurnal Penjualan Jurnal Penjualan digunakan untuk mencatat dan meringkas data penjualan. Jika perusahaan menjual berbagai macam produk dan manajemen memerlukan informasi penjualan tiap jenis produk yang dijualnya selama jangka waktu tertentu dalam jurnal penjualan tiap jenis produk yang dijualnya selama jangka waktu tertentu dalam jurnal penjualan disediakan satu kolom untuk satu jenis produk tersebut. 
  • 2. Jurnal Penerimaan Kas Jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber diantaranya dari penjualan tunai. 
  • 3. Jurnal Umum Catatan akuntansi digunakan untuk mencatat transaksi selain yang dicatat dalam jurnal khusus, misalnya harga pokok produk yang dijual selama periode akuntansi tertentu.
  • 4. Kartu Persediaan Kartu persediaan digunakan untuk mencatat berkurangnya harga pokok produk yang dijual. Kartu persediaan ini diselenggarakan dibagian akuntansi untuk mengawasi mutasi persediaan barang yang disimpan digudang. 
  • 5. Kartu Gudang Catatan diselenggarakan dibagian gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan barang yang disimpan digudang. Dalam transaksi penjualan tunai kartu gudang digunakan untuk mencatat berkurangnya kuantitas produk yang dijual. Kartu gudang juga dibutuhkan untuk mengetahui jumlah persediaan terakhir dari barang dagangan sehingga dapat diketahui jumlah nominal akun.


Cara setting footer nota 

1. Pilih menu setting kemudian klik footer nota yang berada dilajur sebelah kiri dan ditandai dengan tulisan berwarna putih bergaris bawah. 



2. Kemudian muncul kotak seperti gambar dibawah ini, isilah footer nota penjualan toko anda. 


3. Setelah diketik secara manual dan dipastikan telah sesuai maka klik SIMPAN.


4. Terakhir muncul kotak dialog yang menginformasikan bahwa data footer nota terlah berhasil disimpan.


Demikian penjelasan cara setting footer nota pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

SETTING DISKON HARI TERTENTU PADA APLIKASI RESTAURANT

 


Diskon merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli sebagai penghargaan atas aktivitas-aktivitas tertentu yang dilakukan pembeli, misalnya membayar tagihan lebih cepat, membeli dalam jumlah yang besar, atau membeli diluar musim atau periode permintaan puncak.

Campuran Promosi / Bauran Promosi Bauran promosi merupakan gabungan dari berbagai jenis promosi yang ada untuk produk yang sama agar hasil dari kegiatan promo yang dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal. Sebelum melakukan promosi dilakukan perencanaan matang yang mencakup bauran promosi sebagai berikut: 

1. Iklan (Advertising) Iklan adalah segala bentuk komunikasi nonpersonal mengenai suatu organisasi (perusahaan), produk barang, jasa, atau ide yang dibayar oleh satu sponsor yang diketahui. 

2. Promosi Penjualan (Sales Promotion) Menurut Kotler, promosi penjualan merupakan berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong suatu keinginan membeli atau mencoba suatu produk maupun jasa. Sementara Menurut Lubis, promosi penjualan adalah suatu kegiatan perusahaan dalam menjajakan suatu produk yang dipasarkan sedemikian rupa bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan dengan tujuan agar konsumen mudah untuk melihatnya. 

3. Publisitas (Publicity) Publisitas merupakan segala bentuk komunikasi nonpersonal yang tidak berbayar mengenai suatu gagasan, barang atau jasa. Publisitas dilakukan untuk menarik perhatian konsumen melalui kegiatan seperti pameran, bakti sosial serta kegiatan lainnya. 

4. Pemasaran Langsung (Direct Marketing) Pemasaran langsung terdiri dari hubungan langsung dengan konsumen individu yang ditargetkan secara seksama untuk meraih respon segera dan membangun hubungan yang langgeng. Pemasaran langsung tidak harus menggunakan tenaga penjual, namun bisa juga menggunakan media lain seperti misalnya telepon, internet, dan surat. 


Tujuan Promosi 

1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial 

2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit/laba 

3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan 

4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar 

5. Membedakan serta mengunggulkan produk disbanding produk pesaing 

6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan

7. Mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen 


Jenis-jenis Diskon 

Dalam strategi pemasaran dikenal empat bentuk diskon, yaitu diskon kuantitas, diskon musiman, diskon kas, functional discount. 

a. Diskon kuantitas Diskon kuantitas merupakan potongan harga yang diberikan kepada konsumen guna mendororng konsumen agar membeli dalam jumlah yang lebih bnayak, sehingga volume penjualan akan meningkat secara keseluruhan. Selain itu juga diskon kuantitas juga dapat memberikan manfaat berupa penururnan unit cost sebagai akibat pesanan dan produk dalam jumlah yang besar. Diskon kuantitas dapat ditepakan berdasarkan berbagai ukuran, misalnya nilai (dalam rupiah) barang yang dibeli, jumlah unit barang yang dibeli, dan sebagainya. Dalam praktis, diskon kuantitas sering tidak berwujud potongan tunai, melainkan berupa tambahan unit yang diberikan kepada konsumen yang membeli dalam jumlah yang besar. Bisa pula berupa voucher untuk berbelanja berikutnya. Diskon kuantaitas terdiri dari dua jenis, yaitu diskon kuantitas kumulati yang diberikan kepada konsumen yang membeli produk selama periode waktu tertentu dan diskon kuantitas non kumulatif yang di dasarkan pada pesanan pembelian secara individu. 

b. Diskon Musiman Diskon musiman adalah potongan harga yang diberikan kepada konsumen yang membeli produk diluar musim atau periode permintaam puncak. Diskon musiman digunakan untuk mendorong konsumen agar membeli produk atau jasa yang sebenarnya baru akan dibutuhkan beberapa waktu mendatang. Dengan demikian diskon musiman berpengaruh terhadap pola pembelian kosumen. Sehingga fungsi persediann atau pemyimpangan bergeser ke tangan konsumen. Bagi konsumen sendiri, diskon konsumen memberikan beberapa manfaat. Pertama, harga produknya lebih murah. Kedua, mereka bias berbelanja lebih leluasa dan terhindar dari antrian Panjang yang biasa trejadi bila mereka berbelaja pada musim “ramai‟. Ketigas, biasanya pada hari-hari menjelang hari H, ada kemungkinan terjadi lonjakan harga sebagai akibat besarnya permintaan. 

c. Diskon kas Dalam berbagai transaksi jual beli seringkali di terapkan cara pembayaran kredit. Melalui cara ini, pembeli memperoleh manfaat berupa lebihsingkatnya jangka waktu perputaran dana. Akan tetapi, cara ini dapat memberatkan para penjual karena dananya terkait pada dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, penjual akan berusaha mengurangi jumlah kredit. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan jalan menawarkan cash discount, yang merupakan 20 potongan yang diberikan apabila pembeli membayar tunai barang-barang yang dibelinya atau membayarnya dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian transaksi (termin penjual/salel term). 

d. Diskon trade Trade discount diberikan oleh produsen kepada para distributor (wholesaler dan retailer) yang terlibat dalam pendistribusian barang dan pelaksanaan fungi-fungsi tertentu, seperti penjualan, penyimpanan, dan record keeping. Misalnya produsen memerikan potongan sebesar 25% dari list price kepada retailer. Begitupula kepada wholesaler, produsen memberikan potongan sebesar 25% ditambah 15%, dengan harapan wholesaler akan memberikan potongan sebesar 25% dari list price kepada retailer. Lini produk yang biasa menggunakan trade diskon antara lain makanan, obat-obatan, dan perangkat keras (hardware).  


Cara setting diskon hari tertentu

1. Pilihlah menu setting kemudian klik diskon hari (periode) teertentu yang ditandai dengan warna putih dan berada dilajur sebelah kiri layar anda. 



2. Lalu muncul beberapa kotak seperti gambar dibawah ini. Pengisiannya diketik secara manual kecuali kolom kode barang serta periode.


3. Kolom kode barang diisi dengan cara klik tombol kotak yang berada di ujung kiri, maka akan muncul daftar barang seperti gambar dibawah ini. Pilihlah barang yang dibutuhkan kemudian double klik seperti pada contoh yang di blok kuning. 



4. Untuk kolom periode juga klik pada ujung kiri kolom, kemudian pilihlah tanggal yang dibutuhkan selama durasi periode. Terakhir klik tombol SET. 



5. Inilah tampilan data yang telah berhasil disetting. 



Demikian penjelasan cara setting diskon hari tertentu pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

Rabu, 16 Februari 2022

EDIT DISKON DENGAN PEMBELIAN MINIMUM PADA APLIKASI RESTAURANT

 

Diskon atau potongan harga merupakan sesuatu yang umum digunakan yang dapat berguna daya tarik bagi pembeli untuk membeli dalam jumlah besar. Manfaat yang diperoleh bagi penjual adalah penjualan dalam jumlah banyak akan mengurangi biaya produksi tiap unitnya. Manfaat bagi pembeli adalah akan menggurangi biaya pesanan dan pembayaran harga satuan lebih rendah dari biasanya, tetapi kerugian yang dapat timbul adalah membengkaknya biaya penyimpanan karena pemesanan yang lebih besar akan meningkatkan insventory

Tujuan Diskon 

Harga Tujuan diadakannya diskon harga menurut Nitisemito (dalam Brian, 2016:21) adalah: 

a. Mendorong pembeli untuk membeli dalam jumlah yang besar sehingga volume penjualan diharapkan akan bisa naik. Pemberian potongan harga akan berdampak terhadap konsumen, terutama dalam pola pembelian konsumen yang akhirnya juga berdampak terhadap volume penjualan yang diperoleh perusahaan. 

b. Pembelian dapat dipusatkan perhatiannya pada penjual tersebut, sehingga hal ini dapat menambah atau mempertahankan langganan penjual yang bersangkutan. 

c. Merupakan sales service yang dapat menarik terjadinya transaksi pembelian. 


Menurut Sutisna (2001:303) tujuan dari pemberian diskon harga kepada konsumen adalah: 

1. Mendorong konsumen melakukan pembelian dalam jumlah yang besar. 

2. Mendorong pembelian yang dapat dilakukan secara kontan dan dengan waktu yang lebih pendek. 

3. Mengikat pelanggan agar tidak berpindah ke perusahaan lain.


Menurut Philip Kotler (2005) (dalam Brian, 2016:21) ada beberapa macam bentuk dari diskon harga, yaitu: 

1. Diskon Tunai adalah pengurangan harga untuk pembeli yang segera membayar tagihannya atau membayar tagihan tepat pada waktunya. Diskon tunai biasanya ditetapkan sebagai suatu persentase harga yang tidak perlu dibayar. Bila mana faktur dibayar dalam beberapa hari tertentu, dan jumlah penuh harus dibayar jika pembayaran melampaui dalam periode diskon. Contoh yang umum adalah “2/10, net 30,” 22 yang berarti bahwa pembayaran akan jatuh tempo dalam 30 hari, tetapi pembeli dapat mengurangi 2% jika membayar tagihan dalam 10 hari. Diskon tersebut harus diberikan untuk semua pembeli yang memenuhi persyaratan tersebut. Diskon seperti itu biasa digunakan dalam banyak hal industri dan bertujuan meningkatkan likuiditas penjual dan mengurangi biaya tagihan dan biaya hutang tak tertagih. 

2. Diskon Kuantitas Merupakan pengurangan harga bagi pembeli yang membeli dalam jumlah besar. Contohnya adalah, “$10 per unit untuk kurang dari 100 unit; $9 per unit untuk 100 unit atau lebih”. Menurut undang-undang di Amerika Serikat, diskon kuantitas harus ditawarkan sama untuk semua pelanggan dan tidak melebihi penghematan biaya yang diperoleh penjual karena menjual dalam jumlah besar. Penghematan ini meliputi pengurangan biaya penjualan, persediaan, dan pengangkutan. Diskon ini dapat diberikan atas dasar tidak kumulatif (berdasarkan tiap pesanan yang dilakukan) atau atas dasar kumulatif (berdasarkan jumlah unit yang dipesan untuk suatu periode). Diskon memberikan insentif bagi pelanggan untuk membeli lebih banyak dari seorang penjual dan tidak membeli dari banyak sumber. 

3. Diskon Fungsional Diskon fungsional juga disebut diskon perdagangan (trade discount), ditawarkan oleh produsen pada para anggota saluran perdagangan jika mereka melakukan fungsi-fungsi tertentu seperti menjual, menyimpan, dan melakukan pencatatan. Produsen boleh memberikan diskon fungsional yang berbeda bagi saluran perdagangan yang berbeda karena fungsi-fungsi mereka yang berbeda, tetapi produsen harus memberi diskon dalam tiap saluran perdagangan. 

4. Diskon Musiman Diskon musiman merupakan pengurangan harga untuk pembeli yang membeli barang atau jasa di luar musimnya. Diskon musiman memungkinkan penjual mempertahankan produksi yang lebih stabil selama setahun. Produsen ski akan menawarkan diskon musiman untuk pengecer pada musim semi dan musim panas untuk mendorong dilakukannya pemesanan lebih awal. Hotel, motel, dan perusahaan penerbangan juga menawarkan diskon musiman pada periodeperiode yang lambat penjualannya. 

5. Potongan Potongan tukar tambah adalah pengurangan harga yang diberikan untuk menyerahkan barang lama ketika membeli yang baru. Potongan tukar tambah paling umum terjadi dalam industri mobil dan juga terdapat pada jenis barang tahan lama lain. Potongan promosi merupakan pengurangan pembayaran atau Universitas Sumatera Utara 12 harga untuk memberi imbalan pada penyalur karena berperan serta dalam pengiklanan dan program pendukung penjualan. 


Jenis-jenis Diskon 

Dalam strategi pemasaran dikenal empat bentuk diskon, yaitu diskon kuantitas, diskon musiman, diskon kas, functional discount.

a. Diskon kuantitas 

Diskon kuantitas merupakan potongan harga yang diberikan kepada konsumen guna mendororng konsumen agar membeli dalam jumlah yang lebih bnayak, sehingga volume penjualan akan meningkat secara keseluruhan. Selain itu juga diskon kuantitas juga dapat memberikan manfaat berupa penururnan unit cost sebagai akibat pesanan dan produk dalam jumlah yang besar. Diskon kuantitas dapat ditepakan berdasarkan berbagai ukuran, misalnya nilai (dalam rupiah) barang yang dibeli, jumlah unit barang yang dibeli, dan sebagainya. Dalam praktis, diskon kuantitas sering tidak berwujud potongan tunai, melainkan berupa tambahan unit yang diberikan kepada konsumen yang membeli dalam jumlah yang besar. Bisa pula berupa voucher untuk berbelanja berikutnya.

Diskon kuantaitas terdiri dari dua jenis, yaitu diskon kuantitas kumulati yang diberikan kepada konsumen yang membeli produk selama periode waktu tertentu dan diskon kuantitas non kumulatif yang di dasarkan pada pesanan pembelian secara individu. 

b. Diskon Musiman 

Diskon musiman adalah potongan harga yang diberikan kepada konsumen yang membeli produk diluar musim atau periode permintaam puncak. Diskon musiman digunakan untuk mendorong konsumen agar membeli produk atau jasa yang sebenarnya baru akan dibutuhkan beberapa waktu mendatang. Dengan demikian diskon musiman berpengaruh terhadap pola pembelian kosumen. Sehingga fungsi persediann atau pemyimpangan bergeser ke tangan konsumen. Bagi konsumen sendiri, diskon konsumen memberikan beberapa manfaat. Pertama, harga produknya lebih murah. Kedua, mereka bias berbelanja lebih leluasa dan terhindar dari antrian Panjang yang biasa trejadi bila mereka berbelaja pada musim “ramai‟. Ketigas, biasanya pada hari-hari menjelang hari H, ada kemungkinan terjadi lonjakan harga sebagai akibat besarnya permintaan. 

c. Diskon kas 

Dalam berbagai transaksi jual beli seringkali di terapkan cara pembayaran kredit. Melalui cara ini, pembeli memperoleh manfaat berupa lebihsingkatnya jangka waktu perputaran dana. Akan tetapi, cara ini dapat memberatkan para penjual karena dananya terkait pada dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, penjual akan berusaha mengurangi jumlah kredit. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan jalan menawarkan cash discount, yang merupakan potongan yang diberikan apabila pembeli membayar tunai barang-barang yang dibelinya atau membayarnya dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian transaksi (termin penjual/salel term). 

d. Diskon trade Trade discount diberikan oleh produsen kepada para distributor (wholesaler dan retailer) yang terlibat dalam pendistribusian barang dan pelaksanaan fungi-fungsi tertentu, seperti penjualan, penyimpanan, dan record keeping. Misalnya produsen memerikan potongan sebesar 25% dari list price kepada retailer. Begitupula kepada wholesaler, produsen memberikan potongan sebesar 25% ditambah 15%, dengan harapan wholesaler akan memberikan potongan sebesar 25% dari list price kepada retailer. Lini produk yang biasa menggunakan trade diskon antara lain makanan, obat-obatan, dan perangkat keras (hardware). 


Cara edit diskon dengan pembelian minimum

1. Pilih menu setting, kemudian pilih diskon pembelian minimum yang terletak pada lajur sebelah kiri dan ditandai dengan tulisan berwarna putih.

  


2. Pilih data yang akan diedit, kecuali kolom pembelian minimum dan jumlah diskon. Disini yang akan diedit adalah kolom periode.



3. Periode yang awalnya dipilih menjadi tanpa periode. Kemudian apabila akan edit pembelian minimum dan jumlah diskon baru bisa dilakukan ketika periode sudah diganti. Terakhir klik SET. 



4. Inilah tampilan data diskon pembelian minimum yang telah diedit.



Demikian penjelasan edit diskon dengan pembelian minimum pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

SETTING DISKON DENGAN PEMBELIAN MINIMUM PADA APLIKASI RESTAURANT



Menurut Belch & Belch (2009) (dalam Brian, 2016:20) mengatakan bahwa diskon harga memberikan beberapa keuntungan diantaranya: dapat memicu konsumen untuk membeli dalam jumlah yang banyak, mengantisipasi promosi pesaing, dan mendukung perdagangan dalam jumlah yang lebih besar.

Tujuan pemberian diskon dari pihak pembeli kepada penjual yakni: 

1. Mengajak pembeli untuk membeli barang yang dijual oleh penjual dalam skala besar 

2. Untuk menari pembeli dalam skala besar 

3. Diharapkan pembeli dapat menjadi pelanggan tetap penjual tersebut. 


Jenis-Jenis Diskon Harga 

Diskon harga memiliki beberapa jenis, McCarthy dan Pereault (2009:362- 363) membagi diskon harga menjadi: 

1. Quantity Discount (Diskon Kuantitas) adalah penawaran diskon harga untuk mendorong pelanggan membeli dalam jumlah yang besar. Hal ini memungkinkan penjual untuk memperoleh bisnis lebih banyak dari pembeli, atau mengurangi biaya pengiriman dan penjualan. Diskon harga kuantitas dibagi menjadi dua, yakni diskon kuantitas kumulatif dan diskon kuantitas nirkumulatif. 

  • Cumulative Quantity Discount (Diskon Kuantitas Kumulatif) diterapkan dalam pembelian selama periode tertentu, seperti satu tahun dan diskon tersebut biasanya meningkat ketika jumlah pembelian juga meningkat. Diskon kumulatif mendorong pembelian ulang dengan mengurangi biaya pelanggan untuk pembelian tambahan. 
  • Noncumulative Quantity Discount (Diskon Kuantitas Nirkumulatif) hanya berlaku untuk pesanan individual. Diskon seperti ini mendorong pesanan yang lebih besar tetapi tidak mengikat seseorang pembeli kepada penjual setelah satu pembelian. 

2. Seasonal Discount (Diskon Musiman) adalah diskon yang ditawarkan untuk mendorong para pembeli menyimpan persediaan lebih awal ketimbang yang diperlukan saat ini. Diskon ini cenderung mengalihkan fungsi penyimpanan persediaan lebih jauh disepanjang saluran. Hal ini juga cenderung meratakan penjualan disepanjang tahun sehingga memungkinkan pengoperasian sepanjang tahun. Contoh diskon musiman adalah misalnya pada hari lebaran, maka produsen akan memberikan diskon besar-besaran terhadap barang-barang yang mungkin akan dibutuhkan pada hari lebaran seperti baju koko untuk laki-laki dan jilbab untuk yang perempuan, dan diskon musiman ini biasanya dilakukan sebelum atau menjelang hari lebaran. 

3. Cash Discount (Diskon Tunai) adalah pengurangan harga untuk mendorong pembeli atau konsumen membayar tagihan mereka secara langsung dan cepat. Diskon tunai biasanya ditetapkan tepat pada waktunya. Diskon tunai juga ditetapkan sebagai suatu presentase harga yang tidak perlu dibayar, bila mana faktur dibayar dalam beberapa hari tertentu, dan jumlah penuh harus dibayar jika pembayaran melampaui batas dari periode diskon. 

4. Discount Fungsional (Diskon Dagang) adalah diskon yang ditawarkan oleh produsen kepada para anggota saluran perdagangan jika anggota yang ada di dalamnya telah melakukan fungsi-fungsi tertentu seperti menjual, menyimpan, dan melakukan pencaatatan. Produsen boleh memberikan diskon fungsional yang berbeda bagi saluran perdagangan yang berbeda karena fungsi-fungsi mereka yang berbeda, tetapi produsen harus memberikan diskon dalam tiap saluran perdagangan. 


Faktor-Faktor Pemberian Diskon Harga

Diskon harga diberikan dengan tujuan tertentu, baik hal tersebut menguntungkan bagi perusahaan maupun konsumen. Ada beberapa pendapat yang mengatakan mengapa diskon diberikan dan faktor-faktor yang menyebabkan perusahaan memberikan diskon kepada konsumen.

Kotler (dalam Mariana, 2009:54) berpendapat bahwa harga diskon diberikan karena beberapa faktor, yaitu:

a. Barang akan segera digantikan oleh model yang lebih baru.

b. Ada yang tidak beres dengan produk ini, sehingga mengalami kesulitan saat menjualnya.

c. Perusahaan mengalami masalah keuangan yang gawat.

d. Harga akan turun lebih jauh lagi apabila harus menunggu lebih lama.

e. Mutu produk oleh perusahaan diturunkan.

Sedangkan menurut Rewolg (dalam Mariana, 2009:54) Faktor-faktor

pemberian diskon harga adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengikat pembeli.

b. Menguntungkan beberapa pelanggan.

c. Memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat.

d. Merubah pola pemberian.

e. Memancing pembeli untuk membeli dalam kuantitas besar.


Indikator Diskon Harga 

Menurut Astuti (2011:87) untuk mengukur potongan harga dapat dilihat dari: 

a. Kemenarikan program potongan harga. 

b. Ketepatan program potongan harga dalam mepengaruhi pembelian. 

c. Frekuensi program potongan harga. 

Adapun indikator diskon harga menurut Belch & Belch (2009) (dalam Brian, 2016:20) mengatakan bahwa diskon harga memberikan beberapa keuntungan diantaranya: dapat memicu konsumen untuk membeli dalam jumlah yang banyak, mengantisipasi promosi pesaing, dan mendukung perdagangan dalam jumlah yang lebih besar. Namun, indikator yang digunakan untuk mengukur variabel diskon harga yang digunakan pada penelitian ini adalah sesuai dengan yang dikembangkan oleh pemikiran Astuti. 


Jenis-Jenis Diskon 

adalah diskon bersyarat diskon Plus diskon kupon, diskon anggota Up To Discount, Clereance Discount dan diskon terbatas.

a. Diskon bersyarat adalah diskon yang diberikan kepada pembeli karena syaratsyarat tertentu telah ditetapkan penjual. Pada dasarnya terdapat dua jenis diskon bersyarat dalam perusahaan, yaitu: 

  • Diskon Tunai adalah potongan harga yang diberikan kepada pembeli dari harga resmi yang tertera pada brosur harga. 
  • Diskon Kredit adalah potongan harga yang diberikan karena pembeli membayar utang pembelian dalam masa potongan tunai sesuai dengan syarat pembelian yang telah ditentukan 

b. Diskon Plus adalah yang diberikan kepada pembeli yang besarnya diskon sebanyak dua macam. Jika terdapat suatu produk tertulis 50%+20%, hal tersebut yang disebut diskon plus. Diskon tersebut bukan diskonnya 70%, tetepi harga beli dipotong dengan 50%, kemudian harga yang didiskon dipotong lagi 20%. 

c. Diskon Kupon adalah diskon yang diberikan kepada pembeli yang mempunyai kupon pembelian. Diskon kupon dapat diperoleh dari browsur atau Koran. Selain itu, diskon kupon juga dapat kita peroleh melalui internet. 

d. Diskon anggota atau member discount adalah diskon yang berlaku untuk anggota tertentu, dan bagi yang tidak menjadi anggota tidak diberikan diskon. Konsumen yang telah terdaftar menjadi anggota pada waktu melakukan transaksi mendapatkan diskon khusus sesuai dengan ketentuan yang sedang berlaku.

e. Up to discount adalah diskon yang diberikan kepada pembeli yang macam diskonnya bermacam-macam dengan diskon maksimal seperti yang dicantumkan. Up to discount banyak diterapkan pada produk fashion.

f. Clereance discount adalah diskon yang diberikan kepada pembeli dengan besarnya diskon disesuaikan dengan keinginan pembeli. Maksudnya, Anda diberi kebebasan untuk menawar harga yang tertera di label. Clereance discount biasa diterapkan di pasar tradisional. Dalam diskon ini pembeli harus memiliki kejelian dalam memenangkan penawaran. Seni menawar merupakan gabungan dari pengetahuan, persuasive, dan bahasa tubuh

g. Diskon di waktu terbatas adalah menaruhnya di waktu terbatas. Sebagai contoh jakarta midnight sale yang diadakan di berbagai mal. Trik ini ditujukan untuk menimbulkan unsur ketergesa-gesaan sehingga setiap orang yang datang akan merasa memiliki momentum sempit dan terancam kehabisan barang yang diinginkan. Selain itu diskon di hari-hari besar, seperti saat ini kita akan merayakan hari kemerdekaan. 


Cara setting diskon dengan pembelian minimum 

1. Pilihlah menu setting kemudian klik diskon pembelian minimum yang terletak pada lajur sebelah kiri yang ditandai dengan warna putih. 



2. Selanjutnya akan muncul kolom-kolom seperti gambar dibawah ini. Klik tombol ADD. Kemudian isilah kolom-kolom tersebut dengan cara ketik manual, kecuali pada kolom periode serta tanggal dan jam. Pengisiannnya dengan cara klik pada masing-masing ujung kolom sebelah kanan, yang ditandai dengan icon segitiga terbalik. Setelah selesai klik tombol SET. 



3. Inilah tampilan diskon setelah disetting. 



Demikian penjelasan setting diskon dengan pembelian minimum pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

CETAK LAPORAN PENJUALAN HARIAN PADA APLIKASI RESTAURANT

 


Penjualan adalah fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju. Fungsi penjualan juga merupakan sumber pendapatan yang sangat dibutuhkan untuk menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, karena itu perlu adanya usaha untuk terus meningkatkan volume penjualan produknya. Setiap perusahaan pada umumnya hanya mempunyai tiga tujuan dalam melakuka penjualan, yaitu : 
a. Mencapai volume penjualan yang ditargetkan 
b. Mendapatkan laba yang diinginkan
c. Merangsang pertumbuhan perusahaan  
Sedangkan ramalan penjualan adalah pemikiran dari jumlah penjualan di masa-masa yang akan datang tersebut dapat merupakan suatu hal yang perlu untuk dapat dilakukan, karena dengan hal ini merupakan suatu langkah pertama untuk dapat mencapai tujuan dari perusahaan tersebut, dimana aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan tersebut tidak akan lari atau dapat menyimpang dari pada yang sudah digariskan dan akan menjadi suatu tujuan dari perusahaan tersebut nantinya.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Keberhasilan 

Suatu perusahaan dalam melakukan kegiatan-kegiatan penjualan oleh faktor-faktor sebagai berikut : 


a. Kondisi Pasar 
Pasar sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualan. Oleh karena itu faktor-faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah : 1) Jenis pasarnya, adapakah pasar konsumen, pasar industri, pasar penjual, pasar pemerintah, ataukah pasar internasional. 2) Kelompok pembeli atau segmennya. 3) Daya belinya. 4) Frekuensi pembeliannya 5) Keinginan dan kebutuhannya. 


b. Kondisi dan Kemampuan Penjual 
Transaksi jual beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Di sini penjual harus menyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. Untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan yaitu : 1) Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan. 2) Harga produk. 3) Syarat penjualan seperti : pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan, garansi dan sebagainya.
 
c. Modal 
Modal adalah uang atau barang yang di pakai sebagai bahan pokok untuk berdagang, dan di pergunakan untuk mengahasilkan keuntungan atau menambah kekayaan. Akan lebih sulit bagi penjual untuk menjual barangnya apabila barang yang akan dijual tersebut dikenal oleh pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjuaol. Dalam keadaan seperti ini penjual harus memperhatikan dulu a+tau membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk melaksanakan maskud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha alat transportasi, tempat peragaan baik ataupun di luar perusahaan, usaha promosi dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjual memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu. 


d. Kondisi Organisasi Perusahaan.
Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang oleh orang-orang tertentu atau ahli di bidang penjualan. Lain halnya dengan perusahaan kecil di mana masalah penjualan ditangani oleh orang yang juga melakukan fungsi-fungsi lain. Hal ini disebabkan karena jumlah tenaga kerjanya lebih sedikit, sistem organisasinya 11 lebih sederhana, masalah-masalah yang dihadapi, serta sarana yang dimilikinya juga tidak sekomplek perusahaan besar.


Keunggulan dalam harga dapat diperoleh melalui salah satu dari tiga strategi
generik dalam bersaing yang terdiri dari :
1. Keunggulan Biaya
Dalam keunggulan biaya dibanding perusahaan sejenis dalam suatu
industri, maka akan memungkinkan untuk memperoleh keuntungan yang
lebih besar sebab biaya produksi akan dapat ditekan.
2. Diffrensial
Dengan differensial akan memungkinkan perusahaan memberikan nilai
yang berbeda kepada konsumen. Sehingga konsumen akan sulit
membedakan harga.
3. Fokus
Sedangkan dengan strategi fokus akan memberikan kesempatan kepada
perusahaan mengeluarkan produk dengan kualitas lebih baik dengan harga
yang lebih rendah. Namun apabila diperlukan persaingan dalam hal harga,
maka dengan keunggulan biaya akan diperoleh suatu harga jual yang lebih 


Laporan 
a. Laporan Penjualan berdasarkan Jenis/tipe Barangnya Laporan ini digunakan oleh manajemen untuk menganalisis jenis atau tipe barang mana yang paling disukai pelanggan. 
b. Laporan Penjualan berdasarkan Daerah Pemasaran Laporan ini digunakan oleh manajemen untuk menganalisis di daerah mana barang ini paling banyak terjual. 

c. Laporan Penjualan berdasarkan Pelanggan Laporan ini digunakan oleh manajemen untuk menganalisis Pelanggan mana yang paling aktif sehingga pantas untuk mendapat perhatian khusus. 

d. Laporan Penjualan berdasarkan Pelayan atau Bagian Order Penjualan Laporan ini digunakan oleh manajemen untuk menganalisis pelayan mana yang paling berhasilsehingga perlu mendapat penghargaan.


Cara cetak laporan penjualan harian

1. Pilih menu laporan yang ditandai dengan blok hijau, kemudian klik laporan penjualan (harian) yang berada dilajur sebelah kiri ditandai dengan garis bawah.



2. Pilihlah tanggal yang dibutuhkan dengan cara klik kolom kalender. Selanjutnya klik tombol preview.


3. Inilah tampilan data preview laporan harian, terakhir klik icon bersimbol print yang berada dibar bagian atas.



Demikian penjelasan cara cetak laporan penjualan harian pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.

CETAK LAPORAN CASH FLOW PADA APLIKASI RESTAURANT

 


Menurut Sutrisno (2012:9) laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni neraca dan laporan laba-rugi. Laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam mengambil keputusan.

Sedangkan, menurut Munawir (2012), Laporan Keuangan diartikan sebagai hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan dan aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

Tujuan laporan keuangan menurut APB Statement No.4, sumber : Harahap (2007), adalah:  

  1. Tujuan Umum Menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai prinsip akuntansi yanng diterima. 
  2. Tujuan Khusus Memberikan informasi tentang kekayaan, kewajiban, kekayaan bersih, proyeksi laba, perubahan kekayaan dan kewajiban serta informasi yang relenvan.

Menurut Baihaqi (2015) laporan keuangan secara garis besar di gunakan pihak internal dan eksternalyaitu: 

1) Pihak Internal Pihak internal adalah pihak yang berkaitan langsung dengan kegiatan operasional perusahaan. Pihak internal diantaranya adalah 

  • Manajemen Puncak 
  • Manajer Devis 
  • Staf Akuntansi 
  • Karyawan 

2) Pihak Eksternal Pihak eksternal adalah pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, tetapi tidak terlibat secara langsung dalam membuat berbagai keputusan dan kebijakan operasional perusahaan. Pihak eksternal diantaranya adalah: 

  • Pemilik Perusahaan; Para pemegang saham berkepentingan dengan informasi mengenai kemajuan perusahaan, pembagian keuntungan yang akan diperoleh, dan penambahan modal untuk business plan selanjutnya 
  • Investor dan pemegang saham; Para investor (dan penasehatnya) berkepentingan terhadap resiko yang melekat dari hasil pengembangan dari investasi yang dilakukannya. Investor ini membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Selain itu, mereka juga tertarik pada informasi yang memungkinkan melakukan penilaian terhadap kemampuan perusahaan dalam membayar dividen. 
  • Pemasok Pemasok dan kreditor lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek dibanding kreditor. 
  • Kreditur; Para kreditor tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. 
  • Pemerintah; Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan oleh karenanya berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Selain itu, mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan pajak dan sebagai dasr untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya. 
  • Masyarakat. Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara, seperti pemberian kontribusi pada prekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada para penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informsi kecendrungan (ternd) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

Laporan arus kas adalah salah satu dari 5 komponen laporan keuangan menurut PSAK ayat 1 (2009). Informasi mengenai arus kas suatu perusahan berga bagi pengguna laporan keuangan sebagai dsar penilaian kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas, serta menilai kebutuhan perusahaan dalam penggunaan kasnya.

Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan (IAI, 2009). Beberapa contoh arus kas dari ativitas operasi antara lain : 

  • Peneriman kas dari pejualan barang dan jasa 
  • Penerimaan kas dari royalti, fees, komisi, dan pendapatan lain-lain 
  • Pembayaran kas kepada pemasok persediaan/ jasa 
  • Pembayaran gaji karyawan 
  • Pembayaran dividen


Cara cetak laporan cash flow

1. Pilih menu laporan kemudian klik cashflow (ditandai dengan garis bawah) yang berada di lajur sebelah kiri. 



2. Selanjutnya akan muncul data seperti gambar dibawah ini. Kemudian diarahkan pada lajur sebelah kiri. 


3. Tampilan lajur sebelah kiri setelah dizoom berisi kolom bulan, tahun serta kasir. Pilihlah bulan serta tahun yang akan dicetak laporannya. Jika ingin lebih terperinci kasir bisa diceklist dan pilih nama kasir yang dibutuhkan untuk detail laporan cash flownya. Terakhir klik tombol proses lalu bisa klik preview terlebih dahulu untuk cek data, namun apabila langsung cetak bisa klik tombol print.




4. Inilah tampilan data preview, apabila sudah sesuai bisa dicetak dengan cara klik icon bergambar print yang berada dibar bagian atas layar anda. 


Demikian penjelasan cara cetak laporan cash flow pada aplikasi restaurant. Begitu pula dengan caranya yang amat sederhana dan memudahkan pengguna aplikasi kasir. Apabila anda ingin mencoba menggunakan aplikasi restaurant, silahkan kunjungi link berikut ini http://www.software-id.com/software-restoran.